#Pengabdian Masyarakat

Pendidikan

Hand Hygiene: Penggerakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat dengan Dongeng pada SDN 2 Gadingkulon

Malang (24/7) - SDN 2 Gadingkulon merupakan salah satu sekolah yang bertempat di desa Gadingkulon, dusun Princi. Lingkungan yang asri dan jauh dari kebisingan kota membuat tempat ini nyaman untuk belajar. Rendahnya kesadaran masyarakat dusun Princi untuk mematuhi protokol kesehatan yang sudah di anjurkan oleh Kementrian Kesehatan merupakan masalah utama yang dihadapi. Protokol Kesehatan yang dianjurkan meliputi menggunakan masker yang merupakan alat perlindungan diri; membersihkan tangan secara teratur dengan cuci tangan pakai sabun dengan menggunakan air mengalir atau menggunakan handsanitizer; menjaga jarak minimal 1 meter; serta meningkatkan daya tahan tubuh dengan menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Sehingga untuk mengatasi hal tersebut, mahasiswa KKNT-I UM 2021 dengan tema “Green Chemistry” melakukan kegiatan bercerita berjudul “Ayo cuci tangan” yang bertujuan untuk membuat siswa-siswi kelas 4 SDN 2 Gadingkulon sadar akan budaya prokes (Protokol kesehatan) khususnya cuci tangan.   Kegiatan di mulai jam 8.00-9.30 WIB. Di awali dengan berdoa, dan dilajutkan dengan bercerita. Diringi petikan gitar, siswa-siswi sangat antusias mendengarkan cerita tersebut. “Cuci tangan itu penting. Cuci tangan membuat kita tehindar dari bakteri penyebab penyakit, mencegah diare, mencegah cacingan, dapat mencegas virus corona, dan masih banyak lagi”, kalimat ini sangat ditekankan oleh pencerita karena pentingnya cuci tangan. Dalam cerita yang berjudul “Ayo cuci tangan” juga terdapat cara mencuci tangan dengan benar, yaitu menggosok-gosokan sabun ke permukaan tangan; sela-sela jari dan kuku; punggung tangan; kemudian dibilas dengan air mengalir.   Permainan kelompok kecil merupakan kegiatan lanjutan yang membuat siswa-siswi kelas 4 menjadi lebih bersemangat. Mahasiswa KKNT-I juga mengajarkan secara langsung kepada siswa-siswi kelas 4 cara mencuci tangan dengan benar. Diharapkan dari kegiatan KKNT-I UM 2021 di desa Gadingkulon ini dapat membantu masyarakat khususnya anak-anak SDN 2 Gadingkulon untuk mematuhi protokol kesehatan (HZ).

Alifah3 menit
Volunteerism

Mahasiswa UM Peserta Program Kampus Mengajar Angkatan 1 Pengabdian di Desa Sendiri

Malang (23/7) - Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kemendikbudristek telah meluncurkan Program Kampus Mengajar Angkatan 1 pada awal bulan Februari 2021. Program ini merupakan salah satu program dari serangkaian Program Kampus Merdeka yang digagas oleh Kemenristekdikti dan berkolaborasi dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Program Kampus Mengajar ini memiliki harapan dan menggali potensi besar dari mahasiswa Indonesia untuk ikut serta dalam meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia yang menurun di tengah pandemi ini. Terutama di daerah 3T dan sekolah yang berakreditasi C bahkan belum berakreditasi.   Saya adalah Nuriah Muyassaroh, salah satu mahasiswa Universitas Negeri Malang yang menjadi peserta Kampus Mengajar Angkatan 1. Setelah melalui serangkaian tes seleksi administrasi dan wawasan kebangsaan, Alhamdulillah saya berhasil lolos dari 36.000 pendaftar. Uniknya, saya mendapat penempatan di desa sendiri karena memang sejak awal SD saya masuk dalam list SD penempatan yang terdekat dengan lokasi domisili saya. Tepatnya di SDN Gading II Kabupaten Pasuruan. Disana, saya berkolaborasi dengan mahasiswa Universitas Jember dan Universitas Wiranegara Pasuruan yang mendapat penempatan di SD yang sama.   Saya  mengaku sangat bersyukur karena memiliki kesempatan mengabdi dan terjun langsung dalam membantu meningkatkan kualitas pendidikan di desa. Sudah lama sebenarnya pengabdian ini saya lakukan, seperti membantu dan mendampingi anak-anak desa sekitar belajar di rumah. Namun, adanya program ini cukup memicu totalitas saya untuk kembali berkontribusi dalam memajukan kemampuan anak-anak di desa saya yang rata-rata masih rendah.   Ada beberapa program baru yang saya dan rekan-rekan saya inisiasi untuk membantu meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi siswa yang menjadi target pencapaian dari program Kampus Mengajar ini. Mulai dari rekomendasi pemberlakuan kembali sekolah tatap muka terbatas dengan sistem ganjil genap selama 1 jam, home visit untuk pendampingan belajar mandiri di rumah siswa, penerapan metode Project Based Learning (PBL), penerapan metode yang memicu keaktifan siswa di kelas dan lainnya. Tidak lupa, saya juga memanfaatkan adaptasi teknologi dalam proses pembelajaran walaupun hanya melalui video youtube. Tidak banyak adaptasi teknologi yang bisa saya terapkan, karena adanya keterbatasan akses dan alat komunikasi.     Berdasarkan analisis kami setelah menjalankan program ini, terbukti siswa sangat antusias mengikuti pembelajaran terutama pada pembelajaran berbasis proyek. Siswa yang awalnya pasif di kelas berubah menjadi sangat aktif. Mereka berani bertanya, bercerita di depan kelas menggunakan bahasa sendiri, mengungkapkan pendapat dan lainnya. Tentu ini menjadi softskill dan prilaku positif yang tertanam dan mulai terbangun dalam diri siswa. Dan membuat saya sangat bangga adalah siswa kelas 1 yang awalnya tidak lancar membaca, kini mereka sudah mulai lancar membaca dan menulis. Beberapa peningkatan kecil kemampuan siswa tersebut cukup membuat saya sangat senang dan bangga karena jerih payah saya membuahkan hasil.   Selain membantu kegiatan mengajar, kami juga membantu dalam hal admnistrasi di sekolah. Salah satu yang terkendala adalah administrasi perpustakaan yang belum terkelola dengan baiik karena dampak dari pandemi.   Saya sangat bersyukur menjadi peserta Program Kampus Mengajar Angkatan 1, karena disini saya mendapat pengalaman yang sangat berharga, sharing ilmu bersama para guru, hingga melatih softskill mengajar bagi saya sebagai mahasiswa pendidikan. Terlepas dari manfaat yang saya rasakan selama di lapangan, saya juga mendapat beberapa benefit dari program ini, seperti uang saku per bulan, bantuan UKT, dan konversi 12 SKS mata kuliah relevan.   Terima kasih Kemendikbudristekdikti dan LPDP, semoga Program Kampus Mengajar Merdeka ini menjadi salah satu alternatif solusi untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, terutama di daerah 3T dan sekolah akreditasi C (NM). 

Nuria Riry5 menit
Pendidikan

KKN-TI UM Edukasi Sehat Keuangan UMKM Ecoprint Desa Gadingkulon untuk Survive Ditengah Pandemi

Malang (23/7) - Mahasiswa KKN Tematik Integrasi Kimia Universitas Negeri Malang memberikan edukasi mengenai pentingnya keuangan yang sehat untuk UMKM Ecoprint, di Dusun Princi, Desa Gadingkulon, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Edukasi dilakukan dengan mendampingi UMKM agar mengenal laporan keuangan dan pengarsipan dokumen keuangan usaha.   Laporan keuangan menjadi salah satu syarat yang dirasa memberatkan UMKM untuk mendapatkan bantuan baik tunai ataupun non-tunai. Permasalahan ini diakibatkan karena tidak adanya manajemen keuangan yang tertulis sehingga UMKM kesulitan dalam membuat laporan keuangan.    “Jujur saya belum pernah buat laporan keuangan secara tertulis, setiap ada tawaran bantuan UMKM selalu diminta laporan keuangan tapi saya gak pernah ngasih, akhirnya gak dapat bantuannya” ujar Metha selaku pemilik UMKM Mentoar Ecoprint.   Mahasiswa KKNT-I UM memberikan pendampingan dengan membedah harga pokok produksi, Cash Flow, dan menyiapkan beberapa hal penunjang seperti buku jurnal keuangan serta dompet untuk memisahkan uang pribadi dengan uang usaha. Hal ini dilakukan guna memudahkan pelaku usaha dalam manajemen keuangan mulai dari memisahkan keuangan, pencatatan pemasukan dan pengeluaran, hingga penentuan harga pokok produk dan harga jual.    “Tahap awal yang harus dilakukan UMKM untuk sehat keuangan adalah pencatatan dan pemisahan keuangan, jika sudah disiplin pasti usahanya bisa scale up dan mudah dapat bantuan darimanapun” ujar Riza ketua tim pendampingan sekaligus Ketua Umum dari Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Perguruan Tinggi Universitas Negeri Malang.   UMKM Mentoar Ecoprint ini memiliki value yang mengakar untuk kampanye kepedulian lingkungan dan pemanfaatan potensi bahan alam lokal yang dapat menjadi ciri khas produk. Harapannya setelah edukasi sehat keuangan ini bisa terwujud pengembangan usaha yang memberikan dampak luas bagi masyarakat sekitar khususnya pemuda di Desa Gadingkulon (RAP). 

RIZA AGUNG2 menit
Pendidikan

Tarik Bangkit dari Pandemi, KKNT-I Kimia UM Dampingi UMKM EcoPrint desa Gadingkulon untuk Bisa Terima Suntikan Dana

Malang (23/7) - Usaha Mikro dan Kecil Menengah (UMKM), menjadi salah satu sektor yang terdampak pandemi COVID-19. Kondisi tersebut mendorong mahasiswa KKN Tematik Integrasi Kimia Universitas Negeri Malang melakukan pengabdian masyarakat di Desa Gadingkulon, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang.   Saat melakukan survey dan assesment di beberapa UMKM di Desa Gadingkulon, dapat dirasakan dampak dari pandemi COVID-19 yang mengakibatkan usaha berhenti produksi karena kehabisan modal maupun turunnya penjualan. Khususnya UMKM Ecoprint milik Ibu Metha dari dusun Princi. Oleh karena itu, pentingnya bantuan tunai dan non-tunai bisa didapatkan oleh UMKM di desa Gadingkulon.   Permasalahan yang di hadapi oleh pelaku UMKM yaitu kurangnya pengetahuan dan akses informasi pelaku usaha mengenai bantuan yang sudah disediakan oleh pemerintah. Kebanyakan UMKM di desa belum memahami legalitas usaha atau yang biasa disebut IUMK (Izin Usaha Mikro Kecil) yang merupakan salah satu syarat untuk mendapatkan bantuan tunai maupun non- tunai dari pemerintah.    Kamis (22/7/21), mahasiswa KKNT-I memberikan edukasi terkait hal tersebut dengan melakukan pendampingan pada pendaftaran NIB (Nomor Induk Berusaha) dan IUMK (Izin Usaha Mikro Kecil). Pendampingan dilakukan dengan pendaftaran online melalui OSS dan pengisian formulir IUMK serta pelengkapan berkas-berkas yang dibutuhkan untuk pendaftaran IUMK. Adapun syarat dan beberapa kelengkapan untuk mendaftar izin usaha adalah FC KTP, FC KK, foto 4x6, formulir IUMK, surat pengantar dari desa, surat domisili usaha dari desa, surat pernyataan modal, surat pernyataan tetangga, serta laporan keuangan.    Laporan keuangan menjadi syarat yang dirasa memberatkan bagi UMKM. Hal ini disebabkan tidak adanya manajemen keuangan yang tertulis sehingga kesulitan membuat laporan keuangan. Untuk keberlanjutanya diperlukan pendampingan terkait manajemen keuangan untuk UMKM Ecoprint. 

RIZA AGUNG2 menit
Gaya Hidup

Mahasiswa PMM 30 Gelombang 7 UMM Sosialisasikan tentang Vaksinasi Covid-19 dan Germas (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat) Guna Menghadapi Pandemi COVID-19

Malang (16/7) - 27 Juni dan 28 Juni lalu, Mahasiswa PMM 30 Gelombang 7 UMM melaksanakan sosialisasi mengenai vaksinasi dan germas (gerakan masyarakat hidup sehat) kepada masyarakat Desa Sumbersari, RT 04/RW 02, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang.   Sosialisasi dilakukan secara door to door untuk meminimalisir kerumunan. Target utama dari sosialisasi mengenai vaksinasi COVID-19 dan germas adalah seluruh warga Desa Sumbersari, RT 04/RW 02 terutama pemuda dan pemudi serta orang tua. Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk meningkat kesadaran masyarakat untuk melakukan vaksinasi COVID-19 serta senantiasa berperilaku bersih dan sehat dalam kehidupan sehari agar tubuh memiliki imunitas yang baik untuk melawan virus yang sekarang ini sedang menginfeksi banyak manusia. Siapapun itu bisa menjadi target dari virus tersebut, sehingga dibutuhkan pengetahuan serta kesadaran untuk melindungi dan peduli terhadap diri sendiri.   Isi sosialisasi vaksinasi COVID-19 antara lain definisi vaksinasi, tujuan vaksinasi, macam-macam vaksin, KIPI (kejadian ikutan pasca imunisasi yang mungkin terjadi, serta dimanakah masyarakat bisa mendapatkan vaksinasi. Banyak masyarakat yang baru mengetahui bahwa akan timbul beberapa reaksi respon tubuh setelah dilakukan vaksinasi. “Wah, ternyata ada ya mbak kejadian ikutan pasca imunisasi seperti demam, saya baru mengetahuinya dan ternyata hal tersebut merupakan reaksi dari tubuh kita” ujar Santi, salah satu target sosialisasi.   Selain itu, kami juga melakukan sosialisasi tentang germas. Isi dari sosialisasi adalah cara menjaga diri dan keluarga agar tetap sehat dari COVID-19. Salah satunya adalah selalu menggunakan masker bila keluar rumah, melakukan etika batuk ketika batuk, selalu menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun, makan makanan yang sehat dan bergizi, dan selalu berdoa supaya diberikan kesehatan oleh Yang Maha Kuasa.   Respon warga Desa Sumbersari, RT 04/RW 02, Malang begitu baik dan terbuka terhadap kegiatan ini. Semoga kita senantiasa diberikan kesehatan oleh yang Maha Kuasa. Mari peduli dan lindungi diri sendiri serta keluarga dari virus Corona.

fesli fadhila3 menit