#Prestasi

Motivasi

5 Mahasiswa Universitas Brawijaya Malang, mengikuti FLC Beasiswa Bakti Nusa di Solo: Mengukir Peradaban dengan Cita

Malang (31/1) - Pemuda, harus banyak geraknya, harus banyak karyanya. Terlebih, menjadi muslimah tidak menghalangi kita untuk terus berkarya dengan inovasi, menciptakan harapan baru, menjaga hal-hal baik untuk bangsa, dan menjadi pemimpin yang solutif dalam berbagai permasalahan.  Sesuai dengan tema FLC di Solo 2023 ini "We Create, Build, and Preserve".   Dari seorang wanita cerdas yang bernama Huma hatun, berhasil memberikan pembelajaran luar biasa, dimana dalam proses mengukir sebuah peradaban   dibutuhkan milestone dan plan yang matang. Sehingga, pada abad ke -14 Huma Hatun dengan bangga menjadi seorang ibu dari pemuda tangguh yang berhasil menaklukkan konstantinopel yang sejak dulu dikabarkan sebagai bisyarah dari Rasulullah SAW. Meneladani Bunda Fatimah binti Ubaidillah Azdiyah, sang ibu cerdas dan taat membentuk kecerdasan pula untuk anaknya Imam besar Fiqh Imam Syafi'i. Asma' binti yazid, sang juru bicara kaum muslimah di zaman Rasulullah. Bunda Aisyah r.a yang berhasil meriwayatkan 2210 hadits. Fatimah Al-Fihr, pendiri Universitas Tertua di dunia. Dan banyak muslimah yang menginspirasi lainnya.   Menjadi salah satu dari mahasiswa yang diberikan kesempatan oleh Allah untuk bisa belajar dan berperan lebih melalui wadah yang bernama Bakti Nusa yaitu sebagai program LPI DD yang didanai oleh masyarakat yang bentuknya zakat, infaq, sedekah dan Shadaqoh memberikan kesan yang menakjubkan. Berikhtiar untuk menjadi wadah bertumbuh bagi 50 mahasiswa aktivis di Indonesia yang terdiri dari 12 regional dan 14 kampus besar di Indonesia.   Future leader challenge yang diadakan secara online melalui aplikasi zoom meeting pada tanggal 21 hingga 22 januari 2023, maupun secara offline di Solo tepatnya pada tanggal 27-29 januari 2023 membawa kepada hikmah yang melimpah, ilmu dan wawasan yang tak hingga. Pada awal menjadi CPM dari Bakti Nusa 12, banyak hal yang membuat minder dan tak percaya diri, namun langkah hebat ini Allah selipkan dalam sebuah perjalanan hebat untuk memaksimalkan peran, sebagai pemuda muslimah. Mengutip dari Pak Mulyadi Saputra sebagai Kepala LPI DD yang disampaikan langsung di kota yang terkenal dengan budaya-nya, bahwa belum tentu dirimu (Penerima Bakti Nusa) lebih baik atau lebih hebat dari mereka, tapi itu semua karena memperoleh ridha, kepercayaan dan kesempatan lebih dari Allah untuk menyelami ilmu dan pengalaman di Bakti Nusa. Penyampaian dari Mas Yusron selaku Koordinator Wilayah BA 11 Solo yang mengatakan bahwa Bakti Nusa bukan tentang menjadi apa kamu di masa lalu, tapi ingin menjadi hebat seperti apa kamu di masa depan, menjadi cambukkan pula untuk terus mengembara lautan luas dengan perahu Bakti Nusa dengan bidang keahlian masing-masing seperti salah satu lirik dari Mars Bakti Nusa 'Tak ada samar, Tak ada Remang. Semua terang semua benderang'.    Layaknya seorang cendekiawan muslim, beraksi, bergerak bukan hanya karena tak ada kerjaan, iseng-iseng namun jauh dari itu, karena ada suatu hal dari keinginan diri untuk mengambil peran lebih. Pak Bayu Chandra Winata, selaku Head Of Rumah Pembaharu pun mengungkapkan demikian, bahwa sesuatu yang hebat bermulai dari strong why, reason for being yang mendorong diri segera berlari mengejar peran sebagai pemuda yang dikabarkan oleh Rasulullah masuk ke dalam 7 golongan yang mendapat naungan saat tidak ada naungan di hari akhir dengan mengusahakan diri berada pada 4 profil Bakti Nusa yaitu integritas, cendekia, transformatif dan melayani.   Tak hanya diajak untuk merenungi kembali 'reason why you wanna do', CPM BA 12 diingatkan untuk memahami lagi gerakkan apa, aksi yang bagaimana, langkah dan peran sebagai apa yang ingin diambil melalui diskusi menyenangkan yang disampaikan oleh Kang Adnan Fatron selaku pemateri workshop life plan (Build Future Self), yang telah disampaikan secara umumnya melalui penyampaian materi daring (Leaders Insight : Young and The Future of Zakat Movement) yang dituturkan oleh Ketua Umum FOZ Pak Bambang Suherman, beliau menyampaikan bahwa penerima manfaat Bakti Nusa merupakan kader elit dan investasi pendidikan level kampus dengan sasarannya adalah mahasiswa, sehingga dalam menjalani kehidupan sebagai mahasiswa beliau mengkerucutkan 4 Domain di kampus yakni : 1. Domain akademik, meliputi strategi mempertahankan IPK agar dapat merencanakan dan menjalankan kemapanan akademik yang baik.2.  Domain leadership, dimana kemampuan memimpin, mempengaruhi, pengambilan keputusan dan resiko diukur pada domain ini, sebuah bagian yang tidak mewah namun menjadi hal penting yang harus dikejar. 3. Domain sosial, yaitu mahasiswa mampu untuk menggerakkan gelombang pada hati nuraninya untuk perduli dan peka dalam mengidentifikasi sebuah masalah, resiko dan menemukan langkah efisien dan inovatif dalam menyelesaikannya. 4. Domain religius, meliputi keberadaan agama dan Allah dalam dirinya, memahami dan mengerjakan perintahNya dengan baik.     Hal menarik pada FLC Bakti Nusa 12 ini adalah diskusi dan pembukaan wawasan mengenai salah satu value bakti nusa transformatif, melalui aplikasi zoom pasangan alumni Bakti Nusa Kang Abay dan Teh Wulan, menyampaikan bahwa nilai-nilai kepemimpinan perlu dilakukan secara berlanjut dengan membangun keluarga sebagai penanaman dan laboratorium peradaban lingkup paling kecil dan penting, sebagaimana Hasan Al-Banna sebutkan bahwa ada 7 tahapan untuk mengambil kembali kendali kepemimpinan peradaban dunia ke pangkuan islam yaitu,1. Membina pribadi muslim2. Membangun keluarga islami3. Membimbing masyarakat4. Memperbaiki pemerintahan5. Mempersatukan ummat untuk berdaya6. Merealisasikan kepemimpinan global 7. Menjadi soko guru bagi semesta alam   Sehingga, perjalanan sebagai penerima manfaat Bakti Nusa tak lagi tentang bagaimana perbaikan diri bisa berjalan dengan baik namun, langkah-langkah selanjutnya dalam pengimplementasian dari nilai transformatif dapat mengiringi langkah dan kontribusi sebagai pengukir peradaban.  Tentu dalam realisasinya banyak sekalu rintangan dan halangan yang harus di hadapi, mengutip dari penyampaian Kang Adna Fatron dan disebutkan pula oleh Bang Aminudi, Mas Adhika serta Pak Syafi'ie pemuda khususnya PM BA mampu untuk bergerak lebih sebagai runner yaitu yang menguasai medan rintangan, mampu mengolah tools atau teknologi yang ada, dan berani mengambil hal yang berbeda dengan inovasi yang kreatif dengan leadpro masing-masing. Bukan sebagai mediocre yaitu orang yang berada pada posisi rata-rata dan seringnya dikendalikan oleh teknologi yang ada.    FLC secara luring bertempat di asrama haji Boyolali, Solo. Solo yang kaya dengan kebudayaan, tak hanya menyatukan PM BA 12 namun, menautkan kembali hati antara PM BA 12, alumni BA, hingga pengurus pusat LPI DD. Pembiasaan diri dengan melakukan sholat 5 waktu lengkap dengan rawatib, dzikir pagi dan petang bersama, hingga melakukan qiyamul lail secara bersama-sama semoga menjadi hujjah bahwa bukan harap pada manusia yang ingin dicapai, tapi keridhaan padaNya yang menjad cita tertinggi. Saat kegiatan luring, PM BA 12 menampilkan seni dan kebudayaan dari masing-masing regional, sebagai wujud dari salah satu tema FLC 2023 preserve yaitu menjaga nilai-nilai baik, budaya dan cita-cita luhur bangsa ini.    Keraton Kasunanan menjadi saksi bisu dari pengembaraan budaya yang dilakukan oleh BA 12 di tanggal 29 Januari 2023, dimana menjadi destinasi budaya terakhir dari ekspedisi kebudayaan untuk meningkatkan team building yang meliputi, Balai Kota, Pasar Gede, Benteng Vastenburg, Pasar Keris dan Cinderamata, Masjid Agung, Pasar Klewer dan Keraton Kasunananan. Indahnya kebudayaan, ragamnya adat, serta hebatnya sejarah yang terkandung pada setiap destinasi menjadi asas semangat untuk terus menjadi pemuda hebat yang mengambil peran dalam kontestasi peradaban, sesuai dengan jargon BA 12 "Pemuda bermartabat, Membantu Ummat". Sudah seharusnya kita, sebagai pemuda untuk mengambil peran dan melangkah hebat untuk kontibusi besar dan bakti cinta bagi nusa.  It was not muslim who have made Islam great. It is Islam that has made the muslim great-Anomymous-

Mufidatul Fathiyah 9 menit
Motivasi

Future Leader Challenge (FLC) sebagai Kegiatan Orientasi CPM Bakti Nusa Diikuti Aktivis Muda Seluruh Indonesia

"Belum tentu dirimu lebih baik atau lebih hebat dari mereka, ingat kamu hanya memperoleh kesempatan maka manfaatkan sebaik mungkin kesempatan yang kamu miliki".    Malang (31/1) - Desember tahun lalu Lembaga Pengembangan Insani Dompet Dhuafa (LPI DD) merilis hasil seleksi akhir penerima manfaat beasiswa aktivis Bakti Nusa. Setelah melalui rangkaian seleksi yang cukup panjang dan ketat proses ini berhasil melahirkan 50 orang mahasiswa aktivis dari seluruh Indonesia yang tersebar di 12 regional dan 14 universitas negeri yakni Universitas Sumatera Utara, Universitas Andalas, Universitas Sriwijaya, Universitas Indonesia, IPB University, Universitas Gajah Mada, Universitas Sebelas Maret, Universitas Airlangga, Institut Teknologi Sepuluh November, Universitas Brawijaya, Universitas Hasanuddin dan Universitas Udayana.    Kemudian, seluruh mahasiswa aktivis terpilih diwajibkan untuk mengikuti kegiatan orientasi Calon Penerima Manfaat Beasiswa Aktivis (CPM BA) Bakti Nusa yang disebut dengan "Future Leader Challenge". Kegiatan Future Leader Challenge BAKTI NUSA 2023 merupakan wadah orientasi dan internalisasi program serta pengukuhan calon penerima manfaat BAKTI NUSA mengusung tema "We Create, We Build, We Preserve" yang mengambil inspirasi dari kondisi sejarah Bangsa Indonesia yang sarat akan nilai-nilai budaya. "We Create" berarti kami mendorong terciptanya inovasi gagasan karya dari Penerima Manfaat (PM) BAKTI NUSA angkatan 12. "We Build" berarti FLC berorientasi pada pembangunan dan kolaborasi melalui rangkaian program dan leadership project. "We Preserve" berarti menjaga yang dalam kamus Oxford berarti to keep something or in good condition; menjaga nilai-nilai, budaya dan cita-cita luhur bangsa ini.  Kegiatan FLC dilaksanakan secara daring dan luring. Kegiatan daring dilaksanakan berturut-turut pada tanggal 21 dan 22 Januari 2023 yang diawali dengan welcoming speech yang disampaikan oleh Bapak Mulyadi Saputra selaku Kepala Lembaga Pengembangan Insani Dompet Dhuafa    "Bakti Nusa merupakan suatu program yang menjadi rumah tumbuh para aktivis dari berbagai kampus, rumah yang menumbuhkan, rumah yang mendewasakan, rumah tempat belajar untuk menguatkan mentality leadership ke depan. Rumah yang tepat bagaimana kita belajar bersama, berinteraksi, dan berkolaborasi untuk menunjukkan bahwa anak muda memiliki sesuatu untuk mewujudkan cita-cita bangsa ini".    Kegiatan di lanjutkan dengan penyampaian materi yang membahas berbagai topik menarik dari para narasumber meliputi,    -Leaders Insight: Young and The Future of Zakat Movement yang disampaikan oleh Bapak Bambang Suherman (Ketua Umum FOZ) beliau menyampaikan bahwa zakat movement merupakan sebuah gerakan yang harus terus ada di setiap generasi. Setiap masa memiliki tantangan yang berbeda dan tantangan tersebut memberikan peluang untuk survive dan mandiri.    -Milstone of Dompet Dhuafa (History, Vision, and Mission, Programs, and Program Distributions) yang disampaikan oleh Bapak Dian Mulyadi (GM Communication and Corporate Secretary DD) beliau menyampaikan bahwa Dompet Dhuafa merupakan lembaga filantropi islam yang berkhidmat dalam pemberdayaan kaum dhuafa dengan pendekatan budaya melalui filantropis dan wirausaha sosial profetik. Berbagai program yang dilaksanakan bertujuan untuk mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur.    -Build Future Self: Workshop Life Plan, materi ini disampaikan oleh Bapak Adnan Fatron (Founder and CEO Muda Inspiratif Consulting) beliau menyampaikan Life Plan yang tidak berkembang disebabkan karena seringnya membandingkan diri dengan orang lain, banyaknya distraksi yang membuat sulit fokus pada tujuan hidup, serta banyak melakukan hal yang tidak bermanfaat (statis).   Kegiatan daring hari kedua diisi dengan diskusi "Walk The Talk" yang mengundang pemateri-pemateri yang ahli dibidangnya diantaranya: -Adhika Widya Sena (Direktur HRD P&G)-M. Syafi'ie el Bantanie (Kepala LPI DD 2017-2021) -Aminudi Amin (CEO Biomagg Sinergi Internasional)    Para narasumber menyampaikan berbagai materi yang memotivasi dan menginspirasi para CPM BA. Pelaksanaan kegiatan orientasi daring ditutup dengan diskusi bersama alumni penerima manfaat bakti nusa yang menyampaikan materi tentang nilai dan manifestasi poin transformatif sebagai salah satu profil Bakti Nusa.    Pelaksanaan kegiatan orientasi CPM BA Bakti Nusa dilanjutkan dengan rangkaian kegiatan luring yang dilaksanakan pada Jum'at -Minggu 27-29 Januari 2023 di Asrama Haji Donohudan Boyolali, Jawa Tengah. Kegiatan luring ini berjalan dengan lancar diikuti seluruh penerima manfaat beasiswa aktivis Bakti Nusa sebagai peserta, didampingi oleh alumni penerima manfaat bakti nusa angkatan 11 dan mengahadirkan para narasumber dari internal LPI DD. Banyak sekali pelajaran dan manfaat yang dapat diperoleh awardee dari kegiatan ini, bertemu dengan para aktivis muda dari seluruh Indonesia dengan berbagai ide dan gagasan kreatif menambah wawasan dan sudut pandang baru bahwa pemuda saat ini tidak cukup jika hanya memberi impact (manfaat bagi dirinya sendiri) namun anak muda juga sudah seharusnya memikirkan bagaimana gagasan atau inovasi yang dirumuskan dapat memberi kebermanfaatan bagi umat. Segudang pengalaman juga dibawa oleh para CPM BA yakni bagaimana keterlibatan mereka dalam berbagai organisasi dalam dan luar kampus yang diikuti, berbagai kegiatan sosial pengabdian masyarakat yang berhasil dilaksanakan serta motivasi mereka mengikuti program Bakti Nusa agar terus dapat menjadi pemuda/i yang berkontribusi nyata bagi bangsa.   Harapannya semoga kegiatan orientasi ini dapat menjadi wadah bagi aktivis muda untuk dapat terus mengembangkan diri dengan segala potensi yang dimiliki, memperteguh dan menguatkan niat untuk dapat bermanfaat bagi masyarakat dan bangsa.  #BaktiNusaBerjuang#BA12Bisa#BaktiNusa12#PemudaBermartabatMembantuUmmat

Nuril Ammi Nasution7 menit
Pendidikan

Mahasiswa PMM UMM Melakukan Pembukaan Kegiatan PMM di Panti Asuhan di Blitar

Kegiatan pengabdian masyarakat oleh mahasiswa (PMM) ini adalah untuk mengaplikasikan Hilirisasi  hasil penelitian dan pengabdian Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melalui Pengabdian Masyarakat Oleh Mahasiswa (PMM) Kelompok 97 Gelombang 11 dengan Dosen Pembimbing Lapangan Vritta Amroini Wahyudi,S.Si.,M.Si.   Kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) Kelompok 97 Gelombang 11 dimulai dari tanggal 1 Oktober 2022 hingga 31 Oktober 2022 yang berlokasi di Panti Asuhan Ar Rohmah, Tegalrejo Kota Blitar. Pembukaan kegiatan PMM Kelompok 97 Gelombang 11 dilaksanakan pada minggu kedua tepatnya pada tanggal 8 Oktober 2022.   Kegiatan Pembukaan ini dihadiri 40 anak dari panti asuhan tersebut dan disahkan oleh pengelola Panti Asuhan Ar Rohmah, Bapak Ashuri. Dalam kegiatan pembukaan acara PMM ini, Kelompok 97 Gelombang 11 juga memasang Banner dengan tema “Implementasi Penguatan Pendidikan Karakter dalam Rangka Membangun Generasi Muda yang Berakhlak Mulia di Panti Asuhan Ar Rohmah”.    

Ida Agustin4 menit
Saintek

Mahasiswa UM Ciptakan ORSENTRY- Inovasi Sampo Padat Ramah Lingkungan dari Merang Padi

Lima mahasiswa Universitas Negeri Malang berhasil menciptakan inovasi sampo padat dari bahan alam yaitu merang padi yang bermanfaat untuk mengurangi rambut rontok dan dapat menghitamkan rambut secara alami dengan nama ORSENTRY. Mereka adalah Dina Febriyanti, Devi Mariya Sulfa, Syalwa Dida Wuryanti dari Biologi, Muhamad Riyan Bagus Widiyanto dari Ekonomi Pembangunan, dan Muhammad Zidan Ramadhan dari DKV.    Mereka menceritakan ide ini muncul ketika mengamati lingkungan kos dengan daerah padat bangunan dan padat penduduk. Pantauan menunjukkan, tingginya produksi sampah plastik  berasal dari kamar mandi berupa plastik produk kebersihan serta busa yang menumpuk pada selokan dan sungai. Busa tersebut mengandung senyawa aktif SLS yang dapat menyebabkan pencemaran bagi lingkungan.   Kesadaran masyarakat mengenai kesehatan rambut dan peningkatan jumlah penduduk sangat berkorelasi dengan penumpukan sampah yang semakin meningkat yang diakibatkan oleh limbah plastik terutama dihasilkan dari kemasan sampo. Oleh karena itu, ORSENTRY hadir sebagai inovasi baru berupa sampo padat yang penyajiannya sangat praktis dan hemat serta tidak menimbulkan sampah bagi lingkungan. Keunggulan sampo padat merang ini dapat mengurangi rambut rontok, menghitamkan rambut, serta dapat digunakan sampai 85 kali pemakaian.   Selain itu, kemasan yang digunakan juga biodegradable dan tidak menimbulkan limbah bagi lingkungan. Ketersediaan merang yang sangat melimpah terutama sebagai limbah pertanian selama ini ternyata belum dimanfaatkan secara optimal. Padahal merang memiliki kandungan senyawa seperti flavonoid, polifenol, protein, vitamin B1, dan zat besi (Suriani, 2018). Kandungan tersebut dimanfaatkan dalam sampo padat ORSENTRY. Dari terciptanya produk ramah lingkungan ini, tim berharap agar produk yang tercipta terus berkembang dan mampu menjadi inovasi yang lebih baik, serta dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dan lingkungan sekitar.

Definisi3 menit
Motivasi

Tim Debat FH UMM Raih Juara di Bumi Sriwijaya

Mencoba terus menerus dan percaya bahwa usaha tidak menghianati hasil merupakan pepatah yang sangat cocok didapatkan oleh ketiga Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang sukses menjuarai Juara Harapan 1 di Kompetisi Debat Hukum Nasional Sriwijaya Law Fair 2022 di Universitas Sriwijaya Palembang. Dalam kompetisi tersebut mengangkat tema "“Respon Hukum dan Peran Mahasiswa dalam Menghadapi Isu Kekerasan Berbasis Gender di Tengah Eskalasi Tantangan Global.” Ada 27 Universitas yang bertarung dalam Kompetisi tersebut termasuk Universitas Gadjah Mada, Universitas Indonesia, Universitas Airlangga dan masih banyak lagi. Tim Debat UMM yang di delegasikan Yogi Syahputra Alidrus (FH 2020), Amanda Putri (FH 2020), dan Daffa Juliansyah (FH 2020) Berhasil membawa nama baik kampus UMM di ajang KDHN Sriwijaya Law Fair 2022. Yogi Syahputra Alidrus, Sapaan akrabnya Yogi salah satu delegasi Tim Debat UMM menceritakan bahwa "kami bertiga memprsiapkan selamat 2 minggu sebelum bertanding" dan juga karena kompetisi tersebut sistem seleksi nya adalah Pemaparan vidio argumentasi dari setiap delegasi, Alhamdulilah tim debat UMM berhasil meraih peringkat pertama dari 27 Universitas yang seleksi dalam KDHN (Kompetisi Debat Hukum Nasional) Sriwijaya Law Fair 2022. “Persiapan kita dalam perlombaan kali ini lebih menguatkan retorika agar lancar ketika menyampaikan argumentasi dalam kompetisi,” ucapnya. Ia bersyukur pihak UMM selalu memberikan motivasi dan menyediakan organisasi yang mendorong kemampuan debat mereka. Ada LSO di tingkat fakultas, ada pula beragam UKM di tingkat universitas. Jadi, semua mahasiswa bisa ikut sesuai dengan minat dan passionnya. Bahkan mampu mengantarkan menuju puncak prestasi di berbagai lomba seperti Lomba Debat, Karya Tulis Ilmiah, Legal Opinion dan masih banyak lagi. Pada tanggal 15 September 2022 Tim debat UMM berhasil masuk semi final dengan mengalahkan Universitas Gadjah Mada dengan selisih 23 poin saja, Menurut Daffa dan Amanda selaku delegasi Tim debat UMM pun mengatakan "Kami sangat senang dan bangga dikarenakan kami tidak menyangka Tim kami bisa masuk semi final tentunya hal tersebut tidak terlepas dari doa dan dukungan dari orang tua, bapak ibu dosen dan teman teman sekalian. Di babak semi final Tim UMM berlawanan dengan Universitas Sultan Agung Tirtayasa yang mana mengangkat topis perdebatan yaitu "Pengarusutamaan Gender Dalam Bentuk Peraturan Daerah di Indonesia". Alhasil UMM mendapat juara Harapan 1 dikarenakan kalah dan beda selisih poin dengan Universitas Sultan Agung Tirtayasa, Setelah itu Round Lower Bracket yang mana memperebutkan juara 3 dan juara harapan 1, Tim UMM harus berlawanan juga dengan UGM tim A sehingga alhasil delegasi tim debat UMM meraih juara harapan 1. Hal tersebut sangatlah bersyukur dikarenakan di lomba tersebut pun dibatasi untuk juara 1, juara 2, juara 3 dan juara harapan 1.

yogi alidrus3 menit