Malang (11/9) - Saya Ade Estri Eni salah satu anggota kelompok magang Mahasiswa Fakultas Hukum, Universitas Muhammadiyah Malang, Melaksanakan Magang di DPRD Kota Mojokerto yang berada di Jl. Gajah Mada No. 145, Mergelo, Balongsari, Kec. Magersari, Kota Mojokerto, Jawa Timur 61314
Kegiatan ini dibimbing langsung oleh penjabat Kepala Bagian Umum dan Keuangan Sekretariat DPRD Kota Mojokerto ,yaitu Ibu Nesie Anies Faizah, S.Sos, M.M Kegiatan magang ini berlangsung sekitar 6 minggu dari 26 Juli sampai dengan 2 September 2021.
Dalam salah satu diskusi kami bersama pembimbing dalam magang ini menjelaskan secara singkat pembentukan perda yang baik ialah ‘’Inisiatif Pembentukan Perda Rancangan Peraturan Daerah dapat berasal dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) maupun dari Bupati. Apabila dalam satu kali masa sidang Bupati dan DPRD menyampaikan rancangan Perda dengan materi yang sama, maka yang dibahas adalah rancangan Perda yang disampaikan oleh DPRD, sedangkan rancangan Perda yang disampaikan oleh Bupati dipergunakan sebagai bahan persandingan. Program penyusunan Perda dilakukan dalam satu Program Legislasi Daerah, sehingga diharapkan tidak terjadi tumpang tindih dalam penyiapan satu materi Perda.” Ujar Ibu Nesie Anies Faizah, S.Sos, M.M
Dalam kegiatan magang ini kami mendapat banyak pengalaman baru dan ilmu yang bermanfaat, Sejauh saya melaksanakan kegiatan magang di DPRD Kota Mojokerto, saya belum menemukan hambatan – hambatan. Justru saya diberikan kebebasan untuk melakukan kegiatan yang sesuai dengan apa yang saya targetkan. Saya juga sangat berterimakasih karena pembimbing di Instansi sangat perhatian dan juga memberikan kami bekal ilmu sebelum kami memulai magang. Jadi saya kira, tidak terdapat hambatan selama kami melakukan magang.
Kegiatan magang ini diharapkan bisa memberikan wawasan yang dalam terhadap pengetahuan saya dikarenakan banyak sekali pengalaman akademik maupun non akademik yang bisa saya peroleh dari kegiatan magang di DPRD Kota Mojokerto. Dari kegiatan magang ini bisa memberikan pemikiran yang lebih luas dan cara berfikir yang lebih Panjang.
Malang (25/8) - Sebuah tim dari Universitas Negeri Malang yang beranggotakan lima mahasiswa berhasil menciptakan teknologi berupa Shower Filter Kesehatan di tengah Pandemik COVID-19 dengan nama Frescura. Lucky Meisya Wandreina sebagai ketua tim mengungkapkan terciptanya produk ini berawal dari adanya permasalahan sanitasi yang buruk di Jawa Timur khususnya Kota Surabaya dan Kabupaten Sidoarjo.
“ditengah Pandemi COVID-19 masyarakat menjadi lebih sadar akan pentingnya kesehatan dan kebersihan kulit. Hal tersebut juga menjadi aspek pendorong terciptanya produk kami,”tambah Mahasiswa jurusan Ekonomi Pembangungan ini.
Dampak negatif berupa infeksi pada kulit oleh bakteri dari pencemaran air dan sanitasi yang buruk menjadi momok tersendiri bagi masyarakat di kota-kota besar, seperti Jawa timur. Frescura Shower Filter hadir sebagai produk yang tidak hanya dapat menutrisi kulit, melainkan juga dapat mencegah dan mengobati iritasi pada kulit serta meningkatkan kebersihan air melalui proses filtrasi. Frescura Shower Filter kami dilengkapi dengan filter PP sediment yang dapat memfiltrasi air, bola ionik negatif dan white ceramic balls, serta water beads essence yang mengandung tiga bahan utama yaitu ekstrak Aloe Vera, ekstrak Centella Asiatica dan Lactobacillus Ferment Lysate.
“bahan yang digunakan dalam produk kami sudah teruji klinis dan halal untuk digunakan” sambung ketua tim PKM Kewirausahaan ini.
Mahasiswa bimbingan Ibu Ermita Yusida S. E., M. E., M. B. A. ini, menciptakan produk shower filter pertama di Indonesia yang memiliki key ingridients Lactobacillus Ferment Lysate. Essence dari Frescura Shower filter memiliki banyak manfaat, diantaranya adalah merawat kulit iritasi, melembabkan dan memperbaiki regenerasi sel kulit serta mejadi agen anti bakteri pada kulit. Bola ionik negatif dan white ceramic balls yang ada di dalam Frescura Shower Filter dapat melepaskan ion negatif dan merelaksasi tubuh serta mempertahakan pH air tetap bagus.
Saat ini produk telah diperkenalkan melalui berbagai media soail seperti instagram @frescuraofficial, website resmi , Youtube ‘Frescura Official’ dan tiktok @frescuraofficial . Selain itu Frescura shower filter telah dipasarkan melalui beberapa market place dan outlet kecantikan.
Malang (31/7) - Pemberantasan terorisme tidak terlepas dari upaya untuk melindungi hak asasi terduga dan korban terorisme. Sayangnya, banyak kasus penangkapan terduga terorisme yang mengabaikan perlindungan HAM, tak terkecuali di Indonesia. Melihat latar belakang tersebut, dosen muda FH UMM, Sholahuddin Al-Fatih, SH., MH., tertarik untuk mengangkat isu HAM dan terorisme dalam sebuah karya ilmiah.
Karya berjudul ASEAN Counter-Terrorism Policy: Comparison of States Member Practices and it's Impact For Protection Human Rights yang ditulis bersama Satria Unggul Wicaksana Prakasa, SH., MH., Wakil Dekan 1 FH UM Surabaya, berhasil mendapatkan hibah RisetMu Batch V.
Melalui skim Publikasi Manuskrip Ilmiah, proposal dengan ID 4258 tersebut berhak mendapatkan hibah untuk dipublikasikan dalam jurnal Internasional bereputasi.
"Alhamdulillah, ini tulisan kedua saya tentang terorisme dan HAM, sebelumnya saya terbitkan di Jurnal Terindeks Sinta. Ini pengalaman kedua submit RisetMu. Yang pertama di tahun 2019 lalu gagal lolos. Alhamdulillah ini lolos. Sepertinya jadi satu-satunya dari FH UMM yang didanai dan lolos hibah ini, Alhamdulillah." Ungkap Fatih
Diharapkan melalui karya ilmiah tersebut, masyarakat ASEAN lebih aware dalam upaya pemberantasan terorisme yang tetap mengedepankan perlindungan HAM. (saf)
Malang (27/7) - Era digital saat ini merupakan hal yang cukup digadang-gadangkan sebagai era disrupsi, dimana jika kamu tidak melakukan inovasi dan perubahan-perubahan maka kamu sendiri yang akan terdisrupsi oleh keadaan yang dibuat oleh orang lain. Era digital saat ini, membuat orang-orang harus melihat jauh kedepan agar tidak terlindas oleh cepatnya peralihan zaman. Hal-hal yang dianggap mustahil, justru malah terwujud saat ini. Contohnya saja dalam dunia bisnis transportasi, Blue Bird menjadi raja nya dengan aset sekian banyaknya mobil taksi, namun siapa sangka dalam waktu singkat terguling oleh Gojek yang bahkan tidak punya aset kendaraan satupun.
Begitu juga dengan literasi, saat ini tengah dimarakkannya gerakan literasi digital oleh pemerintah. Logika sederhananya yaitu agar era digital ini dapat mempercepat sektor literasi sehingga memiliki dampak positif bagi masyakarat di Indonesia. Seperti yang kita ketahui bersama bahwasanya telah cukup banyak survei yang menyatakan betapa rendahnya minat baca di Indonesia. Misalnya saja survei terbaru terkait tingkat literasi di Indonesia, salah satunya adalah Programme for International Student Assessment (PISA) 2018 yang dirilis oleh Organisation for Economic Co-Operation and Develompent (OECD) pada 2019, menunjukkan Indonesia berada pada posisi 6 dari bawah alias peringkat 74 dari 79 negara dalam kategori kemampuan membaca. Dari penelitian ini semakin menunjukkan bahwasanya kondisi Indonesia memang tidak sedang baik-baik saja dalam hal minat dan daya baca. Hal ini seolah-olah paradoks dengan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2019 yang menunjukkan bahwa tingkat melek huruf masyarakat indonesia sudah berada di atas 98 persen, seakan-akan data ini mengatakan bahwa "kita mampu membaca, namun rendah minat untuk membaca."
Sehingga dalam mewujudkan tujuan yang mulia tersebut, tidak cukup hanya pemerintah saja yang bergerak, namun juga dari masyarakat Indonesia itu sendiri. Karena jika kita belajar dari sejarah, bahwasanya gerakan-gerakan besar itu, dimulai oleh segelintir orang yang terus konsisten dalam bergerak. Maka dari itu, salah satu peran dari masyarakat Indonesia yang dapat kita lihat saat ini adalah melalui gerakan komunitas literasi, salah satunya seperti yang dijalankan oleh Komunitas Berani Baca. Komunitas ini didirikan sejak 17 April 2018 oleh 7 orang pemuda yang resah dengan kondisi literasi indonesia yang sangat memprihatinkan. Sehingga melalui inovasi penggabungan antara dunia literasi dan teknologi, komunitas Beranibaca.id ini dapat menjangkau jutaan generasi millenial Indonesia yang sangat akrab dengan teknologi dan meningkatkan kemampuan literasi mereka terutama dalam membaca buku.
Dalam mencapai cita-cita tersebut Beranibaca.id telah melakukan beberapa programnya:
1) Challenge Berani Baca, merupakan tantangan membaca kepada 100 orang setiap bulannya untuk membudayakan membaca buku setiap harinya selama 15 hari dan kemudian menuliskan review dari buku yang telah dibaca tersebut.
2) Bedah buku, merupakan wadah bagi peserta challenge beranibaca yang telah menyelesaikan buku bacaan serta membuat ulasan (book review). Dari 100 orang peserta dipilih lah beberapa ulasan bacaan (book review) terbaik untuk dibedah melalaui siaran langsung instagram @beranibaca.
3) Kolaborasi Komunitas Literasi, merupakan kolaborasi antar komunitas yang diharapkan dapat memperluas relasi serta saling memberikan support terhadap pergerakan di dunia literasi, contohnya seperti mengadakan seminar / webinar bersama yang berkaitan dengan literasi.
4) Reading Marathon, merupakan aktivitas membaca suatu buku tertentu secara langsung di cafe dengan sejumlah orang untuk menyelesaikan bacaannya dan kemudian membedah buku yang telah dibaca bersama tersebut.
5) Donasi Buku, merupakan kegiatan donasi buku ke daerah tertentu yang sangat membutuhkan sumbangan buku untuk perpustakaan masyarakat di daerah tersebut.
6) Challenge Berani Nulis, merupakan pengembangan sayap gerakan Komunitas Beranibaca.id di dunia literasi yaitu pada ranah menulis. Adapun target dari project ini yaitu pemuda Indonesia diharapkan setelah mampu konsisten dalam membaca dapat menghasilkan karya berupa tulisan. Dalam prosesnya setiap tulisan yang dibuat peserta akan diberi masukan oleh mentor yang sudah berpengalaman, sehingga karya yang dihasilkan setelah challenge dapat semakin berkualitas.
Kedepannya untuk memperluas kebermanfaatan, Komunitas Beranibaca.id berencana untuk memperbanyak kolaborasi bersama komunitas lainnya serta akan dilakukan pengembangan kepengurusan yang awalnya bersifat nasional menjadi kepengurusan pusat dan kepengurusan regional di daerah-daerah Indonesia. Semoga dengan adanya Komunitas Beranibaca.id ini dapat memberikan warna pada dunia literasi di Indonesia serta dapat meningkatkan minat dan daya baca pemuda Indonesia. Jika kamu tertarik untuk bergabung bersama dengan gerakan ini, informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui instagram @beranibaca atau websitenya beranibaca.id.
“Ada kejahatan yang lebih kejam daripada membakar buku. Salah satunya adalah tidak membacanya.” -Joseph Brodsky-(Penyair asal Rusia)
Malang (26/07) - Civitas akademika FH UMM kembali menorehkan prestasi. Kali ini melalui Sholahuddin Al-Fatih, SH., MH., yang berhasil meraih Social Impact Award dalam ajang Seminar Nasional yang diselenggarakan oleh Fakultas Hukum Universitas Brawijaya (FH UB).
Acara semnas yang diselenggarakan oleh FH UB tersebut seluruhnya digelar secara daring. Mengambil tema Artifical Intelligence Dalam Bidang Hukum di Era Teknologi Informasi: Tantangan dan Peluang, agenda semnas tersebut memberikan 5 kategori penghargaan, yaitu Best Paper, Best Presenter, Young Scientist, Inovation Award dan Social Impact Award.
Peraih penghargaan mayoritas didominasi oleh tuan rumah, UB. Sehingga, penghargaan yang diraih oleh Fatih dalam kategori Social Impact Award sangat membanggakan.
"Idenya tentang bagaimana masyarakat bisa lebih santun di dunia maya. Komentar maupun postingan mereka santun. Tidak ada hoax yang disebar, tidak ada hate speech yang dibagikan. Sesederhana itu gagasan dalam artikel yang saya tulis." Ungkap Fatih
Melalui tulisan dan penghargaan tersebut, Fatih berharap agar semakin banyak masyarakat yang sadar dalam beraktifitas di dunia maya. (SAF)