#Citizen Reporter

Agama

Semarak Syiar Ramadhan, FH UMM Gelar Kajian dan Buka Bersama

Malang (2/5) - Semarak syiar Ramadhan terasa di seantero UMM. Pandemi Covid-19 justru semakin membuat segenap sivitas UMM giat dalam meningkatkan imun dan iman. Salah satunya melalui serangkaian kegiatan di bulan Ramadhan, seperti Tadarus Ramadhan, Baitul Arqam hingga Safari Ramadhan.             Tak cukup hanya di tingkat Universitas, FH UMM juga menambah semarak agenda dan syiar Ramadhan dengan beragam kegiatan, seperti khotmil qur'an, kajian fiqh puasa setiap hari ahad pagi hingga buka bersama.             "Alhamdulillah kami rutin tadarus dan membuat list khotmil qur'an. Tiap pagi selepas shubuh kami membaca Al-Qur'an secara disimak melalui Zoom. Ada kajian fiqh puasa juga tiap ahad pagi." Ujar Agung Prabowo, salah satu tim semarak syiar Ramadhan FH UMM.             Kajian fiqh puasa setiap ahad pagi diasuh secara bergantian oleh para dosen FH UMM yang sangat kompeten di bidangnya, seperti Ustadz M. Lutfi, Ustadz Syariful Alam, Ustadz Mokh. Najih dan ditutup dengan Ustadz Tongat, Dekan FH UMM.             Sementara kegiatan buka puasa bersama diselenggarakan dengan mematuhi protokol kesehatan yang sangat ketat dan digelar secara luring di lorong FH UMM. Serangkaian kegiatan tersebut diharapkan bisa menambah khusyu' ibadah di bulan Ramadhan, menambah ilmu dan menyemarakkan syiar Ramadhan. (saf/hum)

Sholahuddin Al-Fatih2 menit
Hukum

Tegas, Dosen FH UMM Tolak Isu Perpanjangan Masa Jabatan Presiden dalam Amandemen Konstitusi

Malang (6/4) - Amandemen terhadap konstitusi menjadi isu hukum yang akhir-akhir ramai diperbincangkan. Salah satu substansi amandemen yang menjadi topik hangat di kalangan masyarakat, adalah terkait masa jabatan Presiden.             Fenomena tersebut menjadi topik yang diangkat oleh Center for Strategic and Indonesian Public Policy (CSIPP) bersama Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Malang (FH UMM). CISPP dan FH UMM menggelar kuliah umum virtual (3/4) dengan tema Amandemen UUD NRI 1945; Mengukuhkan Demokrasi atau Oligarki.             Bertempat di ruang virtual Zoom, agenda kuliah umum tersebut dihadiri oleh para pakar dan praktisi di bidangnya, seperti; Ace Hasan Syadzily (Politisi Golkar), Mardani Ali Sera (Politisi PKS), Ahmad Basarah (Politisi PDI-P), Salamuddin Daeng (Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia) dan Sholahuddin Al-Fatih (Akademisi FH UMM).             Dalam pemaparannya, para narasumber sepakat menyampaikan bahwa amandemen terhadap UUD NRI 1945 secara substansial tidak akan membahas isu tentang masa jabatan Presiden. Penguatan kelembagaan pemerintah lebih menjadi topik substantif apabila UUD NRI 1945 dilakukan perubahan atau amandemen.            "PDIP secara tegas menolak dan tidak akan merubah substansi dalam Pasal 7 UUD NRI 1945." Ungkap Ahmad Basarah.             Hal senada juga diikuti oleh narasumber yang lain. Sebab substansi dalam Pasal 7 yang berisi masa jabatan Presiden sebanyak 2 periode, dirasa sudah cukup baik dan tidak perlu dirubah. Sholahuddin Al-Fatih, dosen HTN FH UMM menambahkan, bahwa penambahan masa jabatan Presiden berpotensi melahirkan otoritarianisme dan membuka luka sejarah era orde lama dan orde baru.             "Tidak boleh. Cukup dua kali periode saja. Bahkan jika perlu, masa jabatan anggota legislatif juga harus dibatasi. Agar tidak terjadi abuse of power." Sambung Sholahuddin.             Agenda kuliah umum tersebut berakhir sekira pukul 12.00 WIB. Peserta kuliah umu tidak hanya mahasiswa FH UMM, namun juga para akademisi, praktisi juga jurnalis dari beberapa wilayah di Indonesia. (saf/hum)

Sholahuddin Al-Fatih3 menit
Ekonomi

Pelatihan Taekwondo oleh Kelompok 91 PMM UMM 2021 Disambut sangat Antusias

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang tergabung dalam kelompok 91 Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) tahun 2021 dengan Dosen Pembimbing Lapangan Bapak Sholahuddin Al Fatih, S.H., M.H, mengadakan pelatihan taekwondo di Desa Ardimulyo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang pada hari Sabtu (6/3/2021). Pelatihan Taekwondo ini dilatih langsung oleh Sintia Rahmah. Sintia Rahmah merupakan salah satu anggota kelompok 91 PMM UMM 2021 dan juga merupakan pelatih utama UKM Taekwondo Universitas Muhammadiyah Malang. Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini disambut antusias oleh anak-anak yang berada di Desa Ardimulyo. Hal ini dibuktikan dengan kehadiran peserta yang berjumlah 20 orang pada agenda pelatihan perdananya. Para peserta didominasi oleh pelajar SD hingga SMP di desa tersebut. Menurut Laura, salah satu peserta dalam pelatihan taekwondo mengatakan, pelatihan ini sangat seru dan berharap agar kedepannya dapat diadakan lagi. "Tadi latihannya seru dan semoga nanti bisa diadakan secara berlanjut" ujar laura. Pelatihan Taekwondo yang diadakan oleh Kelompok 91 PMM UMM 2021 merupakan salah satu agenda program kerja mereka dalam kegiatan PMM ini. menurut Fira Maulida Ahsaniah yang merupakan koordinator Kelompok 91 PMM UMM 2021, tujuan mereka mengadakan pelatihan ini adalah untuk menggali minat dan bakat para pelajar yang ada di Desa Ardimulyo. "Tujuan kami memprogramkan pelatihan taekwondo ini yakni untuk menggali minat dan bakat para pelajar di desa ini" ujar fira. "Kami juga berharap agar kedepannya adik-adik ini tetap menjaga semangatnya dalam mengikuti pelatihan taekwondo  dan juga berharap dalam pelatihan selanjutnya jumlah peserta dapat bertambah lagi"timpal Silly Widyas Friscana, selaku anggota Kelompok 91 PMM UMM 2021.

Aulina Zahra Putri2 menit
Ekonomi

Meningkatkan Semangat Berwirausaha di Masa Pandemi, Mahasiswa PMM UMM Lakukan Pelatihan Pembuatan Selai Srikaya Pandan

Mahasiswa Kelompok 91 program Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) Universita Muhammadiyah Malang (UMM) dengan dosen pembimbing lapangan, bapak Sholahuddin Al-Fatih, S.H.,M.H. mengadakan kegiatan pelatihan pembuatan selai srikaya dengan bahan sederhana di Desa Ardimulyo, Kecamatan Singosari, kabupaten Malang. Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Ardimulyo pada hari Minggu (21/3) ini merupakan bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat desa dalam kegiatan PMM. Program pelatihan ini diadakan sebagai upaya meningkatkan semangat berwirausaha di masa pandemi yang sudah melanda Indonesia selama satu tahun ini. Program ini dihadiri oleh ibu-ibu penggerak PKK dan PAUD Anak Cerdas Desa Ardimulyo. Menurut Nurul Salsabila selaku anggota Kelompok 91 PMM UMM yang sekaligus menjadi pengarah dalam pelatihan ini mengatakan bahwa dalam pembuatan selai srikaya ini menggunakan bahan yang sederhana dan sangat mudah di dapatkan dan juga harganya murah.  “Selai srikaya yang akan kita buat ini hanya menggunakan 5 bahan yang sangat mudah di dapat, yakni santan kelapa kental, gula, daun pandan maupun perisa pandan, telur, dan garam. Dan proses pengolahannya pun cukup mudan. Meski demikian, selai srikaya ini memiliki harga jual yang lumayan di pasaran dan cukup banyak diminati.” Nurul juga berharap, pelatihan ini dapat bermanfaat bagi masyarakat sehingga jika masyarakat ingin mengonsumsi selai srikaya bisa membuatnya sendiri di rumah dan bagi masyarakat yang masih bingung ingin membuka bisinis, mereka bisa mencoba bisnis selai srikaya ini untuk ide jualannya. Selain mengadakan pelatihan pembuatan selai srikaya, Kelompok 91 PMM UMM ini juga mengajarkan cara branding selai srikaya melalui kemasan yang menarik dan juga cara pemasaran melalui social media seperti whatsapp dan facebook. “Sosialisasi terkait branding selai srikaya yang telah dibuat tadi dengan kemasan yang menarik dan pemasaran melalui social media diharapkan agar masyarakat yang ingin membuka usaha pembuatan selai srikaya ini dapat bersaing dengan selai srikaya yang dijual di minimarket maupun supermarket kebanyakan”tambah Nurul.

FIRA MAULIDA AHSANIAH3 menit
Hukum

Tingkatkan Kesadaran Hukum Masyarakat, PMM UMM Berikan Edukasi Mengenai SPP-IRT

Malang (27/3) - Sejumlah mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang tergabung dalam program Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) Kelompok 91 dengan Dosen Pembimbing Lapangan Bapak Sholahuddin Al-Fatih, S.H., M.H. menggelar kegiatan edukasi terkait urgensi dan pendaftaran Sertifikat Produksi Pangan Indistri Rumah Tangga (SPP-IRT) kepada ibu-ibu PKK dan PAUD Anak Cerdas di Desa Ardiulyo, Kecamatan Singosari, Malang. Kegiatan ini di laksanakan di Balai Desa Ardimulyo pada hari Minggu (21/3). Kegiatan ini dilakukan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran hukum masyarakat Desa Ardimulyo terkait pentingnya industri rumah tangga memiliki SPP-IRT sebagai bentuk keikutsertaan para produsen IRT membantu negara dalam menjamin mutu dan gizi serta kualitas pangan bagi konsumen serta menjamin keselamatan konsumen. SPP-IRT adalah jaminan tertulis yang diberikan oleh Bupati/Walikota melalui Dinas Kesehatan terhadap pangan produksi IRTP di wilayah kerjanya yang telah memenuhi persyaratan dalam rangka peredaran pangan. Seperti yang kita tahu, dalam kondisi pandemi seperti sekarang ini, banyak sekali bermunculan UMKM baru khususnya terkait produksi pangan. Namun, tak banyak di antara mereka yang mengetahui bahwa produksi industri rumah tangga atau produksi yang dilakukan di rumah itu harus memiliki SPP-IRT. Oleh karena itu, mahasiswa Fakultas Hukum UMM yang tergabung dalam PMM Kelompok 91 ini melaksanakan kegiatan tersebut. Dalam edukasi yang mereka lakukan, mereka menjelaskan terkait pentingnya memiliki SPP-IRT, syarat pendaftaran SPP-IRT, serta prosedur pendaftaran SPP-IRT di Dinas Kesehatan. Koordinator PMM Kelompok 91 mengatakan “SPP-IRT ini sangat penting dimiliki oleh produsen karena SPP-IRT digunakan sebagai izin edar suatu produk pangan dan digunakan untuk menjamin kualitas mutu dan gizi bagi masyarakat. Jadi, jika suatu produsen Pangan Industri Rumah Tangga (P-IRT) tidak memiliki SPP-IRT maka produk pangan yang di edarkan tersebut ilegal”. Edukasi terkait SPP-IRT ini disambut baik oleh masyarakat dalam hal ini yakni ibu-ibu PKK dan PAUD Anak Cerdas di Desa Ardimulyo.  “Saya mengucapkan terima kasih kepada adik-adik PMM UMM yang telah membagikan ilmunya kepada kami terkait SPP-IRT ini, karena banyak diantara ibu-ibu yang ada disini baru mengetahui hal tersebut. Semoga ilmu yang telah dibagikan tadi dapat bermanfaat bagi kita semua” ujar Ibu Hambali, selaku Wakil Ketua PKK Desa Ardimulyo sekaligus Kepala Sekolah PAUD Anak Cerdas (pmm/91).

Sholahuddin Al-Fatih3 menit