#Prestasi

Ekonomi

Sieka Detergen, Inovasi Detergen Terbarukan Untuk Keluarga Masa Kini

Malang (22/7) - Lima mahasiswa dari Universitas Negeri Malang berhasil menciptakan inovasi baru berupa detergen Biodegradable daun sengon berteknologi enzim protease dengan nama SIEKA. Ketua tim, Grace Triana Kristianty menyebutkan bahwa terciptanya produk SIEKA ini berawal dari peningkatan detergen non-biodegradable dalam masyarakat.   “Meningkatnya pemakaian detergen pada masyarakat, secara langsung akan berdampak pada peningkatan limbah detergen yang tentunya berpotensi mencemari ekosistem air, hal tersebut akan meningkatkan pH air yang nantinya akan merusak organisme didalamnya” sebut mahasiswa Universitas Negeri Malang ini.    Surfaktan berupa alkil benzen sulfonat (ABS) dan linear alkil sulfonat (LAS) terdapat pada hampir di semua detergen yang dijual di pasaran, padahal kedua kandungan tersebut dapat merusak lingkungan dan mengganggu makhluk hidup karena sifatnya yang tidak dapat diuraikan atau yang bisa disebut non-biodegradable. Selain berbahaya bagi ekosistem air, surfaktan detergen yang digunakan dipasaran dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan terhadap manusia. Gangguan kesehatan yang ditimbulkan berupa iritasi pada kuit, luka bakar, sakit kepala, katarak, hingga gangguan pada paru-paru.   “Urgensi tersebutlah yang mendorong kami untuk menciptakan inovasi baru yang tidak sekedar ramah lingkungan, namun aman dan nyaman dipakai oleh konsumen kami” tambah ketua tim PKM kewirausahaan ini.    Oleh karena itu Sieka biodegradable detergen hadir sebagai produk yang tidak hanya menjadi detergen ramah lingkungan, namun juga aman bagi kesehatan kulit. Sieka biodegradable dilengkapi dengan MES (Metil Ester Sulfonat) sebagai pengganti SLS yang berperan sebagai surfaktan anionik, HEC dan Tetranyl berperan sebagai pelembut dan pengental yang mudah larut dalam air. Kombinasi bahan-bahan tersebut menjadikan SIEKA sebagai detergen biodegradable yang lebih aman digunakan dibandingkan produk kompetitor, karena produk kompetitor masih menggunakan komponen penyusun yang mengandung bahan kimia berbahaya penyebab terjadinya berbagai gangguan kesehatan dan blooming algae atau penumbuhan alga secara berlebihan.   Biosurfaktan yang dipakai terbuat dari daun sengon yang tentunya mampu meminimalisir cemaran limbah detergen pada perairan. Tidak hanya itu, SIEKA juga menerapkan teknologi enzim protease yang berperan sebagai perontok noda otomatis pada pakaian, sehingga Konsumen tidak perlu mengeluarkan ekstra tenaga ketika mencuci pakaian yang kotor. Produk ini dapat ditemukan di berbagai e-commerce dan sosial media. 

Andiani Salsa3 menit
Pendidikan

Bangun Semangat Menuntut Ilmu, BAKTI NUSA Gelar Uswah Leadership Class

Menyemarakkan Ramadan Eduaction Festival 2022 Lembaga Pengembangan Insani Dompet Dhuafa (LPI DD), BAKTI NUSA sebagai program pengembangan kepemimpinan bagi para aktivis mahasiswa menggelar Uswah Leadership Class, kelas berseri bertajuk “Cendekia: Memakna Perintah Al-Qur’an, Mengembara Menuntut Ilmu”. Kelas berseri pertemuan kedua ini dilakukan Sabtu, (16/4/2022) secara daring melalui platform Zoom. Pada kelas ini, para peserta diajak untuk menguatkan nilai profil program khususnya cendekia Aadrean, Manajer BAKTI NUSA wilayah Padang sekaligus Dosen di Universitas Andalas menyampaikan, seorang pemimpin harus memiliki semangat menuntut ilmu, bahkan hingga merantau ke luar kota asal maupun luar negeri. Dalam memahami kekuasaan Allah Swt., seorang pemimpin memerlukan ilmu untuk bisa memakna lebih dalam dari setiap tanda-tanda-Nya. Caranya, pertama memperkaya pengetahuan serta wawasan dalam konteks sejarah. “Sejarah itu sangat diperlukan, sebab kita tidak perlu mengulangi kesalahan yang sama dan bisa belajar dari yang sudah ada sebelumnya. Menariknya lagi, porsi terbesar dalam Al-Qur’an itu adalah sejarah (kisah),” ujarnya. Menurutnya, seorang pemimpin bisa memaknai kisah masyhur dalam Al-Qur’an tentang Zulkarnain. Lebih lanjut, Aadrean memaparkan tiga hal penting dari kisah Zulkarnain sebagai strategi untuk lanjut studi ke luar negeri. Pertama, paham geografis, seperti mengetahui sebaran letak kampus-kampus terbaik dan negaranya. “Sebagaimana Zulkarnain, seorang Raja saleh penguasa dunia barat dan timur, maka penting untuk menguasai geografi. Karena hasil pemantauan saya, banyak yang ingin kuliah di luar negeri, tapi di mana kampusnya malah belum tahu. Aneh!” ungkap Aadrean. Kedua, lanjutnya, paham sosiologi atau budaya dari target kampus-kampus idaman. “Budaya ini sangat berpengaruh terhadap cara kita agar diterima kuliah di luar negeri. Ada negara yang mengandalkan ujian atau nilai tes, ada negara yang mengandalkan kedekatan emosional dengan calon profesornya,” katanya. Ketiga, pemahaman serta penguasaan bahasa asing menjadi kunci. “Memahami sebaran kampus dan sosial budaya kampus target, harus dengan bahasa Inggris atau bahasa asing yang diakui di kampus target tersebut. Jadi, bahasa itu alat untuk memahami dua hal sebelumnya,” jelasnya. Kegiatan ini dihelat untuk 50 penerima manfaat BAKTI NUSA terpilih dari beberapa kampus ternama di Indonesia seperti Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Universitas Padjadjaran, Institut Pertanian Bogor, Universitas Sumatera Utara, Universitas Andalas, Universitas Sriwijaya, UGM Yogyakarta, UNS Surakarta, Universitas Airlangga, ITS Surabaya, dan Universitas Brawijaya. (mar)

Bakti Nusa3 menit
Pendidikan

Mahasiswa PMM UMM Menerapakan Sistem Tematik dalam Pembelajaran Bahasa Arab

Malang (16/4) - Program Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kelompok 54 gelombang 04 berupaya meningkatkan pembelajaran bahasa Arab dengan sistem tematik. Kegiatan ini dilaksanakan di TPQ MIFTAKHUL JANNAH, Desa Sumbersekar, Kec. Dau, Kab. Malang pada tanggal 12 April – 15 April 2022. Program pengabdian ini dibimbing secara langsung oleh Bapak Nafik Muthohirin, S.Pd.I., MA, Hum selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dari Program Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kelompok 54 gelombang 04.   Program kerja yang dilaksanakan mencakup beberapa pembelajaran bahasa Arab yang dikemas dalam satu tema, diantaranya; Menyanyi bahasa Arab (Ghina Arobi), pembelajaran kata-kata mutiara bahasa Arab (Mahfudzot), pemberian kosa kata bahasa Arab (Mufrodhat) berbasis game dan pelatihan pidato (Khitobah). Dalam kegiatan ini Tim PMM UMM 54 memberikan sedikit edukasi kepada santriwan dan satriwati TPQ terkait sistem pembelajaran ini.   Pada pembelajaran Menyanyi bahasa Arab (Ghina Arobi) ini, sangat berpengaruh terhadap keaktifan dan semangat belajar santriwan dan santriwati. Lagu bahasa Arab yang kami ajarkan juga disertai dengan terjemahan, hal ini bertujuan agar mereka dapat memahami serta dapat menambah kosa kata bahasa Arab (mufrodhat) baru melalui lirik yang telah dinyanyikan. Dikarenakan sebelumnya mereka belum pernah mendapat materi bernyanyi bahasa Arab maka sekalinya mereka mendapatkan materi tersebut, antusias mereka sangatlah terlihat. Sehingga mereka lebih cepat hafal dan sangat enjoy dalam bernyanyi. Selanjutnya pada pembelajaran mahfudzot, kami memberikan materi mengenai kata-kata mutiara bahasa Arab (mahfudzot) sederhana yang dapat diterapkan dalam sehari-hari, seperti; Man Jadda Wa Jada (barang siapa yang bersungguh-sungguh maka akan mendapat), Man Shabara Zhafira (barang siapa yang bersabar maka akan beruntung), Annadhofatu Minal Iman (kebersihan adalah sebagian daripada iman).   Adapun pada materi kosa kata bahasa Arab (murodhat) yang dikemas dengan permainan “Ular Naga Panjang” ini diterapkan guna mempermudah penghafalan kosa kata bahasa Arab pada santriwan dan satriwati TPQ. Mulanya, santriwan-santriwati diberikan materi terlebih dahulu, kemudian dibaca secara ulang-ulang sampai hafal dan diaplikasikan dengan permainan “Ular Naga Panjang”. Sistem permainannya diawali dengan santriwan-santriwati yang berbaris satu banjar kebelakang kemudian terdapat dua orang dari anggota PMM kami yang bertugas untuk menangkap naga (santriwan dan santriwati) secara random. Pada saat salah satu tertangkap, disitulah kakak-kakak memberikan tebakan mengenai mufrodhat yang telah dihafalkan tadi. Hal ini terlaksana dengan baik dan lancar sesuai dengan ekspektasi kami sebelumnya. Santriwan-santriwati juga terlihat sangat menikmati permainannya dan tanpa disadari bahwa mereka telah melaksanakan pembelajaran yang dikemas dengan permainan.   Kemudian yang tidak kalah pentingnya kami juga memberikan pembelajaran mengenai pidato (Khitobah). Mengapa harus pidato? Karena didalamnya mengandung banyak aspek yang sangat penting dan sebisa mungkin harus diterapkan dalam diri mereka, diantaranya; keberanian, kreatifitas dan public speaking. Tiga aspek  tersebut tidak dapat kita sepelehkan begitu saja, karena jika tidak dimulai dari sekarang maka selamanya tidak dapat berkembang dengan baik. Oleh karena itu, kami berusaha semaksimal mungkin dengan pengalaman dan ilmu yang kita punya untuk membantu santriwan dan santriwati dalam belajar berpidato yang baik. Dapat disimpulkan bahwasannya sistem pembelajaran tematik ini dapat berjalan dengan baik dan diterima oleh ustdaz-ustadzah serta santriwan-santriwati TPQ MIFTAKHUL JANNAH, Sumbersekar, Dau.

Masykuriyah Khamidah4 menit
Pendidikan

Sambut Pemimpin Muda, BAKTI NUSA Gelar Temu Perdana YOULEAD Nasional

Lembaga Pengembangan Insani Dompet Dhuafa (LPI DD) sebagai lembaga kemanusiaan yang peduli pada potensi besar pemuda bangsa menginisiasi program Beasiswa Aktivis Nusantara (BAKTI NUSA). BAKTI NUSA merupakan sebuah program pengembangan kepemimpinan bagi para aktivis mahasiswa untuk membentuk tokoh pemimpin berintegritas, cendekia, transformatif, serta melayani demi terwujudnya Indonesia Berdaya.   Pada Sabtu dan Minggu (9-10/4) lalu, sebanyak 155 mahasiswa mengikuti Temu Perdana YOULEAD Nasional yang diadakan oleh BAKTI NUSA secara luring maupun daring via Zoom. Serentak dilakukan di 10 wilayah Indonesia, para mahasiswa yang berasal dari 42 kampus ini diajak untuk menumbuhkan jiwa kepemimpinan mudanya. YOULEAD merupakan ikhtiar BAKTI NUSA menyiapkan pemimpin strategis berintegritas dan mengoptimalkan peran sosial pemimpin muda di tengah masyarakat. Menurut Muhammad Fazar, Supervisor BAKTI NUSA, selain membangun kesiapan pemimpin muda, Temu Perdana YOULEAD Nasional juga menjadi ajang penyambutan Young Leaders Angkatan 3 sebagai keluarga besar BAKTI NUSA.   “Kami ingin selama YOULEAD berlangsung, para penerima manfaat bisa menambah wawasan, meningkatkan keterampilannya, saling mengenal sesama Young Leaders, dan tentu menghadirkan rasa memiliki akan program yang menaungi mereka,” ujar Fazar. Ia menjelaskan bahwa kehadiran YOULEAD juga merupakan salah satu upaya untuk meluaskan manfaat program BAKTI NUSA, “Harapannya, kehadiran YOULEAD tidak hanya dirasakan oleh kampus asal para penerima manfaat BAKTI NUSA, tetapi juga dirasakan oleh kampus-kampus lain yang ada di sekitarnya,” terang Fazar.   Selama enam bulan ke depan para penerima manfaat akan mengikuti serangkaian kegiatan menarik penambah kapasitas dan kapabilitas diri; sebut saja Pembinaan dan Pendampingan, Leaders Sharing, Proyek Pemberdayaan, Leadership Summit, serta Jaringan Kepemimpinan YOULEAD Club Indonesia.   Uswah Nurul Izzati, salah satu penerima manfaat YOULEAD wilayah Surabaya, mengungkapkan bahwa kegiatan yang diusung mampu memberikan banyak inspirasi, “Luar biasa banget, terpilih menjadi bagian YOULEAD menjadi suatu kebanggaan tersendiri. Karena bisa mengasah kemampuan kepemimpinan dan berprestasiku,” ujar Izza yang juga merupakan mahasiswi Fakultas Keperawatan, Universitas Airlangga.   “Kegiatan kemarin juga menambah relasi teman dari berbagai kampus. Selain itu, kita juga berkenalan dengan mentor-mentor di program YOULEAD yang tentunya mereka ini orang-orang hebat dan luar biasa,” tutup Izza. (MAR)

Bakti Nusa3 menit
Agama

Gandeng BAKTI NUSA, LPI Dompet Dhuafa Kembali Gelar Ngabubulive Ramadan

Pada Minggu (3/4), Lembaga Pengembangan Insani Dompet Dhuafa (LPI DD) kembali mengoptimalkan peran dan potensi para penerima manfaat dan alumni penerima beasiswanya dalam Ngabubulive 4.0 Ramadan perdana yang diadakan daring via Zoom. Di tahun keempat Ngabubulive, LPI DD menggandeng BAKTI NUSA, Etos ID, Smart Ekselensia Indonesia, serta Bangun Kolaborasi, dalam perhelatan webinar berseri tersebut.   Mengusung tema-tema menarik dan kekinian, Ngabubulive perdana tersebut mengajak Maliki Febriantono Saputra, Alumni BAKTI NUSA Angkatan 10 sekaligus Founder Leads Indonesia, selaku narasumber; serta Poppy Rahmatul Hadja, Penerima Manfaat BAKTI NUSA angkatan 11 dan Founder Skole Indonesia, selaku moderator. Dalam kegiatan tersebut, peserta yang hadir diajak mempelajari lebih dalam seputar bagaimana membangun start-up.   Menurut Maliki Febriantono Saputra, memulai suatu perusahaan rintisan itu bukanlah hal yang rumit. “Menurutku, kita gak harus memikirkan semua bidang yang ada di dunia ini. Kalau begitu, jadinya malah bikin rumit. Cukup menjadi leader of leaders di bidang kita masing-masing,” ujar pria yang akrab dipanggil Maliki.   “Lalu, gak semua orang harus masuk ke dunia bisnis atau start-up juga. Gak semua orang harus menjadi Founder atau CEO. Kita hanya perlu memikirkan ranah kontribusi yang bisa kita maksimalkan. Ketika kita terpaksa menjadi orang lain, hasilnya adalah ketidakmaksimalan dalam mengembangkan potensi yang dimiliki,” tambahnya di hadapan para peserta yang hadir.   Maliki menekankan kepada para peserta terkait urgensi bermimpi dan berproses. “It’s okay melakukan kesalahan, kemudian cari dan perbaiki kesalahannya. It’s okay gagal, bangkit lalu jalan terus. Tetap bermimpi dan berproses. Sebab, bermimpi dan membagikan mimpi adalah bahagia dan membahagiakan,” pesannya.   Menanggapi pemaparan Maliki, Fauzan Affandi, salah satu peserta Ngabubulive 4.0 turut berkomentar, “Penting bagi kita mendefinisikan kecocokan diri sebelum memulai sesuatu, termasuk bisnis. Selain itu, perlu juga didukung dengan lingkungan pertemanan yang penuh keberuntungan dan kebaikan. Sebab, hal itu dapat memberikan energi, kemudahan dan berbagai peluang dalam kita memulai dunia start-up,” tutur mahasiswa Universitas Andalas tersebut. (MAR)

Bakti Nusa4 menit