#Pengabdian Masyarakat

Hukum

Sukses Digelar! Pelatihan Paralegal Se-Jawa Timur Dilakukan Secara Online, Dipandu Langsung oleh Ketua LBH Rumah Keadilan Malang

Berita ini ditulis oleh Nur’Aini Regita Irdianisyah Nim 202210110311501 Prodi Ilmu Hukum Fakultas Hukum pada Universitas Muhammadiyah Malang yang sekarang sedang melangsungkan magang mandiri yang diselenggarakan oleh Laboratorium Hukum  di Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Rumah Keadilan, dibimbing oleh Dosen Pembimbing Magang (DPM) atas nama Dr. Sholahuddin Al Fatih S.H.,M.H dan Dosen Pembimbing Lapang atas nama Mochammad Ilhma Fatahillah.,S.H.   Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Rumah Keadilan berlokasi di Jalan Semboja No. 7, Lowokwaru, Malang didirikan pada tahun 2014 dengan tujuan menyediakan layanan hukum kepada masyarakat umum, khususnya kepada masyarakat yang tidak memiliki kemampuan finansial. Berfokus pada menyediakan bantuan hukum dengan pendekatan yang mengutamakan profesionalisme dan etika.   Dalam kegiatan ini Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Rumah Keadilan melakukan pembinaan pelatihan paralegal serentak se Jawa Timur, Kantor Wilayah Kementerian Hukum Jawa Timur bermaksud untuk memfasilitasi dan mengkoordinasikan Pelatihan Paralegal secara daring (Online) bagi Kelompok Keluarga Sadar Hukum (Kadarkum) yang nantinya akan ditempatkan sebagai paralegal pada Pos Bantuan Hukum (Posbakum) di wilayahnya masing-masing.   Kepala Badan Pembinaan Hukum Nasional membuka pelatihan paralegal secara virtual pada tanggal 18–20 Februari 2025.  Oleh karena itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Jawa Timur mengajukan permohonan kepada Bapak Abdul Somad S.H., Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Rumah Keadilan, untuk berpartisipasi sebagai Narasumber dalam Pelatihan Paralegal Serentak yang diadakan secara online.   Pelatihan paralegal diikuti oleh 289 orang yang melibatkan masyarakat umum, perangkat desa, dan sebagian mahasiswa.  Pelatihan ini sangat penting bagi perangkat desa karena mereka akan berpartisipasi aktif dalam diskusi dan memperkuat kemampuan mereka untuk memberikan bantuan hukum kepada masyarakat, khususnya di wilayah Jawa Timur. Melalui pelatihan ini, perangkat desa diharapkan dapat memahami peran paralegal serta dapat menjadi garda terdepan dalam membantu masyarakat menghadapi masalah hukum di lingkungannya, sehingga akses ke keadilan semakin mudah dan merata.   Tujuan dari pelatihan paralegal ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan hukum orang awam tentang hukum, terutama bantuan hukum gratis yang tersedia di Lembaga Bantuan Hukum (LBH) di daerah mereka.  sebagaimana diatur dalam Peraturan Nomor 3 Tahun 2021 oleh Menteri Hukum dan HAM tentang Paralegal Dalam Pemberian Bantuan Hukum.  Pembentukan Posbakum di tingkat desa diharapkan menjadi garda terdepan dalam pendampingan hukum dan merupakan langkah strategis untuk memastikan bahwa setiap warga negara memiliki hak yang sama untuk mendapatkan bantuan hukum, terutama di daerah-daerah yang kurang terjangkau dengan hukum.

Nur’Aini Regita lrdianisyah4 menit
Pendidikan

Mahasiswa PMM UMM Kelompok 47 Gelar Sosialisasi Pencegahan Bullying di SD Negeri 1 Kepuharjo

Malang – Mahasiswa PMM (Pengabdian kepada Masyarakat oleh Mahasiswa) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Kelompok 47 Gelombang 1 melaksanakan sosialisasi pencegahan bullying kepada siswa-siswi SDN 1 Kepuharjo. Kegiatan ini bertujuan menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari perilaku bullying.            Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (11/2) ini dihadiri oleh seluruh siswa kelas 5 SDN 1 Kepuharjo dan mendapatkan antusiasme tinggi dari para peserta. Sosialisasi dilakukan dengan pendekatan interaktif, seperti pemutaran video edukasi dan diskusi kelompok. Koordinator PMM UMM Kelompok 47, Nawang Prastikarani A, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kepedulian mahasiswa terhadap pendidikan karakter siswa. "Kami ingin memberikan pemahaman kepada siswa-siswi tentang bahaya bullying dan bagaimana cara mencegahnya. Harapannya, adik-adik tersebut dapat saling menghormati dan menciptakan suasana belajar yang aman dan menyenangkan," ujarnya. Selain itu, Wali Kelas 5 SDNegeri 1 Kepuharjo, Ibu Nurin Hilmida menyampaikan apresiasi terhadap upaya yang dilakukan mahasiswa PMM UMM. "Sosialisasi ini sangat membantu siswa-siswi dalam membentuk karakter mereka. Kami berharap kegiatan seperti ini bisa menjadikan siswa-siswi kami dalam menjaga keharmonisan di sekolah," tuturnya. Sesi tanya jawab menjadi salah satu momen yang paling diminati oleh siswa. Mereka diajak berbagi pengalaman dan diberikan arahan tentang langkah-langkah yang dapat dilakukan jika menghadapi tindakan bullying. Tak hanya itu, siswa-siswi juga diajarkan untuk berani melawan pelaku bullying serta melaporkan perilaku negatif kepada guru atau pihak yang dapat dipercaya. Kegiatan ini diakhiri dengan pesan-pesan motivasi dari mahasiswa PMM UMM untuk terus menjaga sikap positif dan menjunjung tinggi rasa saling menghargai. Melalui sosialisasi ini, diharapkan siswa-siswi kelas 5 SDN 1 Kepuharjo dapat menjadi panutan teman sekolahnya yang berada di tingkat kelas lain untuk menjadi generasi yang bisa membangun lingkungan sekolah yang lebih ramah, aman, dan kondusif untuk belajar.

Mitha Qhaulia3 menit
Pendidikan

Kegiatan Vertical Garden di SD Negeri 3 Wringinanom oleh Mahasiswa PMM Universitas Muhammadiyah Malang

Malang (23/01/2025) - Kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh mahasiswa (PMM), merupakan program yang dapat diikuti oleh Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) untuk pengganti Kuliah Kerja Nyata (KKN). Waktu kegiatan untuk PMM lebih singkat dari KKN yaitu hanya Dilakukan selama 1 (satu) bulan. Kelompok 1 Gelombang 1 Periode 2024/2025 dengan dosen pembimbing Nu'man Aunuh, S.H., M.Hum. Dengan jumlah anggota kelompok 5 orang mahasiswa berikut nama-nama anggota, Elvaretta Zahra Y.P, Resti Wijayanti, Firma Fajriana, Revito Alvinata N.R, Deni Afrizal A. Yang seluruh anggota merupakan Mahasiswa dari Fakultas Hukum UMM angkatan 2022, Mengusung Tema "Penanaman Kreativitas Guna Persiapan Diri Dalam Perkembangan Global".  Lokasi Kegiatan bertempat di SD Negeri 3 Wringinanom yang beralamat di Jalan Raya Besuki RT/28.RW/06, Dusun Besuki, Wringinanom, Kec. Poncokusumo, Kabupaten Malang. Mahasiswa PMM Kelompok 1 memberikan materi dan juga praktik mengenai vertical Garden kepada anak-anak kelas 4 dan 5. Vertical Garden merupakan cara menanam tanaman atau sayuran dengan cara digantungkan di dinding, dapat menggunakan botol plastik atau polybag untuk media tanamnya.  Para murid kelas 4 dan 5 melakukan praktik vertical garden dari mulai memotong botol plastik, memasukan tanah ke dalam botol plastik, dan yang terakhir memasukan benih sayuran kedalam botol plastik bekas yang sudah diisi tanah mengikuti arahan dari pemateri. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan mengenai cara bertanam menggunakan bahan daur ulang sampah contohnya botol plastik dan juga pemanfaatan ruang sempit untuk bertanam. oleh karena itu, Vertical Garden cocok untuk diterapkan di lingkungan sekolah untuk edukasi dan juga estetika.

Elvaretta Zahra YP2 menit
Pendidikan

PMM UMM Kelompok 98 Peningkatan Ekonomi Masyarakat dan Perencanaan Keuangan

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melalui program Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) Mitra Dosen terus menunjukkan komitmennya dalam mengaplikasikan hilirisasi hasil penelitian Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kepada masyarakat. Salah satu implementasi kegiatan ini bertajuk "Peningkatan Ekonomi Masyarakat Melalui Manajemen Syariah dan Perencanaan Keuangan Keluarga di Kabupaten Lamongan". Program ini dilaksanakan oleh kelompok 98 pada hari Selasa, 10 Desember 2024.   Kegiatan ini melibatkan empat mahasiswa dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Program Studi Manajemen, yaitu: Mochammad Daffa Maruli Afzal (Koordinator) Rehan Febrianto Yuan Ardana Mochamad Raditya Rakha Kusuma Keempat mahasiswa ini bekerja di bawah bimbingan Ibu Novi Puji Lestari, SE., M.M sebagai Dosen Pembimbing Lapangan (DPL). Program ini difokuskan pada masyarakat pesisir Kabupaten Lamongan, yang sebagian besar berprofesi sebagai peternak ikan dan pedagang kecil.   Rangkaian Kegiatan PMM ini dirancang untuk memberikan solusi nyata terhadap berbagai tantangan ekonomi yang dihadapi masyarakat. Beberapa rangkaian kegiatan meliputi:   1. Pelatihan Manajemen Syariah Peserta diberikan pemahaman tentang konsep manajemen syariah dalam pengelolaan usaha dan keuangan. Materi mencakup prinsip-prinsip syariah dalam bisnis, pengelolaan aset, dan pengambilan keputusan berbasis etika Islam.   2. Edukasi Perencanaan Keuangan Keluarga Edukasi ini bertujuan meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengelola pendapatan dan pengeluaran secara efektif. Peserta dilatih membuat perencanaan keuangan sederhana, seperti menyusun anggaran rumah tangga, mencatat arus kas, hingga menyiapkan dana darurat dan investasi.   3. Pengembangan Ekonomi Kreatif Berbasis Potensi Lokal Melalui sesi ini, masyarakat diajak untuk memanfaatkan potensi lokal, seperti pengolahan hasil tangkapan ikan, menjadi produk bernilai tambah. Peserta juga mendapatkan pelatihan dalam branding produk, teknik pemasaran, serta strategi penjualan melalui platform online.   4. Praktik dan Pendampingan Intensif Tidak hanya sebatas teori, kegiatan ini juga melibatkan praktik langsung dengan simulasi manajemen usaha dan perencanaan keuangan. Tim PMM juga memberikan pendampingan intensif agar masyarakat dapat mengaplikasikan ilmu yang diperoleh secara berkelanjutan.   Dampak yang Diharapkan Kegiatan ini diharapkan dapat:   -Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya manajemen syariah dan perencanaan keuangan keluarga. -Membantu masyarakat pesisir dalam menciptakan peluang usaha berbasis potensi lokal yang lebih kompetitif. -Meningkatkan pendapatan masyarakat melalui pengembangan produk kreatif dan strategi pemasaran yang lebih baik.   Pernyataan DPL Ibu Novi Puji Lestari, SE., M.M., menjelaskan bahwa program ini tidak hanya memberikan pembelajaran bagi mahasiswa, tetapi juga menjadi solusi nyata atas permasalahan yang dihadapi masyarakat. “Melalui program ini, kami berharap masyarakat pesisir Lamongan dapat lebih mandiri secara ekonomi dengan pengelolaan keuangan yang lebih baik dan pemanfaatan potensi lokal secara optimal,” ungkapnya.   Kesimpulan PMM ini mencerminkan kontribusi nyata UMM dalam melaksanakan tridarma perguruan tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat. Dengan menghubungkan hasil penelitian dan ilmu terapan langsung ke lapangan, program ini diharapkan dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat Lamongan.

Daffa Afzal4 menit
Saintek

PEMBUATAN GALERI PRODUK ANYAMAN BAMBU DI DESA DUWET KECAMATAN TUMPANG KABUPATEN MALANG

MALANG – Kerajinan bambu masih menjadi salah satu usaha utama bagi warga Desa Duwet, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang. Namun, hasil yang diperoleh belum cukup untuk menjadi sumber penghidupan utama warga desa. Hal ini menarik perhatian tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PPM) dari Politeknik Negeri Malang (Polinema), yang berupaya memberikan solusi untuk meningkatkan kesejahteraan para pengrajin. Diketuai oleh Ade Ismail, S.Kom., M.TI, dan tim PPM Polinema yang terdiri dari Ir. Deddy Kusbianto Purwoko Aji M.Mkom, Farid Angga Pribadi S.Kom., M.Kom, Budi Harijanto S.T., M.MKom., Very Sugiarto S.Pd., M.Kom, dan Wilda Imama Sabilla S.Kom., telah berkolaborasi dengan 75 pengrajin bambu di desa tersebut. Mereka menghasilkan berbagai produk seperti besek, tempat tisu, anting, pincuk, hingga tempat buah. Meskipun memiliki potensi, hasil penjualan kerajinan bambu belum dapat diandalkan sebagai sumber pendapatan utama. Rata-rata, pengrajin hanya memperoleh sekitar Rp 300.000 per bulan. serta sulitnya pembeli dari luar malang meng-akses produk tersebut "Mereka kesulitan memasarkan produk, dan kehadiran BUMDes belum banyak membantu," ujar Fullchis. Sebagai solusi, tim PPM memperkenalkan strategi promosi melalui aplikasi pemesanan dan galeri produk, sehingga selain pembeli dapat memesan produk secara langsung di aplikasi, pembeli juga dapat melihat produk anayaman bambu ini di galeri produk. pembeli dapat secara detail melihat model dan jenis produknya. Dengan adanya galeri produk fisik dan aplikasi pemesanan, diharapkan penjualan produk anyaman bambu meningkat, yang pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan pengrajin serta mempromosikan warisan budaya lokal. Program ini diharapkan menjadi model bagi desa lain dalam mengembangkan potensi lokal melalui teknologi dan strategi pemasaran inovatif. Selain itu, aplikasi pemesanan yang dikembangkan memudahkan interaksi antara pembeli dan pengrajin, memungkinkan transaksi yang lebih efisien dan pesanan kustom. Dengan langkah-langkah ini, Desa Duwet berusaha mengembangkan potensi lokalnya dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor kerajinan anyaman bambu.

Ade Ismail3 menit