#Kegiatan Organisasi

Motivasi

5 Mahasiswa Universitas Brawijaya Malang, mengikuti FLC Beasiswa Bakti Nusa di Solo: Mengukir Peradaban dengan Cita

Malang (31/1) - Pemuda, harus banyak geraknya, harus banyak karyanya. Terlebih, menjadi muslimah tidak menghalangi kita untuk terus berkarya dengan inovasi, menciptakan harapan baru, menjaga hal-hal baik untuk bangsa, dan menjadi pemimpin yang solutif dalam berbagai permasalahan.  Sesuai dengan tema FLC di Solo 2023 ini "We Create, Build, and Preserve".   Dari seorang wanita cerdas yang bernama Huma hatun, berhasil memberikan pembelajaran luar biasa, dimana dalam proses mengukir sebuah peradaban   dibutuhkan milestone dan plan yang matang. Sehingga, pada abad ke -14 Huma Hatun dengan bangga menjadi seorang ibu dari pemuda tangguh yang berhasil menaklukkan konstantinopel yang sejak dulu dikabarkan sebagai bisyarah dari Rasulullah SAW. Meneladani Bunda Fatimah binti Ubaidillah Azdiyah, sang ibu cerdas dan taat membentuk kecerdasan pula untuk anaknya Imam besar Fiqh Imam Syafi'i. Asma' binti yazid, sang juru bicara kaum muslimah di zaman Rasulullah. Bunda Aisyah r.a yang berhasil meriwayatkan 2210 hadits. Fatimah Al-Fihr, pendiri Universitas Tertua di dunia. Dan banyak muslimah yang menginspirasi lainnya.   Menjadi salah satu dari mahasiswa yang diberikan kesempatan oleh Allah untuk bisa belajar dan berperan lebih melalui wadah yang bernama Bakti Nusa yaitu sebagai program LPI DD yang didanai oleh masyarakat yang bentuknya zakat, infaq, sedekah dan Shadaqoh memberikan kesan yang menakjubkan. Berikhtiar untuk menjadi wadah bertumbuh bagi 50 mahasiswa aktivis di Indonesia yang terdiri dari 12 regional dan 14 kampus besar di Indonesia.   Future leader challenge yang diadakan secara online melalui aplikasi zoom meeting pada tanggal 21 hingga 22 januari 2023, maupun secara offline di Solo tepatnya pada tanggal 27-29 januari 2023 membawa kepada hikmah yang melimpah, ilmu dan wawasan yang tak hingga. Pada awal menjadi CPM dari Bakti Nusa 12, banyak hal yang membuat minder dan tak percaya diri, namun langkah hebat ini Allah selipkan dalam sebuah perjalanan hebat untuk memaksimalkan peran, sebagai pemuda muslimah. Mengutip dari Pak Mulyadi Saputra sebagai Kepala LPI DD yang disampaikan langsung di kota yang terkenal dengan budaya-nya, bahwa belum tentu dirimu (Penerima Bakti Nusa) lebih baik atau lebih hebat dari mereka, tapi itu semua karena memperoleh ridha, kepercayaan dan kesempatan lebih dari Allah untuk menyelami ilmu dan pengalaman di Bakti Nusa. Penyampaian dari Mas Yusron selaku Koordinator Wilayah BA 11 Solo yang mengatakan bahwa Bakti Nusa bukan tentang menjadi apa kamu di masa lalu, tapi ingin menjadi hebat seperti apa kamu di masa depan, menjadi cambukkan pula untuk terus mengembara lautan luas dengan perahu Bakti Nusa dengan bidang keahlian masing-masing seperti salah satu lirik dari Mars Bakti Nusa 'Tak ada samar, Tak ada Remang. Semua terang semua benderang'.    Layaknya seorang cendekiawan muslim, beraksi, bergerak bukan hanya karena tak ada kerjaan, iseng-iseng namun jauh dari itu, karena ada suatu hal dari keinginan diri untuk mengambil peran lebih. Pak Bayu Chandra Winata, selaku Head Of Rumah Pembaharu pun mengungkapkan demikian, bahwa sesuatu yang hebat bermulai dari strong why, reason for being yang mendorong diri segera berlari mengejar peran sebagai pemuda yang dikabarkan oleh Rasulullah masuk ke dalam 7 golongan yang mendapat naungan saat tidak ada naungan di hari akhir dengan mengusahakan diri berada pada 4 profil Bakti Nusa yaitu integritas, cendekia, transformatif dan melayani.   Tak hanya diajak untuk merenungi kembali 'reason why you wanna do', CPM BA 12 diingatkan untuk memahami lagi gerakkan apa, aksi yang bagaimana, langkah dan peran sebagai apa yang ingin diambil melalui diskusi menyenangkan yang disampaikan oleh Kang Adnan Fatron selaku pemateri workshop life plan (Build Future Self), yang telah disampaikan secara umumnya melalui penyampaian materi daring (Leaders Insight : Young and The Future of Zakat Movement) yang dituturkan oleh Ketua Umum FOZ Pak Bambang Suherman, beliau menyampaikan bahwa penerima manfaat Bakti Nusa merupakan kader elit dan investasi pendidikan level kampus dengan sasarannya adalah mahasiswa, sehingga dalam menjalani kehidupan sebagai mahasiswa beliau mengkerucutkan 4 Domain di kampus yakni : 1. Domain akademik, meliputi strategi mempertahankan IPK agar dapat merencanakan dan menjalankan kemapanan akademik yang baik.2.  Domain leadership, dimana kemampuan memimpin, mempengaruhi, pengambilan keputusan dan resiko diukur pada domain ini, sebuah bagian yang tidak mewah namun menjadi hal penting yang harus dikejar. 3. Domain sosial, yaitu mahasiswa mampu untuk menggerakkan gelombang pada hati nuraninya untuk perduli dan peka dalam mengidentifikasi sebuah masalah, resiko dan menemukan langkah efisien dan inovatif dalam menyelesaikannya. 4. Domain religius, meliputi keberadaan agama dan Allah dalam dirinya, memahami dan mengerjakan perintahNya dengan baik.     Hal menarik pada FLC Bakti Nusa 12 ini adalah diskusi dan pembukaan wawasan mengenai salah satu value bakti nusa transformatif, melalui aplikasi zoom pasangan alumni Bakti Nusa Kang Abay dan Teh Wulan, menyampaikan bahwa nilai-nilai kepemimpinan perlu dilakukan secara berlanjut dengan membangun keluarga sebagai penanaman dan laboratorium peradaban lingkup paling kecil dan penting, sebagaimana Hasan Al-Banna sebutkan bahwa ada 7 tahapan untuk mengambil kembali kendali kepemimpinan peradaban dunia ke pangkuan islam yaitu,1. Membina pribadi muslim2. Membangun keluarga islami3. Membimbing masyarakat4. Memperbaiki pemerintahan5. Mempersatukan ummat untuk berdaya6. Merealisasikan kepemimpinan global 7. Menjadi soko guru bagi semesta alam   Sehingga, perjalanan sebagai penerima manfaat Bakti Nusa tak lagi tentang bagaimana perbaikan diri bisa berjalan dengan baik namun, langkah-langkah selanjutnya dalam pengimplementasian dari nilai transformatif dapat mengiringi langkah dan kontribusi sebagai pengukir peradaban.  Tentu dalam realisasinya banyak sekalu rintangan dan halangan yang harus di hadapi, mengutip dari penyampaian Kang Adna Fatron dan disebutkan pula oleh Bang Aminudi, Mas Adhika serta Pak Syafi'ie pemuda khususnya PM BA mampu untuk bergerak lebih sebagai runner yaitu yang menguasai medan rintangan, mampu mengolah tools atau teknologi yang ada, dan berani mengambil hal yang berbeda dengan inovasi yang kreatif dengan leadpro masing-masing. Bukan sebagai mediocre yaitu orang yang berada pada posisi rata-rata dan seringnya dikendalikan oleh teknologi yang ada.    FLC secara luring bertempat di asrama haji Boyolali, Solo. Solo yang kaya dengan kebudayaan, tak hanya menyatukan PM BA 12 namun, menautkan kembali hati antara PM BA 12, alumni BA, hingga pengurus pusat LPI DD. Pembiasaan diri dengan melakukan sholat 5 waktu lengkap dengan rawatib, dzikir pagi dan petang bersama, hingga melakukan qiyamul lail secara bersama-sama semoga menjadi hujjah bahwa bukan harap pada manusia yang ingin dicapai, tapi keridhaan padaNya yang menjad cita tertinggi. Saat kegiatan luring, PM BA 12 menampilkan seni dan kebudayaan dari masing-masing regional, sebagai wujud dari salah satu tema FLC 2023 preserve yaitu menjaga nilai-nilai baik, budaya dan cita-cita luhur bangsa ini.    Keraton Kasunanan menjadi saksi bisu dari pengembaraan budaya yang dilakukan oleh BA 12 di tanggal 29 Januari 2023, dimana menjadi destinasi budaya terakhir dari ekspedisi kebudayaan untuk meningkatkan team building yang meliputi, Balai Kota, Pasar Gede, Benteng Vastenburg, Pasar Keris dan Cinderamata, Masjid Agung, Pasar Klewer dan Keraton Kasunananan. Indahnya kebudayaan, ragamnya adat, serta hebatnya sejarah yang terkandung pada setiap destinasi menjadi asas semangat untuk terus menjadi pemuda hebat yang mengambil peran dalam kontestasi peradaban, sesuai dengan jargon BA 12 "Pemuda bermartabat, Membantu Ummat". Sudah seharusnya kita, sebagai pemuda untuk mengambil peran dan melangkah hebat untuk kontibusi besar dan bakti cinta bagi nusa.  It was not muslim who have made Islam great. It is Islam that has made the muslim great-Anomymous-

Mufidatul Fathiyah 9 menit
Motivasi

Future Leader Challenge (FLC) sebagai Kegiatan Orientasi CPM Bakti Nusa Diikuti Aktivis Muda Seluruh Indonesia

"Belum tentu dirimu lebih baik atau lebih hebat dari mereka, ingat kamu hanya memperoleh kesempatan maka manfaatkan sebaik mungkin kesempatan yang kamu miliki".    Malang (31/1) - Desember tahun lalu Lembaga Pengembangan Insani Dompet Dhuafa (LPI DD) merilis hasil seleksi akhir penerima manfaat beasiswa aktivis Bakti Nusa. Setelah melalui rangkaian seleksi yang cukup panjang dan ketat proses ini berhasil melahirkan 50 orang mahasiswa aktivis dari seluruh Indonesia yang tersebar di 12 regional dan 14 universitas negeri yakni Universitas Sumatera Utara, Universitas Andalas, Universitas Sriwijaya, Universitas Indonesia, IPB University, Universitas Gajah Mada, Universitas Sebelas Maret, Universitas Airlangga, Institut Teknologi Sepuluh November, Universitas Brawijaya, Universitas Hasanuddin dan Universitas Udayana.    Kemudian, seluruh mahasiswa aktivis terpilih diwajibkan untuk mengikuti kegiatan orientasi Calon Penerima Manfaat Beasiswa Aktivis (CPM BA) Bakti Nusa yang disebut dengan "Future Leader Challenge". Kegiatan Future Leader Challenge BAKTI NUSA 2023 merupakan wadah orientasi dan internalisasi program serta pengukuhan calon penerima manfaat BAKTI NUSA mengusung tema "We Create, We Build, We Preserve" yang mengambil inspirasi dari kondisi sejarah Bangsa Indonesia yang sarat akan nilai-nilai budaya. "We Create" berarti kami mendorong terciptanya inovasi gagasan karya dari Penerima Manfaat (PM) BAKTI NUSA angkatan 12. "We Build" berarti FLC berorientasi pada pembangunan dan kolaborasi melalui rangkaian program dan leadership project. "We Preserve" berarti menjaga yang dalam kamus Oxford berarti to keep something or in good condition; menjaga nilai-nilai, budaya dan cita-cita luhur bangsa ini.  Kegiatan FLC dilaksanakan secara daring dan luring. Kegiatan daring dilaksanakan berturut-turut pada tanggal 21 dan 22 Januari 2023 yang diawali dengan welcoming speech yang disampaikan oleh Bapak Mulyadi Saputra selaku Kepala Lembaga Pengembangan Insani Dompet Dhuafa    "Bakti Nusa merupakan suatu program yang menjadi rumah tumbuh para aktivis dari berbagai kampus, rumah yang menumbuhkan, rumah yang mendewasakan, rumah tempat belajar untuk menguatkan mentality leadership ke depan. Rumah yang tepat bagaimana kita belajar bersama, berinteraksi, dan berkolaborasi untuk menunjukkan bahwa anak muda memiliki sesuatu untuk mewujudkan cita-cita bangsa ini".    Kegiatan di lanjutkan dengan penyampaian materi yang membahas berbagai topik menarik dari para narasumber meliputi,    -Leaders Insight: Young and The Future of Zakat Movement yang disampaikan oleh Bapak Bambang Suherman (Ketua Umum FOZ) beliau menyampaikan bahwa zakat movement merupakan sebuah gerakan yang harus terus ada di setiap generasi. Setiap masa memiliki tantangan yang berbeda dan tantangan tersebut memberikan peluang untuk survive dan mandiri.    -Milstone of Dompet Dhuafa (History, Vision, and Mission, Programs, and Program Distributions) yang disampaikan oleh Bapak Dian Mulyadi (GM Communication and Corporate Secretary DD) beliau menyampaikan bahwa Dompet Dhuafa merupakan lembaga filantropi islam yang berkhidmat dalam pemberdayaan kaum dhuafa dengan pendekatan budaya melalui filantropis dan wirausaha sosial profetik. Berbagai program yang dilaksanakan bertujuan untuk mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur.    -Build Future Self: Workshop Life Plan, materi ini disampaikan oleh Bapak Adnan Fatron (Founder and CEO Muda Inspiratif Consulting) beliau menyampaikan Life Plan yang tidak berkembang disebabkan karena seringnya membandingkan diri dengan orang lain, banyaknya distraksi yang membuat sulit fokus pada tujuan hidup, serta banyak melakukan hal yang tidak bermanfaat (statis).   Kegiatan daring hari kedua diisi dengan diskusi "Walk The Talk" yang mengundang pemateri-pemateri yang ahli dibidangnya diantaranya: -Adhika Widya Sena (Direktur HRD P&G)-M. Syafi'ie el Bantanie (Kepala LPI DD 2017-2021) -Aminudi Amin (CEO Biomagg Sinergi Internasional)    Para narasumber menyampaikan berbagai materi yang memotivasi dan menginspirasi para CPM BA. Pelaksanaan kegiatan orientasi daring ditutup dengan diskusi bersama alumni penerima manfaat bakti nusa yang menyampaikan materi tentang nilai dan manifestasi poin transformatif sebagai salah satu profil Bakti Nusa.    Pelaksanaan kegiatan orientasi CPM BA Bakti Nusa dilanjutkan dengan rangkaian kegiatan luring yang dilaksanakan pada Jum'at -Minggu 27-29 Januari 2023 di Asrama Haji Donohudan Boyolali, Jawa Tengah. Kegiatan luring ini berjalan dengan lancar diikuti seluruh penerima manfaat beasiswa aktivis Bakti Nusa sebagai peserta, didampingi oleh alumni penerima manfaat bakti nusa angkatan 11 dan mengahadirkan para narasumber dari internal LPI DD. Banyak sekali pelajaran dan manfaat yang dapat diperoleh awardee dari kegiatan ini, bertemu dengan para aktivis muda dari seluruh Indonesia dengan berbagai ide dan gagasan kreatif menambah wawasan dan sudut pandang baru bahwa pemuda saat ini tidak cukup jika hanya memberi impact (manfaat bagi dirinya sendiri) namun anak muda juga sudah seharusnya memikirkan bagaimana gagasan atau inovasi yang dirumuskan dapat memberi kebermanfaatan bagi umat. Segudang pengalaman juga dibawa oleh para CPM BA yakni bagaimana keterlibatan mereka dalam berbagai organisasi dalam dan luar kampus yang diikuti, berbagai kegiatan sosial pengabdian masyarakat yang berhasil dilaksanakan serta motivasi mereka mengikuti program Bakti Nusa agar terus dapat menjadi pemuda/i yang berkontribusi nyata bagi bangsa.   Harapannya semoga kegiatan orientasi ini dapat menjadi wadah bagi aktivis muda untuk dapat terus mengembangkan diri dengan segala potensi yang dimiliki, memperteguh dan menguatkan niat untuk dapat bermanfaat bagi masyarakat dan bangsa.  #BaktiNusaBerjuang#BA12Bisa#BaktiNusa12#PemudaBermartabatMembantuUmmat

Nuril Ammi Nasution7 menit
Opini

Mengamati Sosok Pemimpin Masa Depan

Data BPS (Badan Pusat Statistik) mengatakan “Statistik Perusahaan Informasi dan Komunikasi” 2020 memberi informasi bahwa 79,41% startup pengembang sistem elektronik didominasi oleh anak-anak muda. Hal ini menunjukkan semakin banyak peran strategis masa kini yang dipenuhi oleh sosok anak-anak muda. Mereka merintis banyak hal sejak muda dan dewasa bersama tantangan yang dihadapinya. Anak-anak muda yang kini mayoritas berasal dari kalangan “Milenial” dan Gen “Z” akan terus mendominasi sektor-sektor strategis baik di dunia pendidikan, kesehatan, pertanian, kelautan, industri kreatif, dan seterusnya. Mereka sangat identik dengan inisiatif dan motif yang kuat, serta kendali untuk membawa perubahan di masa depan.   Tantangan Masa Depan Banyak tantangan yang harus dihadapi dan diantisipasi oleh anak-anak muda di masa depan. Anak-anak muda kini mesti mahir dan menguasai apa yang dinamakan dengan “Shifting of Skills” dalam konteks “Reskilling Needs” yang dibutuhkan dunia di masa depan. World Economic Forum menjelaskan terdapat Top 10 Skills of 2025 yang dibutuhkan di masa depan, (1) Analytical thinking and Innovation, (2) Active learning and learning strategis, (3) Complex problem-solving, (4) Critical thinking and analysis, (5) Creative, originality and initiative, (6) Leadership and social influence, (7) Technology use, monitoring and control, (8) Technology design and programming, (9) Resilience, stress tolerance and flexibility, and (10) Reasoning, problem solving and ideation. Yang akhirnya dapat disimpulkan bahwa bagaimana anak-anak muda mesti mampu menyelesaikan setiap tantangan dengan lincah, tangkas, cepat, dan cerdas (Agile) di berbagai lini kehidupannya.   Anak-anak muda di masa depan perlu pandai dan tangkas dalam menyelesaikan persoalan-persoalan yang ada di sekitarnya. Skill untuk membangun kolaborasi serta mengelaborasikan sumber daya dalam mengurai dan menyelesaikan permasalahan besar menjadi modal yang harus dimiliki dan melekat pada diri anak muda saat ini. Tidak hanya mengentaskan permasalahan dalam konteks ‘micro’ saja, melainkan jauh lebih luas yaitu pengentasan permasalahan dalam skala ‘macro’ terkait dengan pengentasan kemiskinan, ketimpangan, kesenjangan, dan lain sebagainya.   Dalam World Economic Forum 2020, para pemimpin muda dunia mengatakan bahwa “Dunia yang lebih baik itu adalah dunia yang bersahabat dengan orang-orang lemah dan terpinggirkan. Semua orang harus mendapatkan kesempatan yang sama.” Maka sudah seharusnya tugas dan tanggung jawab pemuda di setiap negara untuk membuat tanah tempat tinggalnya menjadi lebih baik, khususnya di era disrupsi dan pengaruh perkembangan teknologi pada zaman revolusi industri dunia.    Sosok Pemimpin masa depan Era disrupsi dan hadirnya pemimpin muda berjalan beriringan dan tidak terpisahkan. Milenial dan Gen Z saat ini memiliki peran kunci dalam perkembangan dan pertumbuhan satu wilayah bahkan negara. Banyak kejutan yang telah dilakukan anak-anak muda dalam berbagai bidang pekerjaan. Mereka bertumbuh dengan inovasi dan akan berkembang dengan jaringan relasi yang baik. Standar baru kepemimpinan mereka mulai diterapkan di berbagai bidang pekerjaan. Anak-anak muda saat ini fokus pada pendekatan “people oriented” dengan komunikasi dua arah (feedback), fleksibilitas, nilai, dan etika.   Sebesar 49,52% pengguna internet Indonesia adalah milenial dengan rentang usia 18–34 tahun (Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia, APJII 2018) yaitu anak-anak muda yang berdaya, berkarya, dan bermakna dengan karakter kebaruan yang sejalan dengan pesatnya teknologi. Kemampuan membangun dan menunjukkan jati diri melalui media sosial menjadi penting di era industri saat ini. Selain mahir dalam penggunaan teknologi, anak-anak muda mengedepankan prinsip kerja dan nilai kerja sama, kolaborasi, fleksibilitas, kerendah-hatian (humility), keterbukaan, dan terbukanya kesempatan untuk belajar serta berkembang. Mereka terbuka terhadap kritik yang membangun dan kemajuan “improvement”, tanpa mempermasalahkan perbedaan dalam ‘tribe’ di tempat kerjanya.   Kementerian Perindustrian RI menyatakan bahwa pada 2030, Indonesia membutuhkan 17 juta “high tech millennial” atau anak muda dengan kemampuan teknologi super canggih. Mereka ahli di bidang programming, web designing, technical–network engineering, government digital service, dan profesi masa depan lainnya.   Maka ketika semakin banyak talenta-talenta keren, di saat yang bersamaan tugas anak-anak muda di masa depan harus berperan sebagai ‘human accelerator dan personal developer’ bagi sesama. Bentuk hierarki dan struktur organisasi mesti bergeser lebih proaktif konstruktif. Melalui efisiensi, organisasi dengan sendirinya menyesuaikan lanskap, jenis pekerjaan dan juga kebiasaan kerja anak-anak muda akan lebih membangun organisasinya dengan hal yang disukai (passion) dan terdapat misi sosial (social purpose) dalam setiap gerak-gerak pekerjaannya.    ‘Style’ Kepemimpinan Masa Depan Standar kepemimpinan di lintas lini telah berubah seiring dengan perkembangan industri 4.0. Salah satu kemampuan utama pemimpin masa depan adalah perlu memahami bagaimana cara bereaksi sangat cepat (super fast response) terhadap berbagai hal dalam ruang kendalinya. Dari komunikasi teks 24/7 hingga kemampuan komunikasi publik dalam ranah online ataupun offline.   Pemimpin masa depan pun lebih berorientasi pada hasil “result-goal oriented”, tidak selalu mengedepankan prosedur dalam pengambilan keputusan. Menjaga Integritas menjadi kompetensi utama bagi pemimpin masa depan karena segala sesuatu yang berkait dengan pekerjaan menjadi transparan. Leader harus mendengar, melihat, merasakan dan turun ke medan pekerjaan agar dapat mengambil keputusan dan melihat masalah dengan sebaik-baiknya. Keputusan yang dibuat pun harus dilakukan secara cepat dan tepat.   Kemampuan mengembangkan bakat dan talenta juga merupakan tugas utama mereka, pergerakan dan pergeseran terjadi kian cepat sehingga pribadi yang tidak ‘agile’ dan tidak mampu beradaptasi dengan cepat dari pemikiran konvensional akan sirna.   Praktik kepemimpinan yang ‘agile’ menjadi gaya kepemimpinan yang wajib dipraktikkan dalam keseharian pemimpin muda. Menerima perbedaan, terkoneksi sepanjang waktu dengan banyak pihak, mahir mengakomodasi perspektif, mengedepankan kolaborasi lintas lini, hingga meredam ego, menjadi modal penting yang perlu dikuasai dan di aplikasikan dalam setiap aktivitas pemimpin-pemimpin muda masa depan, ‘human-based approach’. Maka sudah semestinya anak-anak muda atau pemimpin masa depan  mampu memanusiakan rekan kerja dengan empati dan mengedepankan budaya apresiatif dalam kehidupannya.    Terakhir, Hadirnya anak-anak muda saat ini ini tidak hanya mengubah peta industri, namun juga pergeseran perspektif, profesi, cara komunikasi, pekerjaan, konsumsi, gaya hidup, sampai pada bertransaksi. Anak-anak muda yang paling siap dan mampu memantaskan diri dengan percepatan dan perkembangan zamanlah yang akan bertahan sebagai pemimpin generasi ‘The Leader of Leaders’ yang kelak juga diharapkan mampu hadir mempersiapkan generasi terbaik yang mengangkat derajat ibu pertiwi lebih tinggi lagi.  

FazarMuhammad14 menit
Saintek

Edukasi Bijak Bermedia Sosial Panti Asuhan Ar-Ridlwan

Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) merupakan kegiatan terobosan baru yang di buat oleh Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sebagai alternatif baru dan inovatif dari Program Kuliah Kerja Nyata (KKN). PMM Bhaktimu Negeri sendiri berupaya untuk  memberikan  manfaat bagi masyarakat sekitar melalui mahasiswa UMM yang dikembangkan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat, dalam hal ini khusus untuk santri putra dan putri di Panti Asuhan Ar Ridlwan. Kegiatan PMM kelompok 24 gelombang 11 ini beranggotakan Dignifo Nauval Muhhamady (Informatika - FT), Helmi Indra Perdhana (Informatika - FT), Muhammad Safiudin (Informatika - FT), Luthfi Dwi Syah putra (Informatika - FT), Galuhika Maulana (Informatika - FT) dengan Dosen Pembimbing Lapangan yakni Mohamad Irkham Mamungkas, ST., MT.   Kegiatan Pengabdian Masyarakat Oleh Mahasiswa (PMM) Kelompok 24 Gelombang 11 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang dilakukan di Panti Asuhan Ar Ridlwan (Pondok Pesantren Roudlatul Ridlwan) yang berlokasi di Jl.Mojowarno No. 89, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Provinsi Jawa Timur. Kegiatan PMM yang dilakukan oleh Mahasiswa UMM berupa edukasi dibidang Informatika kepada anak asuh Panti Asuhan Ar-Ridlwan seperti memberikan materi tentang cara bermedia sosial dengan bijak. Agar para anak asuh panti tau bagaimana seharusnya menyikapi media social dan Langkah apa yang bisa dilakukan agar media sosial tidak merugikan diri sendiri.   Program pengabdian masyarakat oleh mahasiswa ini mulai dengan pembukaan serta pengenalan diri dan kelompok, Kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi tentang Bijak Menggunakan Media Sosial kepada anak asuh Panti Asuhan Ar-Ridlwan.   Di balik manfaat media sosial  juga terdapat beberapa efek negatif yang merugikan seperti terjadinya Bullying melalui media sosial. Dan seseorang juga bisa menyebarkan kabar tidak benar (hoaks) mengenai orang lain, Berita tidak benar atau malah segala jenis fitnah bisa terjadi melalui media sosial ini. Selain efek negatifnya terdapat juga dampak positif seperti media sosial dapat digunakan untuk menyalurkan hobi secara kreatif sebagai sarana hiburan, seperti bermain game online atau hanya sekadar melihat-lihat foto dan video. Media sosial juga dapat digunakan sebagai sarana belajar atau kegiatan berwirausaha.   Pelaksanaan PMM tersebut diwujudkan dengan menggunakan PPT materi yang telah kami buat Dengan dilaksanakannya kegiatan ini diharapkan dapat menhindari dampak negatif yang merugikan dan memperhatikan etika ketika berselancar di berbagai platform media sosial tersebut. Contohnya adalah menghindari memulai konflik dengan orang lain, memberi komentar tercela, ataupun bersikap terlalu ekstrem mengenai sebuah hal di media sosial.

Galuhika5 menit
Pendidikan

Lakukan Konsolidasi Potensi dan Ekspansi Layani Negeri, BAKTI NUSA Gelar Rapat Kerja Nasional

Bali – BAKTI NUSA (Beasiswa Aktivis Nusantara) Dompet Dhuafa merupakan program penumbuhan kepemimpinan aktivis mahasiswa untuk membentuk pemimpin yang berintegritas, cendikia, transformatif, dan melayani masyarakat. Saat ini sudah tersebar di 10 wilayah 12 kampus, di antaranya IPB, ITB, UNPAD, UI, UGM, UNS, UB, UNAIR, ITS, UNSRI, USU, dan UNAND. Jelang akhir tahun program, BAKTI NUSA menghelat Rapat Kerja Nasional (Rakernas) pada tanggal 28 – 30 Oktober 2022 di Bali bersama seluruh manajer wilayah program.   Mengusung tema Konsolidasi Potensi dan Ekspansi Layani Negeri, Rakernas diharapkan memperkuat konsolidasi seluruh potensi yang terlibat dalam pengelolaan program dan memperluas kebermanfaatan melayani negeri. Selain itu, pada salah satu sesi dilakukan evaluasi capaian kebermanfaatan masing-masing wilayah dan rencana pengembangan di tahun berikutnya.   Pada sesi insight speech, Purwa Udiutomo, Senior Officer Pendidikan Dompet Dhuafa didaulat sebagai narasumber. Purwa mengutarakan bahwa BAKTI NUSA di wilayah harus berkolaborasi dengan Dompet Dhuafa Cabang untuk memberikan kebermanfaatan di masyarakat. ‘Sebagai penerima manfaat dari asnaf jihad fi sabilillah, para aktivis pemimpin perlu terus bertumbuh dan bergerak memperluas semangat gerakan filantropi zakat di Indonesia’, tegas Purwa.   Kemudian, Mulyadi Saputra, Kepala Lembaga Pengembangan Insani Dompet Dhuafa (LPI DD) mengajar para manajer wilayah berdiskusi terkait pengelolaan para penerima manfaat di wilayah masing-masing. Diskusi berlangsung hangat dan dinamis. Sholahuddin Al-Fatih, manajer wilayah Malang menyampaikan bahwa pola komunikasi yang dilakukan harus humanis, menyesuaikan dengan generasi yang saat ini dikelola, agar lebih tepat cara yang digunakan dan tercapai hasil yang diharapkan.   Di tahun 2023, Fazar, perancang strategis program BAKTI NUSA menekankan pentingnya fleksibilitas dan ekspansi kebermanfaatan penerima manfaat program. Oleh karena itu, penambahan wilayah dan kampus menjadi bukti keseriusan khidmat di dalam menghadirkan manfaat lebih luas. ‘Dengan masuknya kampus UNUD dan UNHAS sebagai sabagai sasaran program, kita berharap aktivis dari masing-masing kampus tersebut berjejaring lebih luas dalam menumbuhkan kapasitas dan kompetensinya sebagai pemimpin di masa depan’, urai Fazar.   Semoga Rakernas yang dihelat BAKTI NUSA mampu memperkuat kohesi sosial antar aktor yang terlibat, terkonsolidasi seluruh potensi-potensi yang berserak, dan semakin kuat ekspansi yang dilakukan guna melayani negeri. (BC)

FazarMuhammad4 menit