#True Story

Pendidikan

Jawab Kebutuhan Sport Fishing, Mahasiswa UM Kembangkan Tas Penyimpanan Ikan Berbasis Sabut Kelapa

Meningkatnya tren olahraga memancing (sport fishing) mendorong kebutuhan akan perlengkapan yang mampu menjaga kualitas hasil tangkapan. Melihat kondisi tersebut, mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) menghadirkan HUSKIVA BAG, tas penyimpanan ikan berbasis sabut kelapa yang dilengkapi teknologi insulasi termal berlapis.   Berdasarkan data Spherical Insights (2025), pasar perlengkapan sport fishing dunia diproyeksikan terus tumbuh hingga mencapai USD 27,83 miliar pada 2035. Seiring meningkatnya aktivitas memancing, kebutuhan akan media penyimpanan ikan yang praktis dan mampu menjaga kesegaran hasil tangkapan juga semakin besar.   Sport Fishing umumnya menghabiskan waktu hingga sembulan jam dalam satu perjalanan memancing. Selama itu, ikan perlu disimpan pada suhu rendah agar kualitasnya tetap terjaga. Namun, banyak pemancing masih mengandalkan kotak styrofoam yang mudah retak, kurang praktis dibawa, dan kemampuan menjaga suhu dinginnya berkurang ketika es mulai mencair.   Berangkat dari permasalahan tersebut, HUSKIVA BAG dikembangkan sebagai alternatif media penyimpanan ikan yang lebih praktis. Produk ini memanfaatkan sabut kelapa sebagai bahan insulasi yang dipadukan dengan teknologi insulasi termal berlapis untuk membantu menjaga suhu penyimpanan tetap stabil selama perjalanan.   Inovasi ini dikembangkan oleh Ulfa Nur Azizah dan Devita Nisa Pravita Sari dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Nur Hayati dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Mega Pita Pramudyah dari Fakultas Sastra (FS), serta Tiara Yunita Rachman dari Fakultas Vokasi (FV). Seluruh proses pembuatan produk mendapat pendampingan Ibu Dyah Palupi Rohmiati, M.Pd.   Ketua tim, Ulfa Nur Azizah, mengatakan bahwa HUSKIVA BAG dirancang untuk memberikan solusi bagi para pemancing yang membutuhkan wadah penyimpanan ikan yang praktis sekaligus mampu menjaga kesegaran hasil tangkapan selama perjalanan.   "Kami ingin HUSKIVA BAG tidak hanya menjadi hasil karya mahasiswa, tetapi juga benar-benar bermanfaat bagi para pemancing. Harapannya, produk ini dapat membantu menjaga kualitas hasil tangkapan sekaligus memberikan kemudahan saat dibawa bepergian," ujar Ulfa.   Ke depan, tim akan terus menyempurnakan desain, meningkatkan kualitas produk, dan memperluas pemasaran agar HUSKIVA BAG dapat dimanfaatkan oleh lebih banyak masyarakat. Informasi mengenai HUSKIVA BAG dapat diikuti melalui Instagram @huskiva.bag dan Facebook Tashuskiva.

ULFA NUR4 menit
Hukum

Upaya Penguatan Legalitas Pangan UMKM melalui Sosialisasi SPP-IRT oleh Mahasiswa FH UMM

Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang didukung oleh Laboratorium Hukum FH UMM melakukan Sosialisasi, dalam upaya guna meningkatkan kualitas dan legalitas produk UMKM, Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melakukan kegiatan sosialisasi mengenai Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT). Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman terhadap pelaku UMKM terkait pentingnya legalitas pangan dan langkah-langkah yang harus ditempuh untuk mendapatkan SPP-IRT sebagai bentuk izin edar resmi produk pangan oalahan rumah tangga yang dilakukan oleh  Daffa Oxa Hernanda, Aryawan Dwi Wahyu Putera, Revandi Trio Raharjo, Akmal Amrulloh. Mahasiswa FH UMM melakukan sosialisasi kepada  Pak Guntur selaku produsen Keripik kentang dan makaroni dengan Merek Oma'e Snack Das Des adalah salah satu Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang bergerak di sektor makanan ringan di Malang, Jawa Timur. Usaha ini dikenal sebagai penyedia dan produsen aneka camilan kering, dengan fokus utama pada produk olahan kentang (potato snack) dan makaroni yang ditawarkan dengan berbagai varian rasa populer seperti Balado dan Keju. Keunggulan utama Oma'e Snack Das Des terletak pada harga yang sangat terjangkau dan kemudahan aksesibilitas melalui layanan pesan antar online, menjadikan mereka pilihan favorit. Bagi masyarakat yang mencari jajanan cepat, praktis, dan ekonomis. Beroperasi di area Teluk Bayur, Malang, bisnis ini secara efektif melayani pasar ritel dan menawarkan produknya dalam berbagai ukuran kemasan yang sesuai untuk konsumsi pribadi maupun pembelian dalam jumlah lebih besar dan juga di sebar pada toko toko di wilayah Kota Malang, dengan hargar bervariasi mulai dari 8000 ribu rupiah. Pak Guntur menjelaskan bahwa minimnya sosialisasi dari pemerintah daerah baik dari tingkat bawah hingga tingkat yang lebih tinggi, menjadi salah satu penyebab munculnya berbagai pandangan negatif di kalangan pelaku UMKM terkait proses pengurusan SPP IRT, kurangnya informasi yang memadai membuat banyak UMKM beranggapan bahwa pengurusan perizinan tersebut membutuhkan waktu yang lama, berpotensi menimbulkan pungutan liar hingga kekhawatiran dapat mengganggu aktfitas produksi. Akibatnya tidak sedikit pelaku usaha yang ragu atau bahkan enggak untuk menguru SPP-IRT meskipun izin tersebut penting bagi legalitas dan keamanan produk yang mereka hasilkan. Tidak sedikit juga UMKM yang curang dengan cara menggunakan PIRT dari produk lain yang kemudian dimasukan dalam label kemasan yang berbeda dari produk aslinya. Kegiatan Sosialisasi ini memandu pelaku usaha untuk memahami dengan jelas terkait pentingnya SPP IRT dalam usahanya. SPP IRT memberikan jaminan terhadap kualitas dan juga mutu dari produk sehingga memperhatikan kebersihan, sanitasi sehingga masyarakat merasa aman dalam mengkonsumsi produk yang telah terdaftar. SPP IRT merupakan salah satu persyaratan legalitas yang wajib dimiliki oleh UMKM yang memproduksi makanan, Sertifikat ini menjadi bukti bahwa produk yang dihasilkan telah memenuhi standar keamanan pangan yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Sosialisasi berbicara terkait dengan  alur pendaftaran NIB pada sistem OSS, Klasifikasi Makanan yang masuk pada kategori SPP IRT dan makanan yang tidak bisa diajukan SPP IRT, Alur Pendaftaran IRTP hingga dokumen yang harus disediakan dalam prosesnya. Sosialisasi ini diharapkan daapt meningkatkan kesadaran tentang betapa pentingnya penerapan kebersihan dan sanitasi yang baik pada proses produksi bagi IRTP. Secara keseluruhan, program sosialisasi bertujuan untuk meningkatkan kesiapan IRTP dalam memenuhi seluruh persyaratan SPP-IRT serta mendorong komitmen untuk menjaga dan meningkatkan kualitas,mutu, dan keamanan produk pangan.

Nandoy Oxa246 menit
Hukum

Mahasiswa UMM melakukan kegiatan sosialisasi terkait SPP-IRT

pada hari Selasa 11 November 2025 Mahasiswa UMM dari Fakultas Hukum melakukan sosialisasi SPP-IRT kepada Masyarakat yang memiliki usaha dibidang pembuatan snack atau oleh oleh di Malang yang dimana dalam konteks olahan rumah tangga, salah satunya kepada Bapak Irfa'i. Bapak Ir’fai salah satu pembuat olahan rumah tangga yang telah berjalan hampir 20 tahun yang dibuatnya yaitu aneka macam keripik. Dan juga bapak Irfa’I  berkedudukan di Jalan Margobasuki gang 07 Ulil Absor Kota Malang. yang dimana Mahasiswa UMM beranggotakan 4 orang untuk penyuluhan pentingnya pendaftaran SPP-IRT untuk produksi ruma tangga. Kegiatan ini merupakan kegiatan yang sangat produktif selain salah satu tugas yang diberikan oleh kampus melalui salah satu program pembelajaran  wajib kampus kegiatan ini juga dapat membangun minat warga masyarakat untuk mengetahui bahwa adanya pendaftaran SPP-IRT untuk olahan rumah tangganya.  SPP-IRT sendiri diatur dalam Undang Undang BPOM Nomor 4 Tahun 2024 dan kegunaan SPP-IRT sendiri yaitu untuk memastikan keamanan pangan dari usaha rumahan.

Khabib Fatkhur Rizqy2 menit
Volunteerism

Mahasiswa UMM Laksanakan Medical Check-Up dan Penyuluhan Diabetes untuk Warga Dewasa dan Lansia di Desa Kaliombo, Kediri

Kediri, Jawa Timur – Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang tergabung dalam Program Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) Cluster Kediri melaksanakan kegiatan pemeriksaan kesehatan (medical check-up) sekaligus penyuluhan mengenai penyakit diabetes melitus bagi warga Desa Kaliombo RW 05, Kecamatan Kota, Kota Kediri, pada awal bulan Agustus 2025. Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa tersebut bertujuan untuk mengaplikasikan hilirisasi hasil penelitian Universitas Muhammadiyah Malang. Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja kolaboratif cluster yang terdiri dari 7 kelompok PMM UMM yang tersebar di wilayah Kota dan Kabupaten Kediri. Dengan mengusung semangat “Mahasiswa Hadir, Masyarakat Sehat”, kegiatan ini menyasar secara khusus warga dewasa hingga lansia, yang dianggap paling rentan terhadap penyakit tidak menular, khususnya diabetes. Medical check-up dilaksanakan di Desa Kaliombo tepatnya di rumah Ketua RW 05, Bapak Dimyati, yang juga turut mendukung penuh kegiatan ini sejak awal. Pemeriksaan yang dilakukan meliputi cek gula darah, tensi darah (tekanan darah), kolesterol, serta pengukuran tinggi dan berat badan. Warga yang hadir diperiksa langsung oleh mahasiswa dan diberikan hasil pemeriksaan disertai penjelasan sederhana dan mudah dipahami. Sebelum pemeriksaan, mahasiswa juga memberikan penyuluhan singkat mengenai diabetes melitus, mulai dari faktor risiko, gejala awal, komplikasi, hingga cara pencegahan melalui pola makan sehat, aktivitas fisik, dan manajemen stres. Agar informasi tidak hanya berhenti di tempat, peserta juga diberikan brosur informatif berisi rangkuman materi tentang diabetes yang bisa dibaca di rumah bersama keluarga. Menariknya, kegiatan ini juga dihadiri oleh Dosen Pembimbing Lapang (DPL) PMM Cluster Kediri, yaitu Ibu Uun Zulfiana, M.Psi. Dalam kesempatan tersebut, beliau ikut menyaksikan langsung jalannya kegiatan medical check-up dan berdialog bersama warga. Ibu Uun juga menyempatkan diri untuk berbincang dengan Bapak Dimyati mengenai pelaksanaan dan dampak dari program kerja cluster ini. Dalam perbincangannya, Ibu Uun menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran sosial bagi mahasiswa. “Program PMM ini adalah bagian dari pembentukan karakter mahasiswa agar mampu berkontribusi langsung di tengah masyarakat, khususnya dalam bidang kesehatan preventif. Kami harap kegiatan seperti ini bisa memberikan dampak nyata bagi warga,” ujar beliau. Bapak Dimyati pun mengungkapkan apresiasinya terhadap kehadiran mahasiswa dan dosen pembimbing dari UMM. “Saya mewakili warga RW 05 merasa sangat senang dan terbantu. Banyak warga dewasa dan lansia yang sebelumnya tidak mengetahui kondisi kesehatannya, jadi kegiatan ini sangat bermanfaat. Terima kasih untuk mahasiswa dan Universitas Muhammadiyah Malang atas inisiatifnya,” ujarnya. Salah satu mahasiswa perwakilan cluster, Erik Erlangga, menyampaikan bahwa target utama program ini memang difokuskan pada warga usia dewasa dan lanjut usia karena mereka lebih berisiko mengalami gangguan kesehatan seperti diabetes, hipertensi, dan kolesterol tinggi. “Kami berharap kegiatan ini bisa menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih peduli pada kondisi tubuh mereka, terutama di usia yang sudah tidak muda lagi,” katanya. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari promosi kampus Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), di mana mahasiswa membawa semangat Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui pengabdian kepada masyarakat. Melalui pendekatan langsung, UMM ingin menunjukkan peran aktif kampus dalam menjawab tantangan kesehatan masyarakat serta memperkenalkan diri sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga peduli terhadap lingkungan sosial. Dengan antusiasme warga yang tinggi, kehadiran dosen pembimbing, serta keterlibatan aktif seluruh anggota cluster, kegiatan ini menjadi salah satu contoh sinergi yang baik antara dunia pendidikan dan masyarakat. Mahasiswa berharap program serupa dapat terus dilanjutkan di masa mendatang dan menjangkau lebih banyak wilayah di Kediri maupun daerah lainnya.

Daffa Oxa Hernanda5 menit
Volunteerism

PMM Mahasiswa UMM Laksanakan Program Bank Sampah di Desa Kaliombo,Kota Kediri

Kediri, Jawa Timur – Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang tergabung dalam Program Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) melaksanakan kegiatan bertajuk Bank Sampah di Desa Kaliombo, Kecamatan Kota, Kota Kediri. Program ini merupakan bagian dari kontribusi mahasiswa dalam mendukung kebersihan lingkungan dan pengelolaan sampah berbasis masyarakat di wilayah pedesaan. Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa tersebut bertujuan untuk mengaplikasikan hilirisasi hasil penelitian Universitas Muhammadiyah Malang. Dalam kegiatan ini, para mahasiswa membuat dan menyalurkan sepasang bak sampah yang terbagi menjadi dua jenis, yakni organik dan non-organik. Bak sampah tersebut ditempatkan di dua titik strategis, yaitu di depan rumah Ketua RW setempat, Bapak Dimyati, serta di Taman Desa Kaliombo. Penempatan lokasi ini dipilih dengan mempertimbangkan aksesibilitas dan aktivitas masyarakat agar fasilitas ini dapat dimanfaatkan secara optimal. Selain pembuatan bank sampah kelompok kami juga membuat banner yang berisi larangan untuk membuat dan membakar sampah sembarangan hal ini dikarenakan setelah melakukan pengamatan di Lokasi tersebut masih banyak Masyarakat yang membuang sampah dan membakar sampah sembarangan. Sehingga pembuatan banner ini diharapkan dapat membantu mengurangi hal tersebut dikarenakan Ketika orang membaca pesan dari banner tersebut mereka dapat sadar dan tersentuh atas sikap dan perilaku mereka. Tim PMM ini terdiri dari lima mahasiswa UMM, yaitu Erik Erlangga (202210110311330/Koordinator), Eric Estrada (202210110311274/Sekretaris), Nadia Widya A.P. (202210110311355/PDD), Danendra Natha N. (202210110311082/Bendahara), dan Daffa Oxa H. (202210110311252/Penanggung Jawab Perlengkapan). Dengan semangat pengabdian dan tanggung jawab terhadap masyarakat, mereka merancang bak sampah yang fungsional, tahan lama, dan mudah digunakan oleh warga. Pembuatan bak sampah ini merupakan inisiatif dari mahasiswa PMM untuk menyediakan sarana fisik dalam pengelolaan sampah yang lebih tertib di lingkungan desa. Proyek ini difokuskan pada aspek praktik langsung, tanpa kegiatan sosialisasi atau edukasi masyarakat secara langsung, namun tetap membawa dampak positif dengan menyediakan fasilitas yang dapat digunakan dalam jangka panjang. “Kami ingin menghadirkan solusi nyata yang langsung dapat dirasakan manfaatnya oleh warga. Melalui penyediaan bak sampah ini, kami berharap masyarakat bisa mulai terbiasa memilah sampah sesuai jenisnya, sehingga lingkungan desa menjadi lebih bersih dan sehat,” ujar Erik Erlangga selaku Koordinator PMM. Ketua RW setempat, Bapak Dimyati, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa UMM. Ia menyebut bahwa kehadiran bak sampah ini sangat membantu warga dalam mengelola sampah rumah tangga, khususnya dalam pemisahan antara sampah organik dan non-organik yang selama ini masih belum optimal. “Kami sangat berterima kasih kepada adik-adik mahasiswa dari UMM. Bak sampah ini sangat berguna bagi lingkungan kami. Semoga ke depannya bisa terus berkembang dan ditiru oleh lingkungan lainnya,” kata Pak Dimyati. Selain berdampak pada lingkungan, program ini juga memperlihatkan semangat kolaborasi antara dunia akademik dan masyarakat. Mahasiswa tidak hanya belajar secara teoritis di kampus, tetapi juga terjun langsung memberikan kontribusi nyata melalui kegiatan pengabdian. Melalui program ini, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang berharap dapat mendorong kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan melalui tindakan yang sederhana namun berdampak besar. Pembuatan dan penyaluran bak sampah ini menjadi bukti nyata bahwa perubahan bisa dimulai dari langkah kecil yang konsisten. Dengan terlaksananya kegiatan ini, diharapkan Desa Kaliombo dapat menjadi salah satu contoh desa yang mampu menerapkan pengelolaan sampah dengan baik, serta membuka jalan bagi berbagai inovasi lingkungan lainnya di masa mendatang.

Daffa Oxa Hernanda5 menit