#Kegiatan Organisasi

Pendidikan

Perkuat Kompetensi Calon Pendidik, Mahasiswa UM Integrasikan Teori dan Praktik Mengajar Di SMKN 11 Malang

Malang, Jawa Timur — Mahasiswa Program Studi S1 Pendidikan Teknik Bangunan, Universitas Negeri Malang (UM), telah menyelesaikan rangkaian kegiatan program Asistensi Mengajar (AM) di SMK Negeri 11 Malang. Kegiatan yang berlangsung selama satu semester pada tahun ajaran 2025/2026 ini bertujuan untuk memberikan pengalaman nyata bagi mahasiswa dalam dunia kependidikan serta membantu sekolah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Kegiatan Asistensi Mengajar ini merupakan implementasi dari program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang dirancang untuk membekali mahasiswa dengan kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional. Selama masa pengabdian, mahasiswa tidak hanya berfokus pada kegiatan akademik di kelas, tetapi juga terlibat aktif dalam administrasi sekolah, kegiatan non-akademik, serta pengembangan sarana prasarana sekolah. Di bidang akademik, Mahasiswa menerapkan metode pembelajaran yang inovatif dengan memanfaatkan media teknologi untuk mempermudah siswa memahami materi yang bersifat teknis. "Kegiatan ini membantu kami memahami dinamika di dalam kelas, mulai dari cara menyusun perangkat pembelajaran (RPP) hingga menghadapi berbagai karakter siswa secara langsung," ungkapnya dalam laporan tersebut. Selain kegiatan mengajar, mahasiswa juga berkontribusi dalam tugas administratif dan non-akademik. Partisipasi ini meliputi piket di berbagai bagian seperti Kesiswaan, Kurikulum, dan Humas, serta keterlibatan dalam acara besar sekolah seperti pendampingan seleksi Duta Genre SMKN 11 Malang dan kegiatan keagamaan Asrama Ramadhan. Hal ini dilakukan untuk memberikan pemahaman komprehensif mengenai tata kelola lembaga pendidikan secara keseluruhan. Program ini juga mencakup kegiatan publikasi dan administrasi dokumen sekolah. Mahasiswa membantu dalam pengelolaan perpustakaan dan penataan ruang sarana prasarana guna mendukung kenyamanan lingkungan belajar. Keterlibatan mahasiswa UM ini mendapatkan apresiasi positif dari pihak SMKN 11 Malang karena dianggap mampu membawa semangat baru dan membantu kelancaran operasional sekolah. Melalui program Asistensi Mengajar ini, Universitas Negeri Malang berharap dapat mencetak calon pendidik yang siap pakai dan memiliki kepekaan sosial yang tinggi. Bagi SMKN 11 Malang, kehadiran mahasiswa AM menjadi jembatan kolaborasi antara dunia akademis universitas dengan kebutuhan praktis di sekolah kejuruan. Kegiatan ini diakhiri dengan penyusunan laporan akhir sebagai bukti pertanggungjawaban atas seluruh program yang telah terlaksana dengan sukses.

MOHNUR FATTAKHUL3 menit
Volunteerism

KILAU KHITAN GEMBIRA 2026 "Kasih Sayang Tanpa batas dari Omah Gembira”

Malang, 17 Mei 2026– Yayasan Pemerhati Penyandang Disabilitas Omah Gembira sukses menyelenggarakan kegiatan sosial tahunan akbar "Kilau Khitan Gembira 2026". Acara kemanusiaan ini dilaksanakan pada hari Minggu (17/05) bertempat di Hotel Grand Mercure Malang Mirama, tepatnya di ruang Manila, Malang dan Osaka. Kegiatan akbar ini berjalan dengan sangat meriah dengan total 70 panitia, 99 anak peserta khitan yang terdiri dari 59 anak kategori desil dan 40 anak kategori non-desil yang berasal dari Kota Malang, Kabupaten Malan, Kota Batu, Pasuruan dan Nganjuk, serta 18 personil talent yang meliputi pembawa acara (MC), Juru Bahasa Isyarat (JBI), hingga seluruh pengisi penampilan inklusi. Dalam pelaksanaannya, bantuan untuk peserta kategori desil didukung oleh UPT Kementerian Sosial Sentra Terpadu Prof. Dr. Soeharso Surakarta. Adapun bantuan untuk peserta non desil didukung oleh Nurul Hayat. Selain itu, kegiatan ini juga tidak lepas dari dukungan para sponsor, mitra, donatur, serta seluruh pihak yang telah memberikan bantuan baik berupa tenaga fasilitas dukungan moril maupun materil sehingga kegiatan dapat terselenggara dengan baik. "Kilau Khitan Gembira 2026" berfokus kepada kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian sosial (PAS), khususnya anak-anak penyandang disabilitas, anak yatim piatu, dhuafa, serta anak-anak dengan afirmasi, khususnya di wilayah Malang Raya. Melalui pelayanan khitan massal yang higienis, inklusif, dan terintegrasi dengan panggung ekspresi seni, program ini tidak hanya memenuhi hak kesehatan anak, tetapi juga dirancang untuk menumbuhkan rasa percaya diri, memberikan kebahagiaan, serta mewujudkan kesetaraan bagi mereka agar tumbuh menjadi generasi yang sehat, bersih, dan berdaya. Acara dibuka dengan penyampaian laporan operasional oleh Himmah Faizah Sakinah selaku Ketua Pelaksana Kilau Khitan OG 2026. Lalu dibuka secara resmi dengan sambutan hangat yang disampaikan oleh Ketua Yayasan Omah Gembira Riza Agung Pribadi, S.Si, sambutan apresiatif dari para mitra strategis utama, yakni Bapak Sugito Adhi selaku General Manager Grand Mercure Malang Mirama dan Bapak Indra Hermawan selaku Branch Manager Nurul Hayat, kemudian dilanjutkan sambutan oleh Bapak Ibnu Kusbiantoro selaku Koordinator Wilker 2 dari UPT Kementerian Sosial Sentra Terpadu Prof. Dr. Soeharso Surakarta. Suasana seremonial berlangsung sangat semarak dan menyentuh hati dengan ditampilkannya ragam seni inklusi dari teman-teman disabilitas berbakat. Rangkaian penampilan diawali dengan pembacaan Tilawah suci oleh Putri Mainonara dari Yayasan Anak Bangsa, penampilan vokal lagu yang memukau dariMuhammad Bayu Fadillah (Paguyuban Mutiara Hati Pakis), seni tari tradisional Baladewa oleh Rahmadiar Kautsar, ekspresi gerak interaktif dari Disability Dance Club (DDC), penampilan memukau pantomim oleh Galih Adi Waluyo, serta tarian kolaborasi Indonesia Kaya oleh Rizqi Ahmad Mahendra dan Tari Balabudaya Kamulan oleh Devi Ratna Ayu & Naysa Zifarayi Reandini. Serta penampilan menyanyi solo dari Liona Valentcia Agatha turut menambah kemeriahan panggung utama. Sebagai wujud pengakuan dan ucapan terima kasih atas sinergi berkelanjutan, Omah Gembira menggelar sesi Awarding dan Penyerahan Apresiasi Souvenir kepada para pilar pendukung. Penghargaan diserahkan langsung secara simbolis oleh jajaran pimpinan yayasan: 1. Ibu Eli Jarwoko (Penasihat Omah Gembira) menyerahkan penghargaan kepada Kementerian Sosial RI Sentra Terpadu Prof. Dr. Soeharso Surakarta. 2. Ibu Titing Rara Wulansari, S.Sos (Pembina Omah Gembira) menyerahkan penghargaan kepada Nurul Hayat. 3. Riza Agung Pribadi (Ketua Yayasan Omah Gembira) menyerahkan penghargaan kepada Grand Mercure Malang Mirama. 4. Himmah Faizah Sakinah (Ketua Pelaksana) menyerahkan penghargaan kepada Elio Grup. Lalu Cehra Ineang, S.H (Bendahara Omah Gembira) menyerahkan penghargaan kepada Ladang Lima yang diwakili oleh Ajeng Kusbinang Wijayanti, selaku Humas Kilau Khitan Gembira 2026. Kemeriahan acara juga dilengkapi dengan pembagian berbagai hadiah doorprize menarik di sepanjang acara, termasuk hadiah utama berupa 2 unit sepeda yang diundi langsung oleh Bapak Hendi Suryo Laksono (Ketua BPC HIPMI) dan Bapak Ibnu Kusbiantoro (Kemensos) kepada peserta khitan yang beruntung. Sementara acara seremonial berlangsung, prosesi medis khitan massal berjalan secara paralel, aman, dan kondusif yang dibagi dalam 2 gelombang: Sesi 1 (pukul 08.00–11.00 WIB) dan Sesi 2 (pukul 12.30–15.30 WIB). Seluruh peserta khitan mendapatkan penanganan medis profesional, celana khitan khusus, serta bingkisan Goodie Bag bermanfaat yang diserahkan oleh Bendahara Kilau Khitan Gembira 2026 sesuai dengan pendataan peserta desil dan non-desil. Secara keseluruhan, aksi sosial "Kilau Khitan Gembira 2026" ini menjadi refleksi nyata kolaborasi multi-sektor yang harmonis dalam mewujudkan kepedulian sosial dan gerakan masyarakat inklusif yang berkelanjutan di Malang Raya. Yayasan Omah Gembira mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas dukungan dan sinergi dari seluruh pihak yang telah turut terlibat, meliputi para sponsor utama dan pendukung, antara lain: Kementerian Sosial RI, Grand Mercure Malang Mirama, Nurul Hayat, BPC HIPMI, Elio Grup, Ladang Lima, Hotways Chicken, Abiz Kripik, Sumber Waras Lawang, PT Randi Cones Indonesia, dan Jam Makan Kafe. Serta para perwakilan dari 14 instansi pemerintahan, 10 ketua paguyuban, 11 organisasi/pribadi, dan seluruh panitia yang terlibat. Keberhasilan aksi sosial akbar ini merupakan buah manis dari dedikasi panjang, pengorbanan waktu, tenaga, serta komitmen luar biasa dari 70 seluruh panitia yangterlibat. Pihak Yayasan Omah Gembira memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas kerja keras kolektif yang telah dibangun sejak berbulan-bulan lalu, mulai dari rangkaian rapat koordinasi pra-acara, penyusunan konsep, pencarian dana dan sponsor, hingga persiapan teknis yang matang. Puncak apresiasi juga ditujukan atas ketanggapan seluruh lini panitia pada Hari-H yang telah bersiaga sejak pagi, mengawal panggung ekspresi inklusi, mengoordinasikan tindakan medis, hingga proses pembersihan area (cleaning area) yang tuntas sore hari.

Riza Agung7 menit
Hukum

Implementasi Pembelajaran Praktik Hukum Magang CoE Kelas Asisten Advokat Melalui Kegiatan Sidang Percerain di Pengadilan Agama Kabupaten Malang

Program Center of Excellence (CoE) Kelas Profesional: Asisten Advokat diinisiasi sebagai salah satu bukti nyata bahwa Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) peduli dengan mempersiapkan mahasiswanya dalam membentuk mahasiswa yang memiliki keunggulan bidang hukum. Kelas Profesional: Asisten Advokat dibangun untuk membekali lulusan dengan kemampuan praktik hukum yang sesuai dengan kebutuhan mahasiswa hukum dalam dunia kerja di masa depan. Tidak hanya dibekali dengan teori-teori yang telah didapatkan oleh mahasiswa, dengan adanya program ini, mahasiswa juga diberikan kesempatan secara langsung untuk terjun dan terlibat secara langsung melakukan advokasi hukum dengan didampingi oleh mentor-mentor yang telah berpengalaman dibidangnya. Salah satu kegiatan advokasi yang dapat dilakukan oleh mahasiswa magang Center of Excellence (CoE) Kelas Profesional: Asisten Advokat dalam rangkaian kegiatan magang adalah turut hadir dan berpartisipasi dalam penyelesaian suatu perkara di ruang lingkup pengadilan bersama dengan mentor kelompok magang masing-masing. Seperti yang dilakukan oleh kelompok magang CoE kelas asisten advokat Batch IV kantor hukum Bambang Utomo, S.H. & Partners, yang turut serta dan terlibat langsung dalam penyelesaian perkara gugatan perceraian di Pengadilan Agama Kab. Malang. Dalam perkara ini mahasiswa kelompok magang CoE kelas asisten advokat Batch Iv kantor hukum Bambang Utomo, S.H. & Partners yang beranggotakan Fitria Kurniawati, Eka Novitrianing, dan Akbar Rochmawan Usman dengan Bapak Bambang Utomo S.H. selaku mentor/Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) kelompok magang CoE serta Bapak Dr. Sholahuddin Al-Fatih, S.H., M.H. selaku Dosen Pembimbing Magang (DPM) kelompok magang, mendapat kesempatan untuk belajar dan mengamati secara langsung dilapangan bagaimana proses penyelesaian perkara perceraian di Pengadilan Agama Kab. Malang. Tidak hanya itu, dalam kesempatan tersebut mahasiswa kelompok magang CoE kelas asisten advokat Batch IV kantor hukum Bambang Utomo, S.H. & Partners juga mendapatkan kesempatan untuk terlibat secara langsung dalam penyusunan berkas-berkas/dokumen-dokumen hukum yang dibutuhkan untuk membela kepentingan klien di Pengadilan Agama Kab. Malang dengan didampingi serta dibimbing langsung oleh bapak Bambang Utomo, S.H. selaku mentor magang kelompok kami dalam penyusunan berkas/dokumen tersebut. Selain itu, kelompok magang kami juga diajak oleh bapak Bambang utomo, S.H. selaku mentor magang kami untuk mengikuti serangkaian sidang perkara gugatan cerai di Pengadilan Agama Kab. Malang dengan nomor perkara 2586/Pdt.G/PA.Kab.Mlg. Selama rangkaian sidang tersebut berlangsung kami sebagai mahasiswa hukum berkesempatan untuk menyaksikan serta mengamati secara langsung berbagai tahapan-tahapan yang dilalui dalam sidang perceraian, mulai dari sidang pertama yaitu pengeckan kelengkapan para pihak yang kemudian dilanjut dengan sidang mediasi yang dilakukan oleh para pihak dan dipimpin oleh hakim mediator sebagai upaya awal untuk mendamaikan para pihak, kemudian dianjut dengan sidang pembacaan gugatan oleh penggugat, hingga pada sidang pembacaan jawaban oleh tergugat, pembuktian serta pembacaan putusan oleh majelis hakim. Dalam rangkaian sidang ini mahasiswa tidak hanya dapat memahami tahapan prosedural dalam suatu persidangan, namun, dalam hal ini mahasiswa juga dapat melihat secara langsung dan memhami secara mendalam bagaimana peran advokat dalam memberikan pelayanan bantuan hukum dalam mendampingi dan membela kepentingan kliennya selama proses persidangan yang dilakukan di ruang lingkup Pengadilan (Litigasi). Dalam hal ini juga mahasiswa dapat melihat dan menilai bagiamana peran hakim dalam berupaya menegakan menegakkan keadilan dengan tetap menjunjung tinggi asas musyawarah dan kekeluargaan, khususnya dalam perkara perceraian yang sarat dengan nilai-nilai emosional dan keagamaan. Secara keseluruhan, kegiatan magang CoE kelas asisten advokat Batch IV di kantor hukum Bambang Utomo, S.H. & Partners ini dapat memberikan manfaat yang sangat besar bagi mahasiswa. Dengan adanya kegiatan ini, mahasiswa memperoleh pengalaman dalam mengimplementasikan teori-teori hukum di lapangan yang tidak diperolehnya melalui pembelajaran di kelas. Pengalaman-pengalaman tersebut dapat menjadi sebuah yang penting bagi mahasiswa dalam mempersiapkan dirinya untuk di kemudian hari terjun langsung kedalam dunia profesi hukum yang sesungguhnya. Dari kegiatan magang ini diharapkan untuk dapat membentuk karakter mahasiswa yang terampil, beretika, profesional dan siap untuk mengahdapi tantangan dunia kerja di bidang hukum di masa depan.

Akbar Rochmawan Usman6 menit
Pendidikan

Wendit Wonder Walks: Kolaborasi Edukatif Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang dan New Wisata Wendit, Kunjungi 30 Sekolah di Malang

Malang, 5 Juli 2025 – Dalam upaya mempromosikan event edukatif Wendit Wonder Walks, New Wisata Wendit berkolaborasi dengan Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) untuk menyelenggarakan rangkaian promosi kreatif yang menyasar 30 sekolah dasar (SD/MI) di Kabupaten dan Kota Malang. Rangkaian kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan konsep petualangan edukatif yang diusung oleh Mahasiswa Ilmu Komunikasi UMM, bertemakan “Wendit Wonder Walks” sebuah event yang menggabungkan pengalaman wisata alam dengan pembelajaran interaktif bagi anak-anak usia sekolah dasar. Dalam event ini, peserta diajak mengeksplorasi berbagai zona edukatif yang ada di kawasan New Wisata Wendit, mulai dari fauna lokal, eksperimen sederhana, hingga edukasi lingkungan. Mahasiswa Ilmu Komunikasi UMM berperan aktif dalam menyusun strategi komunikasi, desain promosi, serta kegiatan roadshow ke sekolah-sekolah. Sinergi ini menjadi langkah baru dalam memperkuat branding Wendit sebagai destinasi wisata edukatif keluarga. Dampak yang diberikan nantinya New Wisata Wendit bukan hanya dikenal sebagai tempat wisata air, tetapi juga sebagai ruang belajar yang menyenangkan bagi anak-anak. Event Wendit Wonder Walks dijadwalkan akan berlangsung selama bulan Juli 2025, dengan berbagai rangkaian kegiatan seperti feeding monkey, kotak misteri, eksperimen filter air dan mini show Dengan sinergi antara dunia akademik dan pelaku pariwisata lokal, Wendit Wonder Walks diharapkan menjadi contoh inovatif promosi wisata yang edukatif dan berdampak luas bagi masyarakat.

Arya Nabila Revina2 menit
Pendidikan

Partisipasi Mahasiswa Magang Mandiri Kelompok 20 Fakultas Hukum Muhammadiyah Malang pada BAKESBANGPOL Kantor Bupati Malang dalam Rangka Akademi Kepemimpinan Muda (AKM) oleh Bidang POLDAGRI BAKESBANGPOL Kabupaten Malang

Akademi Kepemimpinan Muda (AKM) merupakan sebuah program pendidikan dan pembinaan yang dirancang untuk meningkatkan kapasitas kepemimpinan, wawasan kebangsaan, dan partisipasi politik generasi muda. AKM bertujuan mencetak pemimpin muda yang memiliki karakter, integritas, dan pemahaman yang baik tentang nilai-nilai demokrasi, toleransi, dan kebhinekaan. Melalui kegiatan AKM, para peserta yang biasanya berasal dari unsur pelajar, mahasiswa, organisasi kepemudaan, atau komunitas sosial diberikan materi pembelajaran seputar kepemimpinan, manajemen organisasi, komunikasi publik, serta kesadaran berpolitik yang sehat. AKM juga sering memadukan materi teori dengan praktik seperti diskusi kelompok, simulasi kepemimpinan, permainan edukatif, dan studi kasus agar peserta mampu mengasah kemampuan berpikir kritis, problem solving, dan berani mengambil keputusan. Sebagai upaya memperkuat peran generasi muda dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, serta membekali mereka dengan pemahaman politik yang sehat dan inklusif, Pemerintah Kabupaten Malang melalui Bidang Politik Dalam Negeri (POLDAGRI) Bakesbangpol menyelenggarakan kegiatan Akademi Kepemimpinan Muda (AKM) bertempat di Gedung C FISIP Universitas Brawijaya. Mahasiswa Magang Mandiri Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang tergabung dalam Kelompok 20 beranggotakan Aisya Intan Kirana (202210110311206), Tannasya Putri Rahma (202210110311421), Maria Ulfa Nurjanah Nurcholis (202210110311429), Giftia Jasmine Shofiyya (202210110311447), Aarin Indrayana (202210110311448) yang diwakili oleh Tannasya Putri Rahma berkesempatan berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini. Akademi Kepemimpinan Muda (AKM) diikuti oleh perwakilan anggota Karang Taruna dari seluruh wilayah Kabupaten Malang dan perwakilan mahasiswa dari beberapa organisasi yang ada di Universitas Brawijaya. Program AKM bertujuan menumbuhkan wawasan politik dan kepemimpinan di kalangan generasi muda agar lebih siap menghadapi dinamika sosial dan politik di lingkungan masyarakat. Dimana para mahasiswa magang ikut berkontribusi dalam membantu penyelenggaraan serta mendampingi peserta selama kegiatan berlangsung. Materi yang disampaikan meliputi "Pendidikan Politik bagi Pelajar" yang disampaikan langsung oleh Bapak Mahyudin, S.T., M.Ling. Kepala Bidang Politik dalam Negeri. Narasumber memberikan pemahaman tentang pentingnya pendidikan politik bagi generasi muda agar memiliki sikap kritis, peduli, dan berpartisipasi aktif dalam pembangunan demokrasi. Selain itu dijelaskan juga tentang apa itu politik, ruang lingkupnya, serta peran politik dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Narasumber kemudian menjelaskan mengenai hate speech atau ujaran kebencian yang kerap muncul di ruang publik, termasuk membahas contoh seperti kalimat- kalimat "politik dinasti, politik identitas, politik kotor, dan politik uang" yang perlu dihindari demi menjaga demokrasi yang sehat. Selain pemaparan materi, peserta diajak mengikuti beberapa permainan edukatif untuk memperkuat pemahaman dan melatih kemampuan kepemimpinan, salah satunya adalah permainan membangun jembatan menggunakan sedotan. Dalam permainan ini peserta dikelompokkan dan diminta memilih seorang pemimpin untuk memandu proses pembangunan jembatan, kemudian dilakukan analisis gaya kepemimpinan yang muncul, apakah otoriter, dominan, demokratis, serta bagaimana perilaku anggota kelompok: apakah patuh, kritis, atau justru mengikuti keputusan tanpa diskusi. Permainan penutup mengangkat tema kesetaraan gender dan inklusi sosial, di mana peserta dibagi dalam kelompok untuk menggambar sosok laki-laki dan perempuan lalu mendiskusikan pandangan mereka tentang peran gender dalam kepemimpinan, sehingga nilai-nilai kesetaraan dan sikap inklusif dapat lebih dipahami dan diterapkan di lingkungan masyarakat. Kehadiran mahasiswa magang Fakultas Hukum UMM Kelompok 20 dalam kegiatan ini tidak hanya menambah pengalaman lapangan, tetapi juga memperluas wawasan mereka mengenai dinamika pembelajaran politik di kalangan pemuda. Harapannya, melalui kegiatan ini akan terbangun sinergi yang lebih kuat antara mahasiswa, pemerintah daerah, dan generasi muda Kabupaten Malang dalam mewujudkan masyarakat demokratis yang cerdas serta berkeadilan sosial.

Tannasya Putri Rahma6 menit