#Pengabdian Masyarakat

Pendidikan

PKM di Kampung Sejarah Reenactor Ngalam melalui Pemanfaatan Reenactor Artefact Keeper (RAK)

Malang, 6 Oktober 2024 – Tim dosen dari Politeknik Negeri Malang (Polinema) yang diketuai oleh Usman Nurhasan, melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat dengan judul "Optimasi Tata Kelola Benda Sejarah di Kampung Sejarah Reenactor Ngalam melalui Pemanfaatan Reenactor Artefact Keeper (RAK)." Kegiatan ini berlangsung di Kampung Sedjarah Sumbersari, Kota Malang, yang dikelola oleh komunitas pegiat sejarah, Reenactor Ngalam.   Kampung Sedjarah Sumbersari merupakan salah satu kawasan di Kota Malang yang memiliki potensi sejarah besar, dengan komunitas yang aktif dalam melestarikan dan merepresentasikan sejarah melalui kegiatan reenactment. Namun, seiring dengan bertambahnya jumlah artefak dan dokumen sejarah yang mereka kelola, dibutuhkan sistem pengelolaan yang lebih efektif dan efisien.   Melalui pengabdian masyarakat ini, Usman Nurhasan dan tim memperkenalkan Reenactor Artefact Keeper (RAK), sebuah sistem inovatif yang dirancang untuk mengoptimalkan tata kelola benda-benda sejarah. RAK memungkinkan penggiat sejarah di Kampung Sedjarah Sumbersari untuk mendata, menyimpan, dan merawat koleksi sejarah mereka secara digital dan terstruktur. Selain itu, sistem ini juga membantu memudahkan akses informasi mengenai koleksi-koleksi tersebut, baik untuk keperluan riset maupun edukasi bagi masyarakat luas.   Menurut Usman Nurhasan, pengembangan RAK merupakan bentuk dukungan terhadap pelestarian sejarah lokal yang sangat penting. "Kami berharap dengan adanya RAK, Kampung Sejarah Reenactor Ngalam dapat lebih mudah dalam mengelola koleksi benda sejarah mereka, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pelestarian sejarah," ujarnya.   Kegiatan pengabdian masyarakat ini juga melibatkan pelatihan bagi para pegiat sejarah Reenactor Ngalam dalam mengoperasikan sistem RAK, mulai dari penginputan data artefak hingga pemanfaatan fitur-fitur yang ada. Dengan adanya kolaborasi antara akademisi dan komunitas sejarah, diharapkan dapat terwujud tata kelola benda sejarah yang lebih optimal, modern, dan berkelanjutan.   Kegiatan ini disambut dengan antusias oleh komunitas Reenactor Ngalam dan masyarakat sekitar. Kepala komunitas Reenactor Ngalam menyampaikan apresiasinya terhadap bantuan yang diberikan oleh Polinema. "Dengan sistem ini, kami merasa lebih terbantu dalam mengelola benda-benda sejarah yang kami miliki, sehingga sejarah lokal bisa terus kami lestarikan dengan baik," katanya.   Pengabdian masyarakat ini merupakan bagian dari komitmen Polinema dalam memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, khususnya dalam bidang pelestarian sejarah dan budaya lokal.

Usman Nurhasan3 menit
Volunteerism

Tim Pengmas Fakultas Farmasi UNAIR Latih Santri Kelola Obat dengan Cara DAGUSIBU

Tim  pengabdian kepada masyarakat (pengmas) Fakultas Farmasi UNAIR menggelar kegiatan bertajuk “Pelatihan pengelolaan obat-obatan DAGUSIBU di Pondok Pesantren Raudlatul Musthofa di Dusun Pundensari”.  Kegiatan ini terlaksana pada hari Sabtu (14/09/2024) di Gedung Balai Latihan Kerja Pondok Pesantren Raudlatul Musthofa di Dusun Pundensari, Desa Rejotangan, Kecamatan Rejotangan, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur. Kegiatan ini diikuti oleh 120 peserta pelatihan, yang terdiri dari ustad-ustadzah pendamping santri-santriwati dan petugas unit kesehatan sekolah dari Pondok Pesantren Raudlatul Musthofa di Dusun Pundensari. Kegiatan pengmas pelatiah pengelolaan obat ini juga merupakan tindak nyata upaya mewujudkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) yang berhubungan dengan kesehatan yaitu tujuan ketiga kesehatan dan kesejahteraan untuk semua. "Pondok pesantren merupakan tempat bagi para santri untuk menuntut ilmu dan dalam proses pendidikannya mengharuskan santri untuk tinggal di asrama. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa santri rawan mengalami gangguan kesehatan yang erat kaitannya dengan perilaku hidup bersih dan sehat yang buruk" tutur Gusti Noorrizka, ketua tim pengmas.  Dosen Farmasi yang akrab disapa Rizka tersebut melanjutkan penjelasannya bahwa gangguan kesehatan yang dialami santri tentu memerlukan obat yang tepat. Penggunaan obat yang tidak benar dapat berpengaruh pada gagalnya pencapaian tujuan terapi yang diinginkan serta munculnya masalah terkait obat, misalnya dosis terlalu rendah atau terlalu tinggi, ketidakpatuhan minum obat, interaksi obat, duplikasi obat, efek samping, dan masalah lainnya. Bapak Saefudin, S.Pd selaku perwakilan dari Pondok Pesantren Raudlatul Mustofa Dusun Pundensari Tulungagung menyambut tim Pengmas FFUNAIR sekaligus menyampaikan rasa terima kasih atas acara pelatihan ini dan berharap agar kerjasama pengmas ini terus terjalin di kemudian hari. Rizka selaku ketua Tim Pengmas FFUNAIR menyampaikan bahwa setelah pelatihan ini Tim Pengmas akan memantau pelaksanaan pengelolaan obat DAGUSIBu selama beberapa bulan ke depan. Lebih lanjut Rizka menambahkan pemantauan ini bertujuan untuk mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi mitra dalam melaksanakan praktek pengelolaan obat DAGUSIBU dan mencarikan Solusi atas permasalahan tersebut. Kegiatan Pelatihan ini selain melibatkan tim pengas FFUNAIR juga melibatkan tenaga kesehatan setempat yaitu Ibu Sri Endah Pratiwi Sarjana Terapan Kebidanan. Beliau menyampaikan pentingnya melakukan perilaku hidup bersih sehat (PHBS) untuk mencegah gangguan kesehatan yang sering dialami santri-santriwati. Beliau juga menyampaikan bahaimana cara mencegah penularan penyakit. Acara dilanjutkan dengan pelatihan pengelolaan obat DAGUSIBU yang disampaikan oleh Dr I Nyoman Wijaya, S.Si., SpFrs. Pada penjelasannya Dr I Nyoman Wijaya, S.Si., SpFrs. menyampaikan pentingnya mendapatkan obat dari sumber yang terpercaya seperti di apotek, beliau juga menambahkan bahayanya bila salah memggunakan obat yang berdampak penyakit tidak kunjung sembuh bahkan bisa menimbulkan efek negatif yang tidak diharapkan. Lebih lanjut lagi beliau menyampaikan kondisi penyimpanan yang baik akan mencegah obat cepat rusak, selain itu cara membuang obat yang sudah kadaluarsa juga harus tepat agar tidak disalahgunakan oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab dan juga mencegah pencemaran lingkungan. Tidak berhenti sampai di situ saja, untuk memperkuat pemahaman peserta kegiatan pengmas ini dilanjutkan dengan tutorial cara penggunaan obat yang benar. Peserta pelatihan dibagi menjadi 10 kelompok dan tiap-tiap kelompok didampingi oleh satu tutor. Tidak hanya dosen yang bertindak sebagai tutor, tutorial ini juga melibatkan mahasiswa Program Studi Doktor Ilmu Farmasi, Program Studi Magister Ilmu Farmasi dan Program Studi Profesi Apoteker FAkultas Farmasi UNAIR. Para tutor melatih peserta untuk mempraktekkan cara penggunaan obat yang benar, tiap tutor dibekali dengan alat peraga obat yang terdiri dari salep untuk scabies, obat cair untuk kutu rambut, tablet turun panas, sirup batuk berdahak dan sirup batuk kering, sendok makan dan sendok teh rumah tangga, sendok takar serta sloki penakar obat. Para peserta pelatihan diminta menakar air dengan menggunakan sendok makan serta sendok teh lalu dibandingkan bila menggunakan sendok takar dan sloki penakar obat. Dengan melihat perbedaan hasil ini peserta pelatihan menjadi paham bahwa sendok makan dan sendok teh bukanlah alat penakar obat yang tepat. Ketidaktepatan penakaran obat ini mengakibatkan dosis obat yang digunakan tidak sesuai, akibatnya tidak tercapai efek terapi yang diharapkan.  Peserta pelatihan Pelatihan pengelolaan obat-obatan DAGUSIBU di Pondok Pesantren Raudlatul Musthofa di Dusun Pundensari mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan antusias. Keberhasilan pelatihan ini ditunjukkan dengan peningkatan skor pre-test dan post-test kuisioner pengetahuan pengelolaan obat. Sebelum mengikuti pelatihan rata-rata skor yang diperoleh peserta berkisar 44 dari total skor 100, sementara itu setelah mengikuti pelatihan pengetahuan peserta pelatihan meningkat hampir dua kali lipat dari skor sebelumnya yaitu sebesar 80 dari total skor 100.  Kegiatan pengmas ini ditutup dengan penyerahan obat-obatan dan alat takar sediaan cair kepada pengurus Pondok Pesantren Raudlatul Musthofa di Dusun Pundensari. Diharapkan penyerahan obatt-obatan ini dapat bermanfaat mengobati gangguan kesehatan yang sering dialami oleh santri dan santriwati.

Adistiar Prayoga8 menit
Pendidikan

Dukung Edu-Wisata di Pemandian Sumberingin, Desa Wringinsongo, Tim POLINEMA Kembangkan Papan Nama Tanaman Interaktif

Desa Wringinsongo yang terletak di Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, saat ini tengah menunjukkan perkembangan signifikan sebagai salah satu destinasi wisata yang menarik perhatian. Salah satu objek wisata unggulan di desa ini adalah Pemandian Sumberingin, yang telah berkembang menjadi tempat favorit bagi wisatawan lokal maupun dari luar kota. Tidak hanya menawarkan keindahan alam yang asri dan segar, Pemandian Sumberingin juga menghadirkan pengalaman wisata edukatif yang mengusung konsep energi ramah lingkungan. Wisata Pemandian Sumberingin menarik perhatian pengunjung berkat inovasi yang menggabungkan alam dan teknologi ramah lingkungan. Pengunjung tidak hanya bisa menikmati segarnya air pemandian di tengah suasana hijau yang menyejukkan, tetapi juga mendapatkan edukasi tentang pemanfaatan energi terbarukan. Di kawasan ini, pengunjung dapat melihat langsung penerapan energi listrik tenaga surya dan generator turbin tenaga air yang digunakan untuk mendukung operasional fasilitas di sekitar pemandian. Hal ini menjadikan Pemandian Sumberingin sebagai destinasi yang tidak hanya memberikan hiburan, tetapi juga pembelajaran yang bermanfaat mengenai keberlanjutan energi. Pengembangan kawasan Pemandian Sumberingin sebagai pusat edu-wisata ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Desa Wringinsongo dan Politeknik Negeri Malang (POLINEMA). Salah satu fokus utama dari pengembangan ini adalah edukasi lingkungan, termasuk pemanfaatan sumber energi terbarukan dan pengenalan beragam jenis tanaman yang tumbuh di sekitar kawasan wisata. Dengan tujuan untuk meningkatkan daya tarik dan memberikan nilai tambah bagi pengunjung, kawasan ini terus dikembangkan agar dapat menjadi destinasi wisata yang informatif dan mendidik. Pada tahun ini, pengembangan kawasan Pemandian Sumberingin semakin merambah ke sektor edukasi, terutama dalam hal pengenalan varietas tanaman yang ada di area tersebut. Tim dari Politeknik Negeri Malang yang terdiri dari Muhammad Afif Hendrawan, Muhammad Shulhan Khairy, Pramana Yoga Saputra, Dika Rizky Yunianto, Faiz Ushah Mubarok, dan Indra Dharma Wijaya, telah berkontribusi dalam pengembangan ini dengan menciptakan inovasi berupa papan nama tanaman interaktif. Papan nama ini memberikan informasi mendalam mengenai nama, jenis, serta manfaat dari tanaman-tanaman yang ada di sekitar Pemandian Sumberingin. Papan nama interaktif tersebut tidak hanya memberikan informasi dasar mengenai tanaman, tetapi juga dilengkapi dengan QR code yang dapat dipindai oleh pengunjung untuk mendapatkan informasi lebih lanjut melalui perangkat digital mereka. Inovasi ini terinspirasi dari konsep serupa yang diterapkan di kawasan wisata Kota Hiroshima, Jepang, di mana pengunjung dapat belajar lebih banyak tentang flora setempat secara interaktif. Papan nama ini ditempatkan di dekat tanaman-tanaman unik yang ada di kawasan Pemandian Sumberingin, memberikan pengalaman belajar yang menarik bagi pengunjung. Dengan adanya papan nama interaktif ini, pengunjung Pemandian Sumberingin diharapkan tidak hanya menikmati keindahan alam dan pemandian, tetapi juga mendapatkan pengetahuan tentang berbagai varietas tanaman yang ada di sekitar kawasan. Edukasi ini juga diharapkan mampu meningkatkan kesadaran akan pentingnya melestarikan lingkungan serta kekayaan hayati yang dimiliki oleh Desa Wringinsongo. Program pengembangan papan nama tanaman interaktif ini mendapat dukungan penuh dari Politeknik Negeri Malang, baik secara moral maupun finansial. Dukungan ini merupakan bagian dari komitmen POLINEMA dalam melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat. Dengan adanya dukungan ini, diharapkan inovasi papan nama interaktif dapat semakin memperkaya pengalaman wisata pengunjung, sekaligus memberikan dampak positif bagi pelestarian lingkungan dan pengenalan varietas tanaman lokal.

MAH4 menit
Pendidikan

MAHASISWA UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG LAKUKAN PENGOPTIMALAN MEDIA SOSIAL DI DESA PAJARAN, KAB. MADIUN

Pengabdian kepada masyarakat oleh mahasiswa (PMM) merupakan kegiatan pendampingan dan pelayanan mahasiswa untuk pengembangan dan pemberdayaan masyarakat dalam menerapkan aplikasi, desain, teknologi atau perubahan sosial ke arah yang lebih baik.   Seperti halnya yang dilakukan PMM (Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa) Program dari Universitas Muhammadiyah Malang, melaksanakan PMM Desa Pajaran, Kec. Saradan, Kab. Madiun.   PMM ini dipimpin oleh Haikal Hafiz Asigin selaku Ketua Koordinasi dan anggota lainnya berisi Arya Nabila Revina, Ulfa Dea dan Mochammad Vito.   Menurut penjelasan Haikal, PMM ini dilaksanakan selama satu bulan (18 juli-19 Agustus 2024)lalu.   "PMM kali ini mengusung Tema Meningkatkan Potensi, Memperkuat Pendidikan dan Keterampilan Masyarakat Desa Pajaran, Kec. Saradan, Kab. Madiun dengan cakupan program kerja yang berfokus pada publikasi dan pemanfaatan social media," beber Haikal, Selasa(10/9/24).   Lebih jauh Haikal menjelaskan bahwa PMM ini dilakukan di Desa Pajaran, Kabupaten Madiun, dengan highlight program yaitu membersamai PPK untuk sosialisasi umkm, berkolaborasi dengan karang taruna untuk mengoptimalkan social media sebagai sarana publikasi desa, juga memberikan les bimbingan tambahan pada siswa SD untuk fokus pada public speaking.   Hal ini berkaitan pula dengan penyampaian informasi yang berasal dari pemerintah desa kepada warga desa. Penggunaan media yang tepat dapat menunjang terjadinya komunikasi dua arah yang baik.   Berkaitan dengan hal ini, tim PMM akan melaksanakan kegiatan yang yaitu pelatihan optimalisasi penggunaan media sosial dengan tujuan menyampaikan informasi kepada masyarakat.   "Tujuan utama PMM ini adalah memberikan informasi mengenai media sosial yang bisa digunakan untuk menyampaikan informasi kepada warga desa. Selain itu, kegiatan ini bertujuan agar pemerintah desa mampu mengelola media sosial yang bisa digunakan untuk menyampaikan informasi kepada warga secara efektif dan efisien,"tandasnya.   Akhir dari PMM ini Tim  penyerahan cinderamata dan plakat kepada perangkat desa sebagai bentuk apresiasi dan tanda terimakasih.

Arya Nabila Revina3 menit
Volunteerism

Mahasiswa PMM kel 75 Gel 8 melakukan Kerja Sama dengan SDN Tanjungrejo 2 Untuk Menumbuhkan Bakat dan Minat Siswa Dalam Berbahasa Inggris

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) bekerja sama dengan SDN Tanjungrejo 2 untuk menyelenggarakan Pengabdian Mahasiswa Pada Masyarakat (PMM) dengan tujuan meningkatkan mutu pengajaran Bahasa Inggris di desa Tanjungrejo. Tujuan dari program PMM ini adalah untuk menggunakan berbagai kegiatan yang bersifat mendidik dan menarik untuk menumbuhkan minat dan bakat siswa dalam Bahasa Inggris. Berbagai program yang dilaksanakan oleh mahasiswa PMM adalah:  Menghadirkan Pembelajaran yang mudah dan menyenangkan:  Mahasiswa UMM menghadirkan kursus Bahasa Inggris yang seru dan menarik untuk siswa dari kelas 4, 5, dan 6. Program ini menggabungkan permainan, drama, dan musik berbahasa Inggris untuk membuat proses belajar lebih menyenangkan. Salah satu daya tarik utama dari program ini adalah English Club, sebuah kegiatan yang penuh warna dan energi. Dalam English Club, siswa mengikuti berbagai aktivitas seru, termasuk permainan bahasa, pementasan drama, dan nyanyian. Semua kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan berbicara dan mendengarkan siswa dengan cara yang interaktif dan memotivasi, menjadikan belajar bahasa Inggris sebuah pengalaman yang menyenangkan dan berkesan. Pembuatan Materi Pembelajaran Kreatif: Mahasiswa UMM membuat bahan ajar interaktif seperti buku bergambar, video instruksional, dan poster untuk mendukung pengajaran bahasa Inggris. Bahan-bahan ini dirancang khusus agar sesuai dengan pemahaman anak-anak dan bertujuan untuk menarik minat mereka terhadap bahasa Inggris. Misalnya, mereka telah membuat buku cerita dan poster yang memuat kata-kata dan frasa baru yang bisa digunakan siswa dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan Penilaian dan Evaluasi: Untuk mengukur efektivitas dari program ini, dilakukan penilaian rutin terhadap kemajuan siswa melalui tes berbicara dan pemahaman, serta umpan balik dari siswa dan guru. Evaluasi ini bertujuan untuk menilai dampak kegiatan PMM terhadap kemampuan bahasa Inggris siswa dan untuk menyesuaikan metode pembelajaran yang digunakan. Program PMM ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris siswa SDN Tanjungrejo 2 dengan cara yang menyenangkan dan inovatif. Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa akan lebih termotivasi dan percaya diri dalam menggunakan bahasa Inggris, dan kualitas pendidikan di desa Tanjungrejo dapat meningkat. Selain itu, kegiatan ini juga mencerminkan komitmen Universitas Muhammadiyah Malang dalam melaksanakan pengabdian masyarakat dan mendukung pengembangan pendidikan di daerah pedesaan. Dengan pendekatan yang terencana dan partisipatif, program PMM ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi siswa, guru, dan tenaga pendidik lainnya  di SDN Tanjungrejo 2.  

272_Ariella Amoreta Wardana4 menit