#Webinar

Motivasi

Future Leader Challenge (FLC) sebagai Kegiatan Orientasi CPM Bakti Nusa Diikuti Aktivis Muda Seluruh Indonesia

"Belum tentu dirimu lebih baik atau lebih hebat dari mereka, ingat kamu hanya memperoleh kesempatan maka manfaatkan sebaik mungkin kesempatan yang kamu miliki".    Malang (31/1) - Desember tahun lalu Lembaga Pengembangan Insani Dompet Dhuafa (LPI DD) merilis hasil seleksi akhir penerima manfaat beasiswa aktivis Bakti Nusa. Setelah melalui rangkaian seleksi yang cukup panjang dan ketat proses ini berhasil melahirkan 50 orang mahasiswa aktivis dari seluruh Indonesia yang tersebar di 12 regional dan 14 universitas negeri yakni Universitas Sumatera Utara, Universitas Andalas, Universitas Sriwijaya, Universitas Indonesia, IPB University, Universitas Gajah Mada, Universitas Sebelas Maret, Universitas Airlangga, Institut Teknologi Sepuluh November, Universitas Brawijaya, Universitas Hasanuddin dan Universitas Udayana.    Kemudian, seluruh mahasiswa aktivis terpilih diwajibkan untuk mengikuti kegiatan orientasi Calon Penerima Manfaat Beasiswa Aktivis (CPM BA) Bakti Nusa yang disebut dengan "Future Leader Challenge". Kegiatan Future Leader Challenge BAKTI NUSA 2023 merupakan wadah orientasi dan internalisasi program serta pengukuhan calon penerima manfaat BAKTI NUSA mengusung tema "We Create, We Build, We Preserve" yang mengambil inspirasi dari kondisi sejarah Bangsa Indonesia yang sarat akan nilai-nilai budaya. "We Create" berarti kami mendorong terciptanya inovasi gagasan karya dari Penerima Manfaat (PM) BAKTI NUSA angkatan 12. "We Build" berarti FLC berorientasi pada pembangunan dan kolaborasi melalui rangkaian program dan leadership project. "We Preserve" berarti menjaga yang dalam kamus Oxford berarti to keep something or in good condition; menjaga nilai-nilai, budaya dan cita-cita luhur bangsa ini.  Kegiatan FLC dilaksanakan secara daring dan luring. Kegiatan daring dilaksanakan berturut-turut pada tanggal 21 dan 22 Januari 2023 yang diawali dengan welcoming speech yang disampaikan oleh Bapak Mulyadi Saputra selaku Kepala Lembaga Pengembangan Insani Dompet Dhuafa    "Bakti Nusa merupakan suatu program yang menjadi rumah tumbuh para aktivis dari berbagai kampus, rumah yang menumbuhkan, rumah yang mendewasakan, rumah tempat belajar untuk menguatkan mentality leadership ke depan. Rumah yang tepat bagaimana kita belajar bersama, berinteraksi, dan berkolaborasi untuk menunjukkan bahwa anak muda memiliki sesuatu untuk mewujudkan cita-cita bangsa ini".    Kegiatan di lanjutkan dengan penyampaian materi yang membahas berbagai topik menarik dari para narasumber meliputi,    -Leaders Insight: Young and The Future of Zakat Movement yang disampaikan oleh Bapak Bambang Suherman (Ketua Umum FOZ) beliau menyampaikan bahwa zakat movement merupakan sebuah gerakan yang harus terus ada di setiap generasi. Setiap masa memiliki tantangan yang berbeda dan tantangan tersebut memberikan peluang untuk survive dan mandiri.    -Milstone of Dompet Dhuafa (History, Vision, and Mission, Programs, and Program Distributions) yang disampaikan oleh Bapak Dian Mulyadi (GM Communication and Corporate Secretary DD) beliau menyampaikan bahwa Dompet Dhuafa merupakan lembaga filantropi islam yang berkhidmat dalam pemberdayaan kaum dhuafa dengan pendekatan budaya melalui filantropis dan wirausaha sosial profetik. Berbagai program yang dilaksanakan bertujuan untuk mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur.    -Build Future Self: Workshop Life Plan, materi ini disampaikan oleh Bapak Adnan Fatron (Founder and CEO Muda Inspiratif Consulting) beliau menyampaikan Life Plan yang tidak berkembang disebabkan karena seringnya membandingkan diri dengan orang lain, banyaknya distraksi yang membuat sulit fokus pada tujuan hidup, serta banyak melakukan hal yang tidak bermanfaat (statis).   Kegiatan daring hari kedua diisi dengan diskusi "Walk The Talk" yang mengundang pemateri-pemateri yang ahli dibidangnya diantaranya: -Adhika Widya Sena (Direktur HRD P&G)-M. Syafi'ie el Bantanie (Kepala LPI DD 2017-2021) -Aminudi Amin (CEO Biomagg Sinergi Internasional)    Para narasumber menyampaikan berbagai materi yang memotivasi dan menginspirasi para CPM BA. Pelaksanaan kegiatan orientasi daring ditutup dengan diskusi bersama alumni penerima manfaat bakti nusa yang menyampaikan materi tentang nilai dan manifestasi poin transformatif sebagai salah satu profil Bakti Nusa.    Pelaksanaan kegiatan orientasi CPM BA Bakti Nusa dilanjutkan dengan rangkaian kegiatan luring yang dilaksanakan pada Jum'at -Minggu 27-29 Januari 2023 di Asrama Haji Donohudan Boyolali, Jawa Tengah. Kegiatan luring ini berjalan dengan lancar diikuti seluruh penerima manfaat beasiswa aktivis Bakti Nusa sebagai peserta, didampingi oleh alumni penerima manfaat bakti nusa angkatan 11 dan mengahadirkan para narasumber dari internal LPI DD. Banyak sekali pelajaran dan manfaat yang dapat diperoleh awardee dari kegiatan ini, bertemu dengan para aktivis muda dari seluruh Indonesia dengan berbagai ide dan gagasan kreatif menambah wawasan dan sudut pandang baru bahwa pemuda saat ini tidak cukup jika hanya memberi impact (manfaat bagi dirinya sendiri) namun anak muda juga sudah seharusnya memikirkan bagaimana gagasan atau inovasi yang dirumuskan dapat memberi kebermanfaatan bagi umat. Segudang pengalaman juga dibawa oleh para CPM BA yakni bagaimana keterlibatan mereka dalam berbagai organisasi dalam dan luar kampus yang diikuti, berbagai kegiatan sosial pengabdian masyarakat yang berhasil dilaksanakan serta motivasi mereka mengikuti program Bakti Nusa agar terus dapat menjadi pemuda/i yang berkontribusi nyata bagi bangsa.   Harapannya semoga kegiatan orientasi ini dapat menjadi wadah bagi aktivis muda untuk dapat terus mengembangkan diri dengan segala potensi yang dimiliki, memperteguh dan menguatkan niat untuk dapat bermanfaat bagi masyarakat dan bangsa.  #BaktiNusaBerjuang#BA12Bisa#BaktiNusa12#PemudaBermartabatMembantuUmmat

Nuril Ammi Nasution7 menit
Hukum

Bersama Aleg PKS, Mahasiswa FH UMM Belajar Mengenal Partai Politik

Malang (24/4) - Politik dan partai politik tentu dua istilah yang berbeda, baik dari segi bahasa maupun maknanya. Kondisi partai politik di Indonesia, sellau menjaid isu yang menarik untuk diperbincnagkan di ruang-ruang akademik. Kondisi tersebut menjadi latar belakang digelarnya program Visiting Lecturer mata kuliah Hukum Tata Negara 1 yang diampu oleh Sholahuddin Al-Fatih, SH., MH.   Dalam agenda Visiting Lecturer yang mengambil tema "Ada Apa Dengan Partai Politik" tersebut, hadir Ahmad Fuad Rahman, SE., MM., anggota DPRD Kota Malang Periode Tahun 2019-2024 dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) melalui ruang virtual Zoom (20/4). Mas Fuad, begitu biasa ia disapa, memaparkan tentang pentingnya peran partai politik dalam mewujudkan hajat hidup rakyat banyak.   "Kami menyadari, bahwa peran mahasiswa dalam perpolitikan nasional sangat strategis, mereka lah yang menajid penyambung lidah dan aspirasi rakyat, mereka menggelar demonstrasi, membuat perubahan. Bahwa sejarah mencatat, reformasi tahun 1998 juga karena andil dan peran dari mahasiswa." Ungkap Mas Fuad.   Mas Fuad melanjutkan, bahwa partai politik kini harus bisa menjadi wadah bagi lahirnya insan pejuang, yang memperjuangkan kebutuhan rakyat, bukan semata berjanji kosong saat kampanye namun tak ditepati. Setelah terpilih menjadi anggota legislatif, para politisi tersebut selanjutnya mengemban 3 amanah utama, yaitu; pengawasan, anggaran dan legislasi. Para Aleg tersebut harus amanah dan kerja nyata.   "Berjuang menjadi seorang politisi tentu tidak mudah. Kami harus amanah dan memperjuangkan suara rakyat. Misalnya, tadi pagi saya membantu salahs eorang warga di Sukun, untuk mengurus BPJS Kesehatan anaknya yang sakit. Tagihannya sekitar sejuta lebih, yang bersangkutan tidak mampu membayar, Alhamdulillah sore sebelum acara ini, pengajuan dan klaim BPJSnya disetujui." Pungkas Mas Fuad. (saf)

Sholahuddin Al-Fatih3 menit
Pendidikan

Bangun Semangat Menuntut Ilmu, BAKTI NUSA Gelar Uswah Leadership Class

Menyemarakkan Ramadan Eduaction Festival 2022 Lembaga Pengembangan Insani Dompet Dhuafa (LPI DD), BAKTI NUSA sebagai program pengembangan kepemimpinan bagi para aktivis mahasiswa menggelar Uswah Leadership Class, kelas berseri bertajuk “Cendekia: Memakna Perintah Al-Qur’an, Mengembara Menuntut Ilmu”. Kelas berseri pertemuan kedua ini dilakukan Sabtu, (16/4/2022) secara daring melalui platform Zoom. Pada kelas ini, para peserta diajak untuk menguatkan nilai profil program khususnya cendekia Aadrean, Manajer BAKTI NUSA wilayah Padang sekaligus Dosen di Universitas Andalas menyampaikan, seorang pemimpin harus memiliki semangat menuntut ilmu, bahkan hingga merantau ke luar kota asal maupun luar negeri. Dalam memahami kekuasaan Allah Swt., seorang pemimpin memerlukan ilmu untuk bisa memakna lebih dalam dari setiap tanda-tanda-Nya. Caranya, pertama memperkaya pengetahuan serta wawasan dalam konteks sejarah. “Sejarah itu sangat diperlukan, sebab kita tidak perlu mengulangi kesalahan yang sama dan bisa belajar dari yang sudah ada sebelumnya. Menariknya lagi, porsi terbesar dalam Al-Qur’an itu adalah sejarah (kisah),” ujarnya. Menurutnya, seorang pemimpin bisa memaknai kisah masyhur dalam Al-Qur’an tentang Zulkarnain. Lebih lanjut, Aadrean memaparkan tiga hal penting dari kisah Zulkarnain sebagai strategi untuk lanjut studi ke luar negeri. Pertama, paham geografis, seperti mengetahui sebaran letak kampus-kampus terbaik dan negaranya. “Sebagaimana Zulkarnain, seorang Raja saleh penguasa dunia barat dan timur, maka penting untuk menguasai geografi. Karena hasil pemantauan saya, banyak yang ingin kuliah di luar negeri, tapi di mana kampusnya malah belum tahu. Aneh!” ungkap Aadrean. Kedua, lanjutnya, paham sosiologi atau budaya dari target kampus-kampus idaman. “Budaya ini sangat berpengaruh terhadap cara kita agar diterima kuliah di luar negeri. Ada negara yang mengandalkan ujian atau nilai tes, ada negara yang mengandalkan kedekatan emosional dengan calon profesornya,” katanya. Ketiga, pemahaman serta penguasaan bahasa asing menjadi kunci. “Memahami sebaran kampus dan sosial budaya kampus target, harus dengan bahasa Inggris atau bahasa asing yang diakui di kampus target tersebut. Jadi, bahasa itu alat untuk memahami dua hal sebelumnya,” jelasnya. Kegiatan ini dihelat untuk 50 penerima manfaat BAKTI NUSA terpilih dari beberapa kampus ternama di Indonesia seperti Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Universitas Padjadjaran, Institut Pertanian Bogor, Universitas Sumatera Utara, Universitas Andalas, Universitas Sriwijaya, UGM Yogyakarta, UNS Surakarta, Universitas Airlangga, ITS Surabaya, dan Universitas Brawijaya. (mar)

Bakti Nusa3 menit
Pendidikan

Sambut Pemimpin Muda, BAKTI NUSA Gelar Temu Perdana YOULEAD Nasional

Lembaga Pengembangan Insani Dompet Dhuafa (LPI DD) sebagai lembaga kemanusiaan yang peduli pada potensi besar pemuda bangsa menginisiasi program Beasiswa Aktivis Nusantara (BAKTI NUSA). BAKTI NUSA merupakan sebuah program pengembangan kepemimpinan bagi para aktivis mahasiswa untuk membentuk tokoh pemimpin berintegritas, cendekia, transformatif, serta melayani demi terwujudnya Indonesia Berdaya.   Pada Sabtu dan Minggu (9-10/4) lalu, sebanyak 155 mahasiswa mengikuti Temu Perdana YOULEAD Nasional yang diadakan oleh BAKTI NUSA secara luring maupun daring via Zoom. Serentak dilakukan di 10 wilayah Indonesia, para mahasiswa yang berasal dari 42 kampus ini diajak untuk menumbuhkan jiwa kepemimpinan mudanya. YOULEAD merupakan ikhtiar BAKTI NUSA menyiapkan pemimpin strategis berintegritas dan mengoptimalkan peran sosial pemimpin muda di tengah masyarakat. Menurut Muhammad Fazar, Supervisor BAKTI NUSA, selain membangun kesiapan pemimpin muda, Temu Perdana YOULEAD Nasional juga menjadi ajang penyambutan Young Leaders Angkatan 3 sebagai keluarga besar BAKTI NUSA.   “Kami ingin selama YOULEAD berlangsung, para penerima manfaat bisa menambah wawasan, meningkatkan keterampilannya, saling mengenal sesama Young Leaders, dan tentu menghadirkan rasa memiliki akan program yang menaungi mereka,” ujar Fazar. Ia menjelaskan bahwa kehadiran YOULEAD juga merupakan salah satu upaya untuk meluaskan manfaat program BAKTI NUSA, “Harapannya, kehadiran YOULEAD tidak hanya dirasakan oleh kampus asal para penerima manfaat BAKTI NUSA, tetapi juga dirasakan oleh kampus-kampus lain yang ada di sekitarnya,” terang Fazar.   Selama enam bulan ke depan para penerima manfaat akan mengikuti serangkaian kegiatan menarik penambah kapasitas dan kapabilitas diri; sebut saja Pembinaan dan Pendampingan, Leaders Sharing, Proyek Pemberdayaan, Leadership Summit, serta Jaringan Kepemimpinan YOULEAD Club Indonesia.   Uswah Nurul Izzati, salah satu penerima manfaat YOULEAD wilayah Surabaya, mengungkapkan bahwa kegiatan yang diusung mampu memberikan banyak inspirasi, “Luar biasa banget, terpilih menjadi bagian YOULEAD menjadi suatu kebanggaan tersendiri. Karena bisa mengasah kemampuan kepemimpinan dan berprestasiku,” ujar Izza yang juga merupakan mahasiswi Fakultas Keperawatan, Universitas Airlangga.   “Kegiatan kemarin juga menambah relasi teman dari berbagai kampus. Selain itu, kita juga berkenalan dengan mentor-mentor di program YOULEAD yang tentunya mereka ini orang-orang hebat dan luar biasa,” tutup Izza. (MAR)

Bakti Nusa3 menit
Hukum

Mahasiswa FH UMM Pelajari Konstitusi dari Peneliti Ahli MKRI

Malang (7/4) - Konstitusi menjadi salah satu topik bahasan dalam mata kuliah Hukum tata Negara I. Agar lebih mudah memahami topik bahasan tersebut, kelas HTN I yang diampu oleh Sholahuddin Al-Fatih, SH., MH., menghadirkan peneliti ahli Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia (MKRI), Zaka Firma Aditya, SH., MH., melalui ruang virtual zoom (6/4) kemarin. Bertajuk visiting lecturer, kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB hingga pukul 10.30 WIB tersebut berjalan lancar dengan diiringi diskusi dan sesekali pemateri melempar candaan. "Kira-kira negara mana yang berulang kali melakukan amendemen terhadap konstitusi mereka? Negara di Asia Tenggara kok, nggak jauh-jauh." Tanya Zaka kepada peserta yang hadir melalui Zoom.   Peserta nampak antusias dengan melontarkan beberapa pertanyaan. Seperti bagaimanakah bentuk ideal dari konstitusi, apakah perbedaan antara pasal nominal, normatif dan semantik, potensi pelanggaran konstitusi di saat pandemi Covid-19 hingga sabda Raja sebagai konstitusi pada era kerajaan dahulu kala.   Agenda visiting lecturer tersebut sekaligus menandai dimulainya kegiatan visiting lecturer pada mata kuliah HTN I yang diampu oleh Sholahuddin Al-Fatih, SH., MH. Rencananya ke depan, untuk topik-topik tertentu, akan dihadirkan lagi para pakar dan praktisi yang ahli di bidang masing-masing. Selain sebagai upaya belajar langsung kepada ahlinya, kegiatan visiting lecturer juga diharapkan bisa memperkenalkan profesi pilihan dengan latar belakang lulusan sarjana hukum bagi para mahasiswa, sehingga, mahasiswa memiliki pilihan dan gambaran karir mereka pasca menyandang gelar sarjana. (saf/hum)

Sholahuddin Al-Fatih2 menit