#Citizen Reporter

Volunteerism

KILAU KHITAN GEMBIRA 2026 "Kasih Sayang Tanpa batas dari Omah Gembira”

Malang, 17 Mei 2026– Yayasan Pemerhati Penyandang Disabilitas Omah Gembira sukses menyelenggarakan kegiatan sosial tahunan akbar "Kilau Khitan Gembira 2026". Acara kemanusiaan ini dilaksanakan pada hari Minggu (17/05) bertempat di Hotel Grand Mercure Malang Mirama, tepatnya di ruang Manila, Malang dan Osaka. Kegiatan akbar ini berjalan dengan sangat meriah dengan total 70 panitia, 99 anak peserta khitan yang terdiri dari 59 anak kategori desil dan 40 anak kategori non-desil yang berasal dari Kota Malang, Kabupaten Malan, Kota Batu, Pasuruan dan Nganjuk, serta 18 personil talent yang meliputi pembawa acara (MC), Juru Bahasa Isyarat (JBI), hingga seluruh pengisi penampilan inklusi. Dalam pelaksanaannya, bantuan untuk peserta kategori desil didukung oleh UPT Kementerian Sosial Sentra Terpadu Prof. Dr. Soeharso Surakarta. Adapun bantuan untuk peserta non desil didukung oleh Nurul Hayat. Selain itu, kegiatan ini juga tidak lepas dari dukungan para sponsor, mitra, donatur, serta seluruh pihak yang telah memberikan bantuan baik berupa tenaga fasilitas dukungan moril maupun materil sehingga kegiatan dapat terselenggara dengan baik. "Kilau Khitan Gembira 2026" berfokus kepada kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian sosial (PAS), khususnya anak-anak penyandang disabilitas, anak yatim piatu, dhuafa, serta anak-anak dengan afirmasi, khususnya di wilayah Malang Raya. Melalui pelayanan khitan massal yang higienis, inklusif, dan terintegrasi dengan panggung ekspresi seni, program ini tidak hanya memenuhi hak kesehatan anak, tetapi juga dirancang untuk menumbuhkan rasa percaya diri, memberikan kebahagiaan, serta mewujudkan kesetaraan bagi mereka agar tumbuh menjadi generasi yang sehat, bersih, dan berdaya. Acara dibuka dengan penyampaian laporan operasional oleh Himmah Faizah Sakinah selaku Ketua Pelaksana Kilau Khitan OG 2026. Lalu dibuka secara resmi dengan sambutan hangat yang disampaikan oleh Ketua Yayasan Omah Gembira Riza Agung Pribadi, S.Si, sambutan apresiatif dari para mitra strategis utama, yakni Bapak Sugito Adhi selaku General Manager Grand Mercure Malang Mirama dan Bapak Indra Hermawan selaku Branch Manager Nurul Hayat, kemudian dilanjutkan sambutan oleh Bapak Ibnu Kusbiantoro selaku Koordinator Wilker 2 dari UPT Kementerian Sosial Sentra Terpadu Prof. Dr. Soeharso Surakarta. Suasana seremonial berlangsung sangat semarak dan menyentuh hati dengan ditampilkannya ragam seni inklusi dari teman-teman disabilitas berbakat. Rangkaian penampilan diawali dengan pembacaan Tilawah suci oleh Putri Mainonara dari Yayasan Anak Bangsa, penampilan vokal lagu yang memukau dariMuhammad Bayu Fadillah (Paguyuban Mutiara Hati Pakis), seni tari tradisional Baladewa oleh Rahmadiar Kautsar, ekspresi gerak interaktif dari Disability Dance Club (DDC), penampilan memukau pantomim oleh Galih Adi Waluyo, serta tarian kolaborasi Indonesia Kaya oleh Rizqi Ahmad Mahendra dan Tari Balabudaya Kamulan oleh Devi Ratna Ayu & Naysa Zifarayi Reandini. Serta penampilan menyanyi solo dari Liona Valentcia Agatha turut menambah kemeriahan panggung utama. Sebagai wujud pengakuan dan ucapan terima kasih atas sinergi berkelanjutan, Omah Gembira menggelar sesi Awarding dan Penyerahan Apresiasi Souvenir kepada para pilar pendukung. Penghargaan diserahkan langsung secara simbolis oleh jajaran pimpinan yayasan: 1. Ibu Eli Jarwoko (Penasihat Omah Gembira) menyerahkan penghargaan kepada Kementerian Sosial RI Sentra Terpadu Prof. Dr. Soeharso Surakarta. 2. Ibu Titing Rara Wulansari, S.Sos (Pembina Omah Gembira) menyerahkan penghargaan kepada Nurul Hayat. 3. Riza Agung Pribadi (Ketua Yayasan Omah Gembira) menyerahkan penghargaan kepada Grand Mercure Malang Mirama. 4. Himmah Faizah Sakinah (Ketua Pelaksana) menyerahkan penghargaan kepada Elio Grup. Lalu Cehra Ineang, S.H (Bendahara Omah Gembira) menyerahkan penghargaan kepada Ladang Lima yang diwakili oleh Ajeng Kusbinang Wijayanti, selaku Humas Kilau Khitan Gembira 2026. Kemeriahan acara juga dilengkapi dengan pembagian berbagai hadiah doorprize menarik di sepanjang acara, termasuk hadiah utama berupa 2 unit sepeda yang diundi langsung oleh Bapak Hendi Suryo Laksono (Ketua BPC HIPMI) dan Bapak Ibnu Kusbiantoro (Kemensos) kepada peserta khitan yang beruntung. Sementara acara seremonial berlangsung, prosesi medis khitan massal berjalan secara paralel, aman, dan kondusif yang dibagi dalam 2 gelombang: Sesi 1 (pukul 08.00–11.00 WIB) dan Sesi 2 (pukul 12.30–15.30 WIB). Seluruh peserta khitan mendapatkan penanganan medis profesional, celana khitan khusus, serta bingkisan Goodie Bag bermanfaat yang diserahkan oleh Bendahara Kilau Khitan Gembira 2026 sesuai dengan pendataan peserta desil dan non-desil. Secara keseluruhan, aksi sosial "Kilau Khitan Gembira 2026" ini menjadi refleksi nyata kolaborasi multi-sektor yang harmonis dalam mewujudkan kepedulian sosial dan gerakan masyarakat inklusif yang berkelanjutan di Malang Raya. Yayasan Omah Gembira mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas dukungan dan sinergi dari seluruh pihak yang telah turut terlibat, meliputi para sponsor utama dan pendukung, antara lain: Kementerian Sosial RI, Grand Mercure Malang Mirama, Nurul Hayat, BPC HIPMI, Elio Grup, Ladang Lima, Hotways Chicken, Abiz Kripik, Sumber Waras Lawang, PT Randi Cones Indonesia, dan Jam Makan Kafe. Serta para perwakilan dari 14 instansi pemerintahan, 10 ketua paguyuban, 11 organisasi/pribadi, dan seluruh panitia yang terlibat. Keberhasilan aksi sosial akbar ini merupakan buah manis dari dedikasi panjang, pengorbanan waktu, tenaga, serta komitmen luar biasa dari 70 seluruh panitia yangterlibat. Pihak Yayasan Omah Gembira memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas kerja keras kolektif yang telah dibangun sejak berbulan-bulan lalu, mulai dari rangkaian rapat koordinasi pra-acara, penyusunan konsep, pencarian dana dan sponsor, hingga persiapan teknis yang matang. Puncak apresiasi juga ditujukan atas ketanggapan seluruh lini panitia pada Hari-H yang telah bersiaga sejak pagi, mengawal panggung ekspresi inklusi, mengoordinasikan tindakan medis, hingga proses pembersihan area (cleaning area) yang tuntas sore hari.

Riza Agung7 menit
Hukum

FH UNS Perkuat Layanan Bagi Penyandnag Disabilitas Melalui Workshop dan Hadirkan Para Ahli

Malang (12/2) – Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret (FH UNS) menyelenggarakan Workshop Pemenuhan Layanan bagi Penyandang Disabilitas di Perguruan Tinggi pada Rabu, 11 Februari 2026, pukul 19.30 WIB melalui platform Zoom Meeting. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen institusi dalam memperkuat sistem layanan pendidikan tinggi yang inklusif, berkeadilan, dan ramah disabilitas.   Workshop menghadirkan Dr. Sholahuddin Al-Fatih, S.H., M.H., Wakil Dekan I Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Malang (FH UMM), sebagai narasumber bersama dengan Dr Astri Hanjarwati, MA, Wakil Dekan sekaligus Tim Ahli Pusat Layanan Disabilitas UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Dalam pemaparannya, Fatih menekankan bahwa pemenuhan hak penyandang disabilitas di perguruan tinggi bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan bagian dari tanggung jawab konstitusional dan moral institusi pendidikan.   Beliau menjelaskan bahwa prinsip non-diskriminasi dan kesetaraan akses telah ditegaskan dalam berbagai regulasi nasional, termasuk Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas. Oleh karena itu, perguruan tinggi perlu membangun kebijakan internal yang komprehensif, mulai dari penyediaan infrastruktur aksesibel, sistem pembelajaran adaptif, hingga mekanisme pendampingan akademik yang responsif terhadap kebutuhan mahasiswa disabilitas.   “Ada 3 hal utama dalam upaya pemenuhana layanan bagi penyandnag disabilitas di kampus. Pertama, soal payung hukum atau regulasi, bisa berupa Pertor, Perdek atau sejenisnya. Kedua, soal aksesibilitas fiisk dan non-fisik. Ya harus ada sarpras pendukung, misal guding block, kursi roda, lift dan sebagainya. Ketiga, keterlibatan penyandang disabilitas dalam penyusunan kebijakan di kampus. Agar ada sense of belonging.” Ungkap Fatih   Selain aspek regulatif, Fatih juga menyoroti pentingnya perubahan paradigma. Menurutnya, pendekatan berbasis charity harus ditinggalkan dan digantikan dengan pendekatan berbasis hak (rights-based approach). Penyandang disabilitas harus diposisikan sebagai subjek yang memiliki hak penuh atas pendidikan tinggi yang berkualitas, bukan sebagai objek belas kasihan.   Kegiatan ini diikuti oleh dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa yang memiliki perhatian terhadap isu inklusivitas di lingkungan kampus. Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan terkait implementasi layanan disabilitas, tantangan teknis di lapangan, serta strategi penyusunan kebijakan fakultas yang selaras dengan prinsip inklusi.   Melalui workshop ini, FH UNS berharap dapat memperkuat komitmen kelembagaan dalam menciptakan lingkungan akademik yang lebih inklusif dan ramah bagi seluruh sivitas akademika tanpa terkecuali. Kegiatan ini sekaligus menjadi langkah awal untuk merumuskan kebijakan dan program konkret yang mendukung pemenuhan hak-hak mahasiswa penyandang disabilitas secara berkelanjutan.   Dengan terselenggaranya kegiatan ini, FH UNS menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan hukum yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga responsif terhadap nilai-nilai keadilan sosial dan hak asasi manusia dalam praktik penyelenggaraan pendidikan tinggi. (saf/hum/chatgpt)

Sholahuddin Al-Fatih0 menit
Hukum

Upaya Penguatan Legalitas Pangan UMKM melalui Sosialisasi SPP-IRT oleh Mahasiswa FH UMM

Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang didukung oleh Laboratorium Hukum FH UMM melakukan Sosialisasi, dalam upaya guna meningkatkan kualitas dan legalitas produk UMKM, Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melakukan kegiatan sosialisasi mengenai Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT). Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman terhadap pelaku UMKM terkait pentingnya legalitas pangan dan langkah-langkah yang harus ditempuh untuk mendapatkan SPP-IRT sebagai bentuk izin edar resmi produk pangan oalahan rumah tangga yang dilakukan oleh  Daffa Oxa Hernanda, Aryawan Dwi Wahyu Putera, Revandi Trio Raharjo, Akmal Amrulloh. Mahasiswa FH UMM melakukan sosialisasi kepada  Pak Guntur selaku produsen Keripik kentang dan makaroni dengan Merek Oma'e Snack Das Des adalah salah satu Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang bergerak di sektor makanan ringan di Malang, Jawa Timur. Usaha ini dikenal sebagai penyedia dan produsen aneka camilan kering, dengan fokus utama pada produk olahan kentang (potato snack) dan makaroni yang ditawarkan dengan berbagai varian rasa populer seperti Balado dan Keju. Keunggulan utama Oma'e Snack Das Des terletak pada harga yang sangat terjangkau dan kemudahan aksesibilitas melalui layanan pesan antar online, menjadikan mereka pilihan favorit. Bagi masyarakat yang mencari jajanan cepat, praktis, dan ekonomis. Beroperasi di area Teluk Bayur, Malang, bisnis ini secara efektif melayani pasar ritel dan menawarkan produknya dalam berbagai ukuran kemasan yang sesuai untuk konsumsi pribadi maupun pembelian dalam jumlah lebih besar dan juga di sebar pada toko toko di wilayah Kota Malang, dengan hargar bervariasi mulai dari 8000 ribu rupiah. Pak Guntur menjelaskan bahwa minimnya sosialisasi dari pemerintah daerah baik dari tingkat bawah hingga tingkat yang lebih tinggi, menjadi salah satu penyebab munculnya berbagai pandangan negatif di kalangan pelaku UMKM terkait proses pengurusan SPP IRT, kurangnya informasi yang memadai membuat banyak UMKM beranggapan bahwa pengurusan perizinan tersebut membutuhkan waktu yang lama, berpotensi menimbulkan pungutan liar hingga kekhawatiran dapat mengganggu aktfitas produksi. Akibatnya tidak sedikit pelaku usaha yang ragu atau bahkan enggak untuk menguru SPP-IRT meskipun izin tersebut penting bagi legalitas dan keamanan produk yang mereka hasilkan. Tidak sedikit juga UMKM yang curang dengan cara menggunakan PIRT dari produk lain yang kemudian dimasukan dalam label kemasan yang berbeda dari produk aslinya. Kegiatan Sosialisasi ini memandu pelaku usaha untuk memahami dengan jelas terkait pentingnya SPP IRT dalam usahanya. SPP IRT memberikan jaminan terhadap kualitas dan juga mutu dari produk sehingga memperhatikan kebersihan, sanitasi sehingga masyarakat merasa aman dalam mengkonsumsi produk yang telah terdaftar. SPP IRT merupakan salah satu persyaratan legalitas yang wajib dimiliki oleh UMKM yang memproduksi makanan, Sertifikat ini menjadi bukti bahwa produk yang dihasilkan telah memenuhi standar keamanan pangan yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Sosialisasi berbicara terkait dengan  alur pendaftaran NIB pada sistem OSS, Klasifikasi Makanan yang masuk pada kategori SPP IRT dan makanan yang tidak bisa diajukan SPP IRT, Alur Pendaftaran IRTP hingga dokumen yang harus disediakan dalam prosesnya. Sosialisasi ini diharapkan daapt meningkatkan kesadaran tentang betapa pentingnya penerapan kebersihan dan sanitasi yang baik pada proses produksi bagi IRTP. Secara keseluruhan, program sosialisasi bertujuan untuk meningkatkan kesiapan IRTP dalam memenuhi seluruh persyaratan SPP-IRT serta mendorong komitmen untuk menjaga dan meningkatkan kualitas,mutu, dan keamanan produk pangan.

Nandoy Oxa246 menit
Hukum

Dosen FH UMM Bagikan Pengalaman Menyusun Dokumen Hukum bagi Tenaga Ahli di Kemenko Polkam

Dosen FH UMM, Dr. Sholahuddin Al-Fatih, SH., MH., berbagi pengalaman menyusun dokumen hukum. Kali ini, pesertanya adalah para tenaga ahli dan analis di Biro Hukum dan Persidangan Kemenko Polkam RI, 10 Oktober 2025 lalu via Zoom.   "Rata-rata dari kita ini kadang bingung, membedakan antara legal opini, pendapat ahli serta dokumen hukum lainnya. Maka dari itu, bimtek ini diperlukan sebagai ajang sharing knowledge." Ungkap Fatih   Agenda yang berlangsung setengah hari tersbeut diharapkan bisa meningkatkan wawasan dan keahlian praktis bagi para peserta.

Sholahuddin Al-Fatih1 menit
Volunteerism

Mahasiswa UMM Laksanakan Medical Check-Up dan Penyuluhan Diabetes untuk Warga Dewasa dan Lansia di Desa Kaliombo, Kediri

Kediri, Jawa Timur – Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang tergabung dalam Program Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) Cluster Kediri melaksanakan kegiatan pemeriksaan kesehatan (medical check-up) sekaligus penyuluhan mengenai penyakit diabetes melitus bagi warga Desa Kaliombo RW 05, Kecamatan Kota, Kota Kediri, pada awal bulan Agustus 2025. Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa tersebut bertujuan untuk mengaplikasikan hilirisasi hasil penelitian Universitas Muhammadiyah Malang. Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja kolaboratif cluster yang terdiri dari 7 kelompok PMM UMM yang tersebar di wilayah Kota dan Kabupaten Kediri. Dengan mengusung semangat “Mahasiswa Hadir, Masyarakat Sehat”, kegiatan ini menyasar secara khusus warga dewasa hingga lansia, yang dianggap paling rentan terhadap penyakit tidak menular, khususnya diabetes. Medical check-up dilaksanakan di Desa Kaliombo tepatnya di rumah Ketua RW 05, Bapak Dimyati, yang juga turut mendukung penuh kegiatan ini sejak awal. Pemeriksaan yang dilakukan meliputi cek gula darah, tensi darah (tekanan darah), kolesterol, serta pengukuran tinggi dan berat badan. Warga yang hadir diperiksa langsung oleh mahasiswa dan diberikan hasil pemeriksaan disertai penjelasan sederhana dan mudah dipahami. Sebelum pemeriksaan, mahasiswa juga memberikan penyuluhan singkat mengenai diabetes melitus, mulai dari faktor risiko, gejala awal, komplikasi, hingga cara pencegahan melalui pola makan sehat, aktivitas fisik, dan manajemen stres. Agar informasi tidak hanya berhenti di tempat, peserta juga diberikan brosur informatif berisi rangkuman materi tentang diabetes yang bisa dibaca di rumah bersama keluarga. Menariknya, kegiatan ini juga dihadiri oleh Dosen Pembimbing Lapang (DPL) PMM Cluster Kediri, yaitu Ibu Uun Zulfiana, M.Psi. Dalam kesempatan tersebut, beliau ikut menyaksikan langsung jalannya kegiatan medical check-up dan berdialog bersama warga. Ibu Uun juga menyempatkan diri untuk berbincang dengan Bapak Dimyati mengenai pelaksanaan dan dampak dari program kerja cluster ini. Dalam perbincangannya, Ibu Uun menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran sosial bagi mahasiswa. “Program PMM ini adalah bagian dari pembentukan karakter mahasiswa agar mampu berkontribusi langsung di tengah masyarakat, khususnya dalam bidang kesehatan preventif. Kami harap kegiatan seperti ini bisa memberikan dampak nyata bagi warga,” ujar beliau. Bapak Dimyati pun mengungkapkan apresiasinya terhadap kehadiran mahasiswa dan dosen pembimbing dari UMM. “Saya mewakili warga RW 05 merasa sangat senang dan terbantu. Banyak warga dewasa dan lansia yang sebelumnya tidak mengetahui kondisi kesehatannya, jadi kegiatan ini sangat bermanfaat. Terima kasih untuk mahasiswa dan Universitas Muhammadiyah Malang atas inisiatifnya,” ujarnya. Salah satu mahasiswa perwakilan cluster, Erik Erlangga, menyampaikan bahwa target utama program ini memang difokuskan pada warga usia dewasa dan lanjut usia karena mereka lebih berisiko mengalami gangguan kesehatan seperti diabetes, hipertensi, dan kolesterol tinggi. “Kami berharap kegiatan ini bisa menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih peduli pada kondisi tubuh mereka, terutama di usia yang sudah tidak muda lagi,” katanya. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari promosi kampus Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), di mana mahasiswa membawa semangat Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui pengabdian kepada masyarakat. Melalui pendekatan langsung, UMM ingin menunjukkan peran aktif kampus dalam menjawab tantangan kesehatan masyarakat serta memperkenalkan diri sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga peduli terhadap lingkungan sosial. Dengan antusiasme warga yang tinggi, kehadiran dosen pembimbing, serta keterlibatan aktif seluruh anggota cluster, kegiatan ini menjadi salah satu contoh sinergi yang baik antara dunia pendidikan dan masyarakat. Mahasiswa berharap program serupa dapat terus dilanjutkan di masa mendatang dan menjangkau lebih banyak wilayah di Kediri maupun daerah lainnya.

Daffa Oxa Hernanda5 menit