#True Story

Hukum

Kemegahan 3 Guru Besar Fakultas Hukum UMM dalam Sidang Senat Terbuka Pengukuhan Guru Besar

Malang (8/2/24) – Sidang Senat Terbuka terkait Pengukuhan Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Malang telah berlangsung pada tanggal 7 Februari 2024. Kegiatan tersebut bertempat pada Dome UMM dengan dihadirinya Rektor UMM, Ketua BPH, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah, Kepala LLDIKTI Wilayah VII Jatim, serta jajaran tamu undangan lainnya. Sedangkan pemeran utama dalam kegiatan ini sendiri yakni Prof. Dr. Sidik Sunaryo, SH., M.Si., M.Hum selaku Guru Besar Bidang Hukum Pidana, selanjutnya ialah Prof. Dr. Fifik Wiryani, SH., M.Hum selaku Guru Besar Bidang Ilmu Hukum, dan yang terakhir merupakan Guru Besar Bidang Ilmu Hukum yaitu Prof. Dr. Tongat, SH., M.Hum.   Serangkaian kegiatan dilakukan mulai dari menyanyikan lagu Indonesia Raya dan juga Sang Surya bersama-sama, tarian pembukaan, pembukaan acara oleh Prof. Dr. Nazaruddin Malik, S.E., M.Si. selaku Rektor UMM, pembacaan ayat suci Al Quran, pembacaan Surat Keputusan oleh Prof. Dr. Ir. Wahyu Widodo, MS selaku Ketua Dewan Guru Besar, dan sambutan oleh Kepala LLDIKTI Wilayah VII Jatim, Prof. Dyah Sawitri, SE, MM.   Tidak lupa kegiatan inti yakni Orasi Ilmiah yang disampaikan oleh ketiga Guru Besar pada pertengahan acara. Orasi Ilmiah dimulai oleh Prof. Dr. Fifik Wiryani, SH., M.Hum dengan menyampaikan Orasi Ilmiah pada bidang Agraria dengan judul Hak Menguasai Negara, Konflik dan Keadilan Agraria. ″Judul atau tema ini sengaja saya pilih berdasarkan  pertimbangan khusus bahwa menguasai negara merupakan terminologi resmi dari UU No 5 tahun 1950 tentang Agraria″ berikut ucap beliau. Selanjutnya Orasi Ilmiah dilanjutkan oleh Prof. Dr. Tongat, SH., M.Hum. dengan menyampaikan Orasi Ilmiah pada bidang Hukum Pidana dengan judul Pidana Kerja Sosial Urgensi Dan Kontriburinya Dalam Hukum Pidana Indonesia Di Masa Datang. Tema tersebut diangkat atas kegelisahan beliau selaku orang hukum, ″Tema ini saya angkat atas kegelisahan saya selaku orang hukum dalam mengikuti dan menyaksikan pelaksanaan pidana penjara di Indonesia yang kian hari kian memprihatinkan″. Dan Orasi Ilmiah terakhir disampaikan oleh Dr. Sidik Sunaryo, SH., M.Si., M.Hum dengan menyampaikan Orasi Ilmiah dengan tema Keadilan Eklektik Sebuah Frasa Kesaksian Menggali Makna Dalam Optik Situs, Ritus, dan Aktus. (elv)

Elvaretta Zahra YP4 menit
Motivasi

Memaknai Future Leader Challenge (FLC) 2024 Sebagai Ajang Lahirnya Calon Pemimpin Masa Depan

Akhir Desember 2023, menjadi bulan penting bagi para mahasiswa aktivis calon penerima manfaat (CPM) Beasiswa Aktivis Nusantara (Bakti Nusa), dengan dikeluarkannya nama-nama mahasiwa yang berhasil lolos seleksi Bakti Nusa yang kali ini memasuki angkatan ke 13. Setelah melewati panjangnya rangkaian proses seleksi, Bakti Nusa mengumumkan 52 nama mahasiswa terbaik dari seluruh penjuru negeri yang terpilih menjadi penerima manfaat Bakti Nusa ke-13. Mahasiswa-mahasiswa terbaik calon pemimpin ini tersebar di berbagai pelosok negeri tidak kurang dari 14 kampus PTN ternama, meliputi : UNAND, UNSRI, USU, UI, UNPAD, ITB, IPB, UGM, UNS, ITS, UNAIR, UB, UNUD, dan UNHAS dari total 13 wilayah regional, meliputi : Padang, Medan, Palembang, Jakarta, Bogor, Bandung, Yogyakarta, Solo, Surabaya, Malang, Bali, dan Makasar. Seiring dengan diumumkannya nama-nama CPM Bakti Nusa 13, maka dimulai pula agenda Bakti Nusa berupa program orientasi, internalisasi sekaligus pengukuhan CPM Bakti Nusa yang diberi nama Future Leader Challenge tahun 2024 atau disebut juga FLC 2024, yang dilaksanakan secara daring pada tanggal 20-21 Januari 2024, juga secara luring di kota Bandung pada tanggal 26-28 Januari 2024. Agenda FLC 2024 mengambil sebuah tema besar yaitu "Integrasi, KolaborAKSI, Collab-in aja". Nilai pertama yaitu integrasi,  yang mencerminkan nilai-nilai kejujuran dan rasa tanggung jawab dari amanah yang diemban oleh setiap calon penerima manfaat Bakti Nusa 13 karena nantinya setiap CPM akan menjalani sebuah Leadpro yang dituntut berdampak bagi para penerima manfaat. Nilai ini disebut pertama dan paling krusial diantara yang lainnya. Integrasi menggambarkan seberapa besar CPM Bakti Nusa bertanggung jawab bukan hanya pada diri sendiri tetapi juga pada orang lain. Integrasi mencerminkan kemandirian CPM, bahwa CPM sudah selesai dengan tanggung jawab mereka sendiri dan siap untuk bertanggung jawab dengan maslahat orang banyak. KolaborAksi dapat diartikan sebagai movement atau pergerakan yang dilakukan CPM secara bersama-sama yang diharapkan dapat menjadi penggerak bagi setiap pihak yang terkait untuk membawa dampak perubahan bagi penerima manfaat lainnya dalam lingkup Bakti Nusa. Collab-in aja berarti sebuah ajakan bagi para CPM Bakti Nusa untuk bersama-sama melakukan program Bakti Nusa agar dampak yang diberikan bisa lebih baik dan lebih luas. Selain itu, ajakan ini mencerminkan kebersamaan CPM Bakti Nusa dalam menjalani seluruh program yang ada di Bakti Nusa. Tema FLC 2024 ini merupakan simplifikasi dari 4 nilai luhur yang ditanamkan oleh Bakti Nusa yaitu "integritas, cendekia, transformatif, dan melayani"  yang juga turunan dari 4 sifat Rasulullah SAW yakni shiddiq, fatonah, amanah, tabligh. Ini berarti semangat Bakti Nusa adalah ingin menciptakan sebuah generasi pemimpin dengaan nilai luhur sesuai dengan sifat Nabi SAW. Future Leader Challenge 2024 yang dilakukan secara daring, pada tanggal 20-21 Januari 2024, menghadirkan banyak pembicara. Pada hari pertama FLC, Bakti Nusa menghadirkan materi perkenalan dasar tentang lembaga yang menaungi Bakti Nusa, yaitu Dompet Dhuafa (DD). Pemateri pertama yaitu Pak Bayu Candra Winata sebagai GM Divisi Kepimpinan Literasi Bangsa LPI DD, yang dengan semangat memperkenalkan Lembaga Pengembangan Insani Dompet Dhuafa atau disingkat LPI DD mulai dari sejarahnya, visi misinya, dampaknya dan sebagainya. "LPI DD berkomitmen melahirkan penerima manfaat yang mampu berkontribusi dalam masyaraka, kami (LPI DD) akan sangat senang sekali apabila alumni beasiswa LPI DD dapat menebar kebermanfaatan yang lebih luas lagi." Ucap Pak Bayu. Pemateri kedua adalah Pak Mulyadi Saputra dengan materi Understanding Dompet Dhuafa. Pak Mulyadi menjelaskan berkaitan dengan lembaga amil zakat Dompet Dhuafa dan hubungannya dengan Bakti Nusa. Beliau juga berharap agar Bakti Nusa ini bisa menjadi suatu jalan dakwah dalam membantu masyarakat Indonesia. Pada hari kedua FLC daring, FLC membawakan "Webinar Get Ready to Face Life After Campus" dengan sistem talkshow yang menghadirkan 2 pemateri yang tak kalah insightful, yaitu Masandi Rachman Rosyid atau biasa dipanggil Mas Riwan seorang Praktisi HR dan Fadjar Mulya atau Mas Fadjar seorang akademisi atau dosen Fakultas Maju dan Multidisipliner di Universitas Airlangga. Semangat yang dibawa FLC pada sesi materi ini adalah bagaimana sebagai mahasiswa akhir CPM mempersiapkan kehidupan setelah kampus, diambil dari sudut pandang seorang praktisi dan seorang akademisi. Sesi ini juga membuka mindset dan pandangan CPM mengenai realita yang terjadi setelah lulus dari dunia kampus. Salah satu kutipan yang insightful dari Mas Fadjar “ Tidak apa-apa untuk mengambil jeda waktu sebentar untuk impact yang lebih besar ke depannya. Karena sejatinya, memiliki tujuan yang jelas ke depan adalah kompas hidup yang memberikan keteguhan meskipun arah hidup mungkin berubah.” FLC 2024 berlanjut ke acara luring pada tanggal 26-28 Januari 2024, bertempat di wilayah Bandung, sebagai tuan rumah FLC 2024. Gedung serbaguna masjid Salman ITB menjadi saksi bisu bagaimana CPM Bakti Nusa dari berbagai regional bertemu dan saling menjalin silaturahmi satu sama lain. Acara kemudian dipindah ke gedung Puslatbang PKASN LAN RI yang berada di Jatinangor, Sumedang. Hari pertama disambut dengan acara Young Activist Voices : Unite For Palestine Freedom. Sebuah acara talkshow dengan bintang tamu Erlangga Greschinov dan Farah Qoonita, para aktivis palestina. CPM diajak untuk mengerti kondisi dan situasi Palestina terkini dan langkah yang bisa diambil bagi para aktivis seperti CPM Bakti Nusa. Malamnya dilanjut dengan acara pengukuhan secara tertulis CPM Bakti Nusa dengan menandatangani form kesediaan mengikuti Bakti Nusa ke-13. Dengan prosesi pengukuhan ini, secara tertulis CPM Bakti Nusa menjadi bagian dari PM Bakti Nusa yang ke-13. Keesokannya, CPM mengikuti materi Design Thinking yang diisi oleh Kak Faris Prima, tentang bagaimana mencari solusi dan mendesain sebuah sistem pemikiran yang benar dalam menyelesaikan masalah. Malam hari kedua ini juga menjadi ajang pentas seni dan kreasi yang diadakan di Kiara Payung. Setiap regional berlomba menampilkan kesenian terbaik dari daerah asalnya masing-masing, ada yang menampilkan drama, lagu khas daerah, pantun, tarian, dan pakaian adat daerah masing-masing regional. Malam itu menjadi malam yang tak terlupakan bagi para CPM Bakti Nusa, dengan gelak tawa dan rasa hangat menyatu menyaksikan masing-masing regional tampil di depan api unggun. Hari terakhir, CPM mengikuti sebuah Tracking yang dipandu oleh teman-teman MAAR dari Universitas Padjajaran di kawasan Gunung Manglayang. Tracking ini mengajarkan arti kebersamaan, keteguhan, dan kepeduliaan pada lingkungan, baik manusia atau pun alam sekitarnya, temasuk hewan dan tumbuhan. Jalan-jalan terjal Gunung Manglayang mengajarkan bagaimana para CPM  harus bisa mengamalkan 4 nilai luhur Bakti Nusa sebagai pemimpin di masa depan. Terakhir acara FLC ditutup dengan pengukuhan secara simbolis oleh para manajer wilayah yang hadir, dan dimeriahkan dengan pembacaan nominasi peserta FLC 2024. Akhir kata, FLC 2024 bukan hanya menjadi satu ajang orientasi bagi PM Bakti Nusa 13, lebih dari itu FLC mengajarkan banyak hal terkait bagaimana menciptakan kepemimpinan yang baik. Seperti kutipan Tom Peters “Pemimpin tidak menciptakan pengikut, mereka menciptakan lebih banyak pemimpin.” Yang diharapkan dari FLC 2024 adalah bagaimana PM Bakti Nusa 13 menjadi pemimpin yang baik yang dapat memberikan manfaat seluas-luasnya kepada penerima manfaat lainnya, sehingga tumbuhlah pemimpin-pemimpin baru yang akan meneruskan rantai kebaikan ini.

muhammad naufal10 menit
Pendidikan

Tim Fakultas Hukum UMM Gali Potensi Pengacara Muda : Ratusan Siswa Terlibat dalam Program KESI UMM di Kalimantan Selatan

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) baru-baru ini memeriahkan dunia akademis dengan menggelar acara pencerahan melalui program Kompetensi Ekstra Siswa Indonesia (KESI UMM). Dalam suasana yang penuh semangat, Tim Fakultas Hukum UMM, yang dipandu oleh Nur Putri Hidayah, A.Md., SH., MH., dan Dwi Ratna Indri Hapsari, SH. MH., membuka wawasan mengenai peran krusial pengacara muda di Provinsi Kalimantan Selatan. Perhelatan ini, yang berlangsung antara tanggal 23 hingga 25 Januari 2024, disambut dengan antusiasme tinggi dari siswa dan siswi di daerah sekitas, termasuk perwakilan dari SMAN 1 Banjarbaru, SMAN 2 Martapura, SMA Muhammadiyah 1 Banjarmasin, SMAN 7 Banjarmasin, dan SMAN 6 Banjarmasin.   Dalam penyelenggaraan ini, mahasiswa tidak hanya mendapatkan pemahaman mendalam mengenai tugas dan tanggung jawab pengacara muda dalam praktik hukum modern, tetapi juga diperkenalkan pada beragam aspek menarik dari profesi tersebut. Presentasi yang disajikan oleh Nur Putri Hidayah dan Dwi Ratna Indri Hapsari mencuri perhatian, menciptakan ikatan yang kuat antara teori hukum dan realitas lapangan. Acara ini menjadi panggung inspirasi, menggali potensi mahasiswa dalam menyongsong masa depan hukum yang penuh tantangan.   Keunggulan acara ini tidak hanya terletak pada interaksi erat antara pemateri dan peserta dari UMM, tetapi juga melibatkan siswa dari berbagai SMA terkemuka di Kalimantan Selatan. Sesi tanya jawab menjadi ajang di mana mahasiswa menyuarakan keingintahuan dan pemahaman mendalam mereka mengenai isu-isu hukum terkini. Keterlibatan SMAN 1 Banjarbaru, SMAN 2 Martapura, SMA Muhammadiyah 1 Banjarmasin, SMAN 7 Banjarmasin, dan SMAN 6 Banjarmasin menambahkan nuansa dinamis dalam acara tersebut, membuktikan bahwa kegiatan semacam ini memiliki dampak positif yang merata di berbagai lapisan masyarakat pendidikan. Harapannya, keberhasilan acara ini dapat menjadi dorongan bagi KESI UMM untuk terus menyelenggarakan program serupa, membuka wawasan dan menciptakan generasi pengacara muda yang berdaya saing tinggi.

Elvaretta Zahra YP3 menit
Pendidikan

Sosok Influencer dan Hukum Milenial Jadi Tren: KESI UMM Pecahkan Antusiasme Siswa di Kalimantan Selatan!

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menciptakan gebrakan besar dalam pendidikan non-formal dengan menggelar Kompetensi Ekstra Siswa Indonesia (KESI UMM) di provinsi Kalimantan Selatan pada 23-25 Januari 2024. Acara yang dihadiri oleh siswa-siswi SMA terpilih, termasuk perwakilan dari SMAN 3 Banjarmasin, SMAN 10 Banjarmasin, SMAN 2 Banjarmasin, SMAN 1 Martapura, dan SMK Telkom Banjarbaru, menghadirkan Tim Fakultas Hukum UMM dengan materi yang tak kalah kontroversial dan relevan: "Hukum bagi Influencer Milenial."   Sorotan acara tidak hanya pada keberhasilan penyelenggaraannya, tetapi juga pada tingginya antusiasme siswa-siswi yang tampak begitu terlibat. Dalam sesi pemaparan materi yang dipandu oleh Cholidah, S.H., M.H., dan Isdian Anggraeny, S.H., M.Kn., siswa-siswi tidak hanya menjadi pendengar pasif, melainkan terlibat aktif dalam sesi tanya jawab. Tim Fakultas Hukum UMM membawa siswa-siswa ke dalam dunia hukum yang kini semakin relevan, dengan fokus pada aspek hukum yang terkait dengan profesi influencer di era milenial.   Topik "Hukum bagi Influencer Milenial" menjadi magnet tersendiri bagi siswa-siswa, yang semakin menyadari peran dominan influencer dalam memengaruhi opini publik melalui media sosial. Pemahaman mendalam tentang regulasi dan tanggung jawab hukum dalam menjalankan profesi sebagai seorang influencer menjadi daya tarik utama. Pertukaran gagasan dan pengetahuan di bidang hukum tidak hanya memberikan dampak positif terhadap pemahaman siswa mengenai tantangan dan peluang di dunia digital, tetapi juga mendorong mereka untuk menerapkan pengetahuan tersebut dalam kehidupan sehari-hari, baik sebagai konsumen maupun sebagai individu aktif di dunia maya.   Melalui kesuksesan KESI UMM di Kalimantan Selatan, UMM semakin memperkuat perannya dalam mendukung pendidikan non-formal dan meningkatkan kompetensi ekstra siswa di seluruh Indonesia. Acara ini tidak hanya menjadi sumber pengetahuan baru bagi siswa-siswa, tetapi juga memberikan inspirasi untuk terus eksplorasi dan terlibat dalam perkembangan hukum yang kian dinamis di era digital ini.

Elvaretta Zahra YP3 menit
Pendidikan

Mahasiswa UB Upayakan Penekanan Angka Putus Sekolah Melalui Kegiatan Meditasi

Mahasiswa Universitas Brawijaya yang tergabung dalam Tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) bidang Pengabdian Kepada Masyarakat (PM) menawarkan program berjudul SMART CBE dengan mengaplikasikan metode Consciousness Based Education guna meningkatkan self sense dan minat belajar bagi siswa yang berpotensi putus sekolah. Dengan menggandeng mitra pelaksanaan program SMPN Satu Atap Gunungsari 04 yang terletak di Kota Batu, mereka membuat kegiatan meditasi rutin setiap sebelum dan setelah memulai pembelajaran di kelas.   Tim PKM SMART CBE diketuai oleh I Gede Surya Gangga Kasih dari Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis angkatan 2021 dengan beranggotakan Atiqah Mufidah Nur Niansah (Akuntansi 2021), Aisyah Ninda Brilianti (Psikologi 2021), Anindya Putri Ardiningrum Paulus (Psikologi 2022), dan Rahmannisa Hafni Lubis (Ilmu Ekonomi 2022) dengan dosen pendamping Radityo Putro Handrito, SE., M.M., Ph.D. Kegiatan dilakukan dengan total sejumlah 6 kali visit pada 9 Agustus sampai 22 September 2023.   Bapak Dwi Lisman Putra, selaku Kepala Sekolah SMPN Satu Atap Gunungsari 04 mengungkapkan, dengan terlaksananya program SMART CBE ini terdapat beberapa dampak dan perubahan yang sudah terlihat dari sisi peningkatan semangat dan minat belajar siswa. Dengan menciptakan website interaktif smartcbe.web.id, tim PKM SMART CBE mengemas konsep Consciousness Based Education dengan proses pembelajaran yang lebih menarik.    Menurut pengungkapan dari Gangga sebagai ketua tim, lebih lanjut, program ini membantu untuk menyongsong generasi emas 2045 dan mencerdaskan kehidupan bangsa dapat tercapai. Dengan menjalankan program secara rutin, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran, mengembangkan potensi secara maksimal, dan memberikan dampak dalam pembentukan karakter siswa.

Atiqah Mufidah Nur Niansah3 menit