#Pengabdian Masyarakat

Pendidikan

Mahasiswa PMM UMM Melakukan Aksi Nyata Untuk Lingkungkan Bersih dan Sehat Melalui Sistem Pengelolaan Sampah Cerdas

Salam sejahtera untuk kita semua. 5 Mahasiswa UMM telah melaksanakan kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) di desa Wonorejo kecamatan Singosari kabupaten Malang. Kegiatan ini menjadi penerapan dari salah satu tri dharma dari perguruan tinggi yaitu pengabdian serta pengembangan kemampuan dari mahasiswa itu tersendiri dalam lingkungan lembaga pendidikan dan masyarakat, kegiatan PMM ini di bawah bimbingan Bapak Mochamad Aan Sugiharto, M. Sosio. selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL).Dalam kelompok 11 Gelombang 06 terdiri dari 5 Anggota diantaranya Nur Indah Azura selaku Koordinator , Farrah Rahma Hakim selaku Sekretaris, Laily Syifa Idrus selaku Bendahara, Fathoni Arya Reswara selaku PDD, Muhammad Noor Fu’adi selaku Perlengkapan. PMM kelompok ini memiliki tema "mewujudkan aksi nyata untuk lingkungkan bersih dan sehat melalui sistem pengelolaan sampah cerdas". Diambil nya tema tersebut agar menumbuhkan kesadaran terhadap lingkungan sekitar.Pada kegiatan pmm ini mengikut sertakan dari anak kecil hingga orang tua di desa Wonorejo. dengan 2 kegiatan yang pertama mengadakan edukasi kepada anak” di desa wonorejo tentang pentingnya menjaga lingkungan dengan langkah awal yaitu membuang dan memilah sampah sesuai dengan tempatnya. para mahasiswa juga mengadakan lomba memilah sampah bersama anak anak di desa wonorejo. Jadi para anak-anak akan dikumpulkan di rumah pak Pairi (ketua RT. 02) kemudian diberikan materi edukasi tentang pentingnya menjaga lingkungan dengan langkah awal yaitu membuang dan memilah sampah sesuai dengan tempatnya. pada saat materi selesai, ada beberapa pertanyaan yang ditanyakan oleh para mahasiswa untuk anak-anak yang memperhatikan. dan jika mereka bisa menjawab maka mereka akan mendapatkan hadiah.Kemudian kegiatan yang kedua mengadakan edukasi kepada warga di desa wonorejo tentang pentingnya menjaga lingkungan dengan langkah awal yaitu membuang dan memilah sampah sesuai dengan tempatnya. jadi para kepala rumah tangga dari RT.02 akan dikumpulkan di rumah pak RT.02 (pak Pairi) dan akan dilakukan sesi penjelasan kegiatan dan sesi tanya jawab agar dapat membantu keluhan-keluhan warga terhadap limbah rumah tangga. dalam kegiatan ini para mahasiswa juga mengadakan kegiatan kerja bakti bersama warga dan dibantu oleh pihak DLH untuk membersihkan sampah di sekitar jurang di desa wonorejo dan kerja bakti tersebut dilakukan sebanyak 2 kali.

Mukidi3 menit
Pendidikan

Mahasiswa PMM UMM Mendirikan Taman Baca untuk Meningkatkan Literasi di Desa Kedungrejo yang merupakan Implementasi dari Catur Dharma Perguruan Tinggi Muhammadiyah

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat oleh mahasiswa (PMM) bekerjasama dengan pemerintah desa kedungrejo, Kecamatan Pakis Kabupaten Malang bersama mendirikan Taman Baca sebagai wadah untuk meningkatkan pendidilan non formal di desa tersebut. Kelima mahasiswa yang berada di bawah bimbingan Winda Hardyanti, S.Sos, M.Si (PMM)  ini adalah untuk mengaplikasikan Hilirisasi hasil penelitian Universitas Muhammadiyah Malang (UMM)   Pendirian taman baca ini adalah salah satu wujud kepedulian mahasiswa PMM UMM kelompok 17 untuk meningkatkan mutu Pendidikan di desa kedungrejo, mengingat rendahnya minat literasi masyarakat yang ada di desa kedungrejo maka mendirikan taman baca adalah salah upaya kami untuk meningkatkan literasi yang berbasis pada Pendidikan non formal tersebut. "Kita menginginkan adanya taman baca di desa ini semacam perpustakaan yang nantinya akan membantu masyarakat mengakses pengetahuan dari buku-buku yang disediakan disana" Ungkap Satryo selaku aparat desa kedungrejo saat kami melakukan survey (20/10/2023). Seperti yang kita semua ketahui bahwa buku adalah pusat dari segala pengetahuan, dimana para ilmuan bahkan mencari rujukan dalam penemuan ataupun penelitian mereka melalui buku. Ibarat kata pepatah bahwa "buku adalah jendela ilmu", pepatah inilah yang menjadi alasan Satryo mengharapkan adanya taman baca di desa kedungrejo.   Dengan berbagai macam kegiatan yang ada di taman baca kami mendapat feedback yang cukup baik dari warga sekitar yang sempat turut berpartisipasi dalam kegiatan kami. "Melihat antusiasme anak-anak saat mengikuti kegiatan di taman baca saya berharap mas dan mbak KKN nantinya setiap bulan dapat meluangkan waktunya untuk datang kesini dan meramaikan taman baca Bersama anak-anak" ucap  Betri Indriati selaku kepala desa kedungrejo   "Semoga pihak-pihak yang diberi Amanah untuk meneruskan taman baca dapat menjalankan taman baca dengan sebaik-baiknya sebagaimana adik-adik kkn kemarin karena sayang sekali jika program-program yang sudah dilaksanakan kemarin tidak dilanjutkan." Ucap Bu Tyah selaku kepala sekolah TK Muslimat NU Desa Kedungrejo usai berpartisipasi Bersama kami dalam program senin ceria.   Proses pendirian taman baca berlangsung sekitar 3 hari yang dimulai dengan mendekorasi taman baca hingga mengisinya dengan berbagai macam buku bacaan yang tersedia untuk semua kategori umur mulai dari orang dewasa hingga anak-anak. Sehingga nantinya taman baca dapat dijangkau oleh semua kalangan masyarakat yang ada di desa kedungrejo. Untuk menarik minat masyarakat kami mengadakan berbagai kegiatan di taman baca seperti membacakan dongeng bagi anak-anak, terapi kelompok yang mana pada kegiatan ini kami membentuk kelompok untuk bermain games Bersama seperti games pengetahuan umum yang jawabannya dapat mereka ketahui setelah membaca buku yang menjadi referensi pada games tersebut. Selain itu pada bagian depan taman baca kami menambahkan lukisan mural yang kami harapkan dapat membantu kami untuk menarik perhatian masyarakat yang melintas.

Muh. Rafli Tarambi_0895 menit
Pendidikan

Kriminalitas Medsos Tinggi, PMM UMM 9 Gencarkan Edukasi Bijak Bermedia

Pengabdian Mahasiswa Masyarakat (PMM) merupakan kegiatan Pengabdian mahasiswa kepada masyarakat yang di canangkan oleh Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dengan harapan mahasiswa ikut ambil andil dalam mengaplikasikan Hilirisasi hasil Penelitian Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Anggota kelompok 9 terdiri dari Ahmad Chaidar Isat, Erik Dwi Prasetya, Evinna Puspitasari, M. Firdaus Ibadi F., dan Nadiva Ayun A., yang dibimbing oleh Bapak Widianto S.T., M.T.,  selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL).Tahun 2020 sudah menjadi titik mulai perkembangan teknologi digital berkembang amat pesat, pandemi menjadi salah satu faktor mengapa teknologi dapat berkembang sangat pesat, terutama pada usia dini, maka dari itu Kami Mahasiswa PMM kelompok 9 Universitas Muhammadiyah Malang Gelombang 2 Tahun 2024 melaksanakan kegiatan sosisalisasi Bijak Media Sosial di SDN Jodipan, Kota Malang. dengan harapan nantinya siswa siswi penerus bangsa ini terhindar dari tindak kejahatan kriminal dalam bermedia sosial. Kegiatan ini menarget siswa-siswi kelas 4&5 SDN Jodipan dengan harapan kedepannya mereka dapat bisa lebih bijak dalam menggunakan Media Sosial. dengan total 6 Rombongan Belajar jumlah siswa yang kami ajar kurang lebih mencapai 180 anak dengan presentase 96% dari siswa tersebut memiliki gawai pribadi di rumah masing-masing sehingga mengakibatkan presentase kemungkinan terjadinya kejahatan kriminal akibat dari mereka tidak bijak dalam menggunakan media sosial semakin besar. Dalam kegiatan ini, siswa diberikan materi tentang pentingnya bijak bermedia sosial, yang dapat membantu mereka terhindar dari kejahatan siber dari media sosial yang mereka gunakan, selain materi, siswa juga diberikan asesmen terkait materi untuk menanamkan poin penting dalam bijak agar mereka lebih memahami konsekuensi apabila tidak bijak dalam bermedia sosial. Hasil dari asesmen tersebut juga bertujuan untuk mengetahui seberapa paham siswa dengan pemberian materi menggunakan platform quizizz yang interaktif sehingga dapat membantu akademisi SDN Jodipan dalam menyusun materi pelajaran dengan baik, dengan ini kami berharap siswa SDN Jodipan dapat lebih bijak dalam bermedia sosial sehingga mereka terhindar dari tindak kejahatan siber.

Ahmad Chaidar Isat3 menit
Hukum

PMM UMM Kelompok 88 Gelombang 7 Libatkan Masyarakat Kelurahan Temas dalam Talk Show Hukum Perlindungan Konsumen

Kota Batu  -  Kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) menjadi wadah bagi para mahasiswa menyalurkan berbagai macam kegiatan positif pada masyarakat. PMM tersebut memiliki tujuan untuk mengaplikasikan Hilirisasi hasil penelitian Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).   Kelompok PMM UMM Bhaktiku Negeri gelombang 7 kelompok 88 yang beranggotakan Nabila Atantia Riska Ananda, Sarah Trifena Desantha Hadi, Arrayyan Winandra, Aarin Indrayana, Rahma Naqzahwa didampingi oleh dosen pembimbing lapang (DPL) Frendy Aru Fantiro, M.Pd., telah sukses melangsungkan kegiatan pengabdian masyarakat. Kegiatan tersebut berlangsung pada 23 Februari 2024 di Balai Kelurahan Temas, Kota Wisata Batu. Tim PMM UMM gelombang 7 kelompok 88 mengusung tema kegiatan “Mengenal Hukum Perlindungan Konsumen.”   Hukum perlindungan konsumen merupakan serangkaian aturan dan regulasi yang dirancang untuk melindungi hak-hak dan kepentingan konsumen dalam transaksi komersial. Tujuan utamanya adalah untuk memastikan bahwa konsumen memiliki akses yang adil, aman, dan transparan terhadap produk dan layanan yang mereka beli.   Hukum perlindungan konsumen menetapkan standar keselamatan untuk produk-produk yang beredar di pasar. Produsen dan penjual bertanggung jawab untuk memastikan bahwa produk mereka aman untuk digunakan oleh konsumen dan memenuhi standar keselamatan yang berlaku.      Melihat banyaknya masyarakat yang menjalankan bisnis UMKM di Kelurahan Temas, tim PMM UMM kelompok 88 menginisiasikan kegiatan talk show. Dalam kegiatan tersebut diisi oleh pemateri Fadjar Ramdhani Setyawan, S.H., M.H yang merupakan salah satu dosen Fakultas Hukum, Universitas Muhammadiyah Malang.   “Tujuan kami dalam melaksanakan kegiatan ini untuk memberikan wawasan kepada pelaku bisnis UMKM maupun warga supaya mengetahui bahwa Hukum Perlindungan Konsumen merupakan ilmu dasar yang harus dipahami oleh pelaku usaha maupun konsumen,” ujar Arrayyan salah satu anggota tim PMM UMM kelompok 88.       Antusias masyarakat Kelurahan temas dapat dilihat dari banyaknya kehadiran dan aktifnya mereka dalam sesi tanya jawab. Mereka menanyakan beberapa hal atau kendala yang dihadapi masyarakat selaku pelaku usaha dalam menerapakan Hukum Perlindungan Konsumen.   Kelompok PMM UMM gelombang 7 kelompok 88 berharap, menambahnya pengetahuan dan wawasan mengenai Hukum Perlindungan Konsumen. Serta meningkatnya kesadaran masyarakat pelaku usaha atau sebagai konsumen untuk menerapakan Hukum Perlindungan Konsumen. Sehingga menciptakan lingkungan perdagangan yang adil, transparan, dan aman bagi konsumen dan pelaku usaha.

Nabila Atantia11 menit
Ekonomi

Mahasiswa PMM UMM Lakukan Pengolahan Limbah Peternakan Menjadi Pupuk Organik

Dalam upaya untuk mengatasi permasalahan limbah peternakan dan mendukung  pertanian yang berkelanjutan, inovasi baru telah muncul di industri pertanian. Salah satu inovasi yang menarik adalah pengolahan limbah peternakan kambing menjadi pupuk organik berkualitas tinggi merupakan salah satu fokus utama kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) kelompok 42 gelombang 2. Peternakan kambing seringkali menghasilkan limbah organik dalam jumlah besar, yang jika tidak dikelola dengan baik dapat menjadi sumber polusi lingkungan. Namun, melalui pendekatan yang kreatif dan ramah lingkungan, limbah peternakan kambing kini dapat diubah menjadi sumber daya bernilai yaitu pupuk organik.   Proses pengolahan limbah peternakan kambing menjadi pupuk organik dimulai dengan pengumpulan limbah tersebut dari peternakan. Limbah ini kemudian dipilah dan diolah secara manual menggunakan cairan yang memungkinkan dekomposisi bahan organik menjadi bahan yang lebih sederhana dan mudah diserap oleh tanah. Selama proses penguraian, mikroorganisme mengurai materi organik dalam limbah peternakan, menghasilkan nutrisi yang kaya dan ramah lingkungan bagi tanaman. Setelah proses fermentasi dan dekomposisi selesai, limbah peternakan yang semula menjadi masalah lingkungan berubah menjadi pupuk organik yang berkualitas tinggi. Inovasi ini tidak hanya membantu mengatasi masalah limbah peternakan, tetapi juga memberikan manfaat ganda dengan memperbaiki kesuburan tanah dan mendukung pertanian organik yang berkelanjutan. Dengan adanya upaya seperti ini, diharapkan bahwa industri pertanian dapat terus berkembang menuju arah yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.   Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa atau yang disebut PMM Kelompok 42 Gelombang 2 Universitas Muhammadiyah Malang melakukan kegiatan di Desa Ampeldento Kecamatan Karangploso Kabupaten Malang. Kegiatan PMM ini adalah wujud pengaplikasian hilirisasi hasil penelitian Universitas Muhammadiyah Malang. Melalui kegiatan PMM ini, mahasiswa melakukan beragam kegiatan positif yang melibatkan Masyarakat yang ada di Desa Ampeldento. PMM kelompok 42 gelombang 2 yang beranggotakan Ahmad Afif Zain, Arika Putri Febrianti, Rizkymustafa, Fataahu Anita Putri Arnin yang berasal dari program studi manajemen dan diketuai oleh Hany Iga Wartanti yang juga berasal dari program studi manajemen Universitas Muhammadiyah Malang yang didampingi oleh Ibu Agustin Dwi Haryanti, SE,.MM.Ak selaku dosen pembimbing lapangan (DPL) kelompok 42 gelombang 2 yang berlokasi di desa Ampeldento ini.   Keunggulan utama dari pupuk organik yang dihasilkan dari limbah peternakan kambing adalah kemampuannya untuk meningkatkan kesuburan tanah tanpa mencemari lingkungan dengan bahan kimia berbahaya. Selain itu, penggunaan pupuk organik ini juga membantu mengurangi ketergantungan petani pada pupuk kimia, yang seringkali memiliki dampak negatif bagi lingkungan dan kesehatan manusia. Melalui kegiatan ini, kelompok 42 gelombang 2 mengajak masyarakat desa terutama peternak kambing untuk belajar bagaimana cara mengolah limbah menjadi sesuatu yang lebih berguna dan bermanfaat.   Selain itu, limbah ternak kambing yang tidak diolah juga dapat menjadi sumber penyakit dan penyebaran patogen. Limbah tersebut mengandung bakteri, virus, dan parasit yang berpotensi menimbulkan masalah kesehatan bagi manusia dan hewan. Oleh karena itu, pengolahan limbah ternak kambing menjadi penting untuk menjaga kesehatan masyarakat. Selanjutnya, pengolahan limbah ternak kambing juga memiliki manfaat ekonomis dan pertanian. Dengan mengubah limbah menjadi pupuk organik berkualitas tinggi, petani dapat memanfaatkannya untuk meningkatkan kesuburan tanah secara alami. Ini membantu mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia yang mahal dan merugikan lingkungan. Selain itu, pupuk organik juga dapat meningkatkan produktivitas pertanian dan kualitas hasil panen, sehingga berpotensi meningkatkan pendapatan petani. Kami harap melalui kegiatan ini masyarakat di Desa Ampeldento khususnya pemilik peternakan kambing dapat menciptakan lingkungan yang lebih sehat, mencegah penyebaran penyakit, dan mendukung pertanian yang berkelanjutan bagi masa depan.

Arika Putri6 menit