#Citizen Reporter

Hukum

Menilik Kondisi Demokrasi Indonesia Saat Ini, Benarkah Menuju Ambang Kematian atau Otoritarianisme?

Demokrasi merupakan merupakan suatu bentuk pemerintahan yang mana semua warga negaranya memiliki hak yang sama untuk pengambilan keputusan yang dapat mengubah hidup mereka. Demokrasi mengizinkan warga negaranya untuk ikut serta baik secara langsung atau melalui perwakilan dalam perumusan, pengembangan, dan pembuatan hukum. Indonesia adalah  negara demokrasi yang saaat ini dipahami di Indonesia merupakan bagian dari pengaruh konsep demokrasi modern. Sejak awal kemerdekaan sampai dengan era reformasi demokrasi mengalami perubahan dan corak yang berbeda.   Sistem Demokrasi model ini dapat diperjuangkan dengan baik karena dalam sistem ini membuka kemungkinan bagi kehidupan bersama yang damai, bersaing dalam perbedaan dengan garis batas yang jelas tentang benar dan salah, fakta dan fiksi, adil dan tidak adil semacamnya yang menjadikan jiwa pada setiap masyarakat demokratis. Tanpa itu, kematian demokasi atau kelompok lainnya hanya dapat tinggal menunggu kematian. Lalu apa saja faktor penyebab matinya sebuah demokrasi, Chad Levin  mengemukakan 4 faktor yang menyebabkan matinya demokrasi diantaranya; - Adanya Penolakan (komitmen yang lemah terhadap) aturan main yang demokratis; - Adanya Penolakan legitimasi lawan politik; - Toleransi atau dorongan kekerasan; - Kesiapan untuk membatasi kebebasan sipil lawan, termasuk media. Terkait dengan ke empat kategorisasi ini dapat dijadikan indikator penilaian apakah pemimpin yang dipilih memiliki potensi atau perilaku otoriter.    Adapun dalam hal ini kolerasi antara matinya demokrasi dengan otoritarianisme yang menyebutkan adanya dukungan demokrasi yakni  salah satu kebijakan  masyarakat yang diperlukan bagi penguatan demokrasi di suatu negara. Hanya saja tidak mudah untuk menumbuhkan di dalam masyarakat tersebut juga tumbuh nilai-nilai yang bersifat otoritarian, contohnya seperti nilai ketaatan, nilai moralitas konvensional dan kecenderungan agresif terhadap hal-hal yang tidak sesuai dengan norma umum masyarakat sehingga demokrasi yang ada diukur secara objektif. Dukungan pada nilai-nilai demokrasi melemahkan atau mendelegitimasi kekuasaan otoriter dan menguatkan bentuk-bentuk pemerintahan demokrasi dan mencegah pemerintahan demokrasi jatuh kembali ke dalam kekuasaan tirani.     Demokrasi ditunjukkan dengan dukungan individu terhadap pemerintahan yang demokratis, dukungan terhadap nilai-nilai demokrasi dan hak asasi manusia, serta sikap terhadap perbedaan yang tampak dalam gejala intoleransi. Selama ini otoritarianisme sebelum dan sesudah Perang Dunia II, dan sesudahnya dimulai bentuk ideal dengan aturan kepatuhan. Kaum otoriter secara sempit memandang realitas sebagai tempat perebutan kekuasaan. Pemerintahan yang otoriter berarti semakin lama seseorang berkuasa, semakin banyak penyimpangan yang mereka miliki. Dalam pemerintahan ini banyak yang tidak pasti atau tertutup, semua rencana dan kebijakan pemerintah membantu mempertahankan kekuasaan dari pada kesejahteraan nasional.    Sistem Otoriter melakukan pemerintahnya masih dengan sewenang-wenangnya. Dari Otoritarianisme satu ke otoritarianisme ini masih sering terjadi pertumpahan darah atau pun melakukan dengan sewenang-wenangmya. Sistem demokrasi disini, meminimalisir pertumpahan darah atau sewenang-wenang dalam melakukan kepemimpinan yang lebih berkelanjutan.   Praktek demokrasi dan otoritarianisme ini bisa saja terjadi di Indonesia karena secara geografis indonesia merupakan wilayah yang sangat luas, begitu juga penduduk indonesia yang multi etnis sehingga indonesia jauh lebih kompleks. Kondisi di Indonesia pun berbeda dengan di Amerika, karena sistem di Amerika yang seperti sekarang ini setelah mengalami perjalanan berabad-abad. Penduduk di sana juga dapat mencair namun berbeda dengan di Indonesia sikap primodialitasnya masih kental. Demokrasi di Indonesia ini memang kompleks, akan tetapi jauh lebih baik jika dibandingkan dengan sistem otoriter.

muhammad Irfanhadi5 menit
Hukum

Faktor Matinya Demokrasi, Bisakah Terjadi di Indonesia?

Banyak faktor penyebab matinya demokrasi,4 diantaranya dikemukakan oleh Chad Levin,apa saja faktor itu? 4 Faktor penyebab matinya demokrasi menurut chad Levin - Menolak aturan ideal demokrasi, baik secara perkataan maupun perbuatan - Menyangkal legitimasi lawan - Menoleransi atau menyerukan kekerasan - Menunjukkan kesediaan membatasi kebebasan sipil lawannya, termasuk media. Lalu apa ada korelasi antara matinya demokrasi dengan otorianisme ?   Jika menurut saya ada, Mengapa? karena matinya demokrasi di salah satu negara tersebut di mulai oleh pemegang kekuasaan yang mulai otoriter yang bertindak semena – mena terhadap lawan politiknya bahkan rakyatnya sendiri demi kepentingan tertentu. Sehingga pemimpin otoriter ini dapat berubah menjadi ekstrimis jika telah memegang kekuasaan yang cukup. Segala cara dilakukan untuk memuluskan langkah sehinga aturan – aturan yang ideal menurut demokrasi itu tidak di taati atau di patuhi.   Bisakah terjadi di Indonesia? Jawabannya Bisa dan sangat bisa, jika melihat perkembangan yang terjadi sekarang di sistem pemerintahan negara Indonesia sangat mungkin sekali untuk terjadi matinya demokrasi karena pertama banyaknya koalisi dan kurang kuat nya oposisi ini sangat membahayakan dalam keputusan – keputusan penguasa dimana disini tidak ada cheks and balences. Media yang sudah banyak dikuasai dan sebagian sudah di bungkam seperti contoh program diskusi public yang ada di salah satu stasiun TV swasta Nasional sudah tidak tayang lagi, dan banyak lagi karena dengan hal mengkritik pemerintah banyak juga orang – orang dan aktivis di bungkam dan di penjarakan dengan alasan yang tidak logis. Pembungkaman yang jika terus dilakukan seperti ini di negara di indoneusa bukan tidak mungkin ini berujung pada matinya demokrasi di negara tercinta ini. Sebab Ini salah satu tanda atau indikasi awal untuk matinya demokrasi di Indonesia. Indonesia telah memasuki era otoriter gaya baru. Dalam sebuah diskusi daring, Busyro Muqqodas, Ketua PP Muhammadiyah Bidang Hukum itu meringkus situasi Indonesia sepanjang periode kedua kepemimpinan Presiden Joko Widodo, dengan memberikan contoh bagaimana demokrasi mundur di era Jokowi.   Salah satunya soal penempatan banyak polisi ke dalam instansi-instansi pemerintahan. Wijayanto, Direktur Center for Media and Democracy LP3ES, lembaga yang rutin mengeluarkan kajian sosial sejak Orde Baru, mengatakan setidaknya ada empat indikator sebuah negara atau sistem pemerintah bisa disebut otoriter. Indikator-indikator itu diambil dari buku terbaru Steven Levitsky dan Daniel Ziblatt, How Democracies Dies. Ironisnya, Indonesia sudah memenuhi keempat indikator itu, kata Wijayanto. Indikator pertama adalah adanya penolakan atau setidaknya memiliki komitmen yang lemah terhadap aturan main yang demokratis. Kata Wijayanto, hal tersebut terlihat ketika Jokowi menginstruksikan kepala daerah hingga tentara untuk mengampanyekan kebijakan pemerintah dan meminta mereka menangkal banyak kabar palsu terkait dirinya sebelum Pilpres 2019.

naufal athallah4 menit
Hukum

Demokrasi Bisa Mati? Cek Faktanya

Demokrasi berasal dari bahasa Yunani yaitu "Demos" yang berarti rakyat dan kratos yang berarti kekuasaan. Secara bahasa Demokrasi adalah kekuasaan yang berada ditangan rakyat(pemerintahan rakyat). Maksud dari pemerintahan rakyat adalah pemegang kekuasaan tertinggi dipenggang oleh rakyat. Jadi demokrasi adalah sebuah bentuk sistem pemerintahan dalam rangka mewujudkan kedaulatan rakyat yang dijalankan oleh pemerintah.    Indonesia adalah Negara yang menganut system demokrasi, yang  tentunya memberikan ruang kepada seluruh warga negaranya untuk memiliki hak yang sama dalam hal mengambil keputusan. Demokrasi sendiri mencangkup kondisi ekonomi, budaya, social.   Secara umum demokrasi dapat dilihat pada pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) atau Pemilihan Umum (Pemilu). Dalam pelaksanaan tersebut siapapun berhak mencalonkan diri dan masyarakat juga berhak menentukan siapa yang akan dipilih. Ruang kebebasan politik tersebut tentunya mengantarkan pada perbedaan pandangan masyarakat untuk menentukan siapa yang layak menjadi anggota legislative atau eksekutif. Perbedaan pandangan dalam sistem demokrasi merupakan suatu yang lumrah, akan tetapi perbedaan yang berujung pada sikap anarkis tentunya ini yang menjadi suatu masalah.  Akan tetapi dalam proses pelaksanaan dan tahapan pemilu/pilkada, norma tentang etika politik yang baik sudah terabaikan dan digantikan dengan politik kekuasaan yang berakibat pada konflik kepentingan, dan parahnya lagi konflik yang terjadi merembes sampai kepada masyarkat tingkat bawah.   Demokrasi bisa mati karena kudeta. Kematian itu tidak diasadari terjadi secara pelan-pelan, karena terpilihnya pemimpin otoriter yang menyalahgunakan kekuasaan pemerintah dan melakukan penindasan terhadap masyarakat. Apa sajakah factor penyebab matinya demokrasi menurut Chan Levin? Penolakan atau (komitmen yang lemah terhadap) aturan main yang demokratis. Penolakan legitimasi lawan politik. Toleransi atau dorongan kekerasan. Kesiapan untuk membatasi kebebasan sipil lawan, termasuk media.   Matinya demokrasi bisa saja terjadi di Indonesia. Karena sekarang nilai-nilai demokrasi di Indonesia sudah mulai luntur dan mengalami kemunduran. Jika dibiarakan terus menerus maka nilai demokrasi di Indonesia lama kelamaan akan hilang atau mati. Contohnya yang terjadi sekarang di sistem pemerintahan negara Indonesia sangat mungkin sekali untuk terjadi matinya demokrasi karena pertama banyaknya koalisi dan kurang kuat nya oposisi ini sangat membahayakan dalam keputusan – keputusan penguasa dimana disini tidak ada cheks and balences. Media yang sudah banyak dikuasai dan sebagian sudah di bungkam seperti contoh program diskusi public yang ada di salah satu stasiun TV swasta Nasional sudah tidak tayang lagi, dan banyak lagi karena dengan hal mengkritik pemerintah banyak juga orang – orang dan aktivis di bungkam dan di penjarakan dengan alasan yang tidak logis. Pembungkaman yang jika terus dilakukan seperti ini di negara di indoneusa bukan tidak mungkin ini berujung pada matinya demokrasi di negara tercinta ini. Sebab Ini salah satu tanda atau indikasi awal untuk matinya demokrasi di Indonesia. Sumber: Jurnal Jalan Kematian Demokrasi: Book Revier “Bagaimana Demokrasi Mati” oleh Destriana Saraswati

Erika Melandaa4 menit
Hukum

Posisi Indonesia Memburuk, Masuk Negara Gagal?

Dalam The RIUS Journal yang ditulis oleh Ron Smith, mengatakan bahwa ada banyak faktor yang menyebabkan suatu negara menjadi gagal, selain faktor ekonomi. Faktor tersebut adalah faktor geografi, budaya, dan ketidaktahuan tentang kebijakan yang sesuai. Indonesia juga masuk indeks Negara gagal pada peringkat ke 63 dari 178 negara dari lembaga Fund for Peace yang berpusat di Washington DC, AS, pada tahun 2012 akhir bulan Juni.   Ada lima hal yang membuat posisi Indonesia memburuk. Pertama, tekanan demografis, tekanan demografis ini terjadi karena masalah degradasi lahan serta tergusurnya warga karena masalah lingkungan. Kedua, ketidakpuasan kelompok yang terjadi karena di Indonesia bergulir banyak aksi demonstrasi serta kekerasan terhadap kelompok-kelompok minoritas. Ketiga, masalah tekanan sosial akibat melebarnya jurang antara yang kaya dan yang miskin. Keempat, melakukan pemberdayaan sumber daya masyarakat dengan membukakan lapangan pekerjaan dan memanfaatkan sumber daya tersebut dengan sebaik mungkin karena akan mengurangi pengangguran yang ada, kehidupan akan sejahtera dan menggali potensi dengan semaksimal mungkin. Kelima, kurangnya perhatian masyarakat terhadap norma yang ada contohnya norma kesusilaan (merendahkan orang lain, tidak berperilaku tidak sopan, mendiskriminasi orang lain dan mengambil hak milik orang lain). norma kesopanan (berkata kasar kepada orang yang lebih tua dan sebaya, menyela pembicaraan dan memanggil orangtua tanpa ada kata bapak atau ibu), norma hukum (melawan rambu lalu lintas, melakukan penggelapan uang atau korupsi dan melakukan penindasan). norma agama (melakukan perzinahan, menganiaya orang lain, dan tidak menghormati perbedaan orang yang sedang menjalankan agama). Indonesia memiliki pancasila sebagai ideologi negara. Ideologi negara mengajarkan kita tentang patuh terhadap tuhan, bersikap adil dan tentunya beradab, bersatu meskipun banyak perbedaan, tidak bermusuhan terhadap lainnya, tidak egois, saling membantu dan mementingkan kepetingan bersama. Indonesia juga memiliki bhinneka tunggal ika yang artinya berbeda beda tetapi tetap satu, meskipun banyak perbedaan suku, budaya dan agama Indonesia tetap satu. Keragaman Indonesia juga memiliki kebudayaan yang indah cara itu bisa menguatkan Indonesia menuju lebih baik lagi.

Rizqa Shaumi Chandrarini3 menit
Opini

Suap, PR Indonesia Agar Tidak Jadi Negara Gagal

Gagalnya sebuah negara adalah negara yang tidak dapat memenuhi syarat bahwa masyarakatnya menerima fasilitas dan hidup sejahtera, kegagalan sebuah negara memiliki beberapa faktor mulai dari terkenanya bencana serta terdampaknya krisis ekonmi yang disebabkan oleh inflasi.  Menrut ron smith kegagalan sebuah negara bukan hanya berdasarkan dari faktor ekonominya saja tetapi juga bisa dari faktor geografi, kebudayaan, dan ketidaktahuan tentang kebijakan yang sesuai.   Apakah Indonesia termasuk negara gagal?. Saya tidak setuju dengan kata bahwa Indonesia adalah negara yang tidak maju, karena pada tahun 2012 lembaga Fund Of Peace yang berpusat di Washington DC mengeluarkan indeks negara gagal, Indonesia menempati peringkat ke-63 dari 178 negara didunia. Maka sebab itu saya tidak menganggap negara ini negara yang gagal hanya saja negara ini berada dalam fase pembangunan ini yang menyebabkan masayrakat berpikir bahwa negara ini tidak akan maju dan akan gagal. Dari mulai pembangunan besar besaran yang dilakukan oleh pemerintahan kita dari pemerintahan pusat sampai kedesa desa, hal ini sudah mewakili bahwa negara kita dalam fase pembangunan. Belum lagi proses kenaikan harga bahan pokok pangan dan masalah lainnya yang menyebabkan negara kita terlihat seakan akan tidak maju.   Kekurangan negara kita yaitu sasaran yang belum tepat menurut saya dari mulai infrastruktur hingga bantuan bantuan bansos, seperti pada saat pembagian bansos kepada masyarakat miskin terkadang masih banyak orang yang susah dan tidak punya rumah sehingga mereka tidak dapat bantuan dari pemerintahan, belum lagi kasus yang sempat viral di negara kita ini yaitu korupsi dana bansos yang dilakukan oleh mantan menteri sosial kita juliari batubara. Maka dari itu,bagaimana kita mengahadapi kasus kasus yang membuat negara kita menuju gagal? Kita sebagai generasi penerus harus faham betuh bagaimana sistem kerja negara ini. Kita sebgai generasi selanjutnya melanjutkan para bapak dan ibu menteri serta pejabat pejabat lainnya, kita diharuskan faham dengan masyarakat kita mulai dari harga pokok pangan,harga bahan bakar,hingga Upah para buruh. Kita harus dapat merasakan apa yang dirasakan oleh orang orang yang memilih kita sebagai pemimpin dan masalah terbesar kita di negara ini adalah SUAP. Hal tersebut yang membuat para pejabat kita kurang efektif dalam melaksanakan tugasnya.   Apakah Indonesia akan gagal? Jika diterus teruskan seperti ini mulai dari hutan dibabat habis dan diganti dengan kelapa sawit, korupsi seperti hal yang wajar, suap menyuap antara pembisnis dengan pejabat. Negara ini akan gagal jika seperti itu, anggaran kita akan habis hanya dengan infrastruktur yang tidak tepat sasaran. Kita harus dapat memperbaiki pola pikir dan juga cara kita menjadikan negara ini terus berkembang.

alvian ananta putra 3 menit