#Minat & Bakat

Motivasi

PMM Mitra Dosen UMM Membantu UMKM Custom Fiberglass Indisoulart

PMM atau Pengabdian masyarakat oleh mahasiswa adalah suatu program yang di manfaatkan sebagai wadah bagi mahasiswa dan mahasiswi UMM untuk terjun lansung ke lapangan memberikan manfaat kepada masyarakat. Kami melakukan kegiatan PMM ini pada salah satu UMKM yaitu workshop Indi Soulart yang berada pada kec. Sukun kota malang. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 13 februari-14 maret 2023 Kami mengikuti program PMM Mitra dosen dengan kelompok kami beranggotakan, M Audris Daniswara S, Raihan Ananda Sukma, Lailysaputri Brigita Moblyanti, Ridho Satrio Aji, dan Muhamad Alfi R merupakan mahasiswa dari jurusan Teknik Mesin UMM. Dengan dosen pembimbing Drs. Moh Jufri , ST., MT. Pada kegiatan PMM Mitra Dosen kali ini kami mengambil judul “Penerapan Teknologi Untuk Meningkatkan Kualitas Produksi Dan Pemasaran Pada UMKM Indisoulart Fiberglass” dan kegiatan yang kami lakukan pada kegiatan PMM yaitu kami mahasiswa UMM membantu UMKM Indisoulart memberikan pelatihan software Autodesk dalam mendesain produk, merapikan workshop Insidsoulart, dan membantu promosi pemasaran UMKM Indisoulart. Hal ini berguna untuk UMKM Indisoulart sendiri agar mudah dalam mendesain produk yang akan di bentuk dan juga membantu Indisoulart sendiri agar dapat memperkenalkan hasil karya yang di hasilkan semakin meluas sehingga banyak kalangan masyarakat mengetahui produk yang di hasilkan dari workshop Indisoulart itu sendiri. Workshop Indisoulart sendiri didirikan oleh Aji Tri Cahyono, dengan mengedepankan kualitas, nilai-nilai estetika, harga yang terjangkau dan memberi garansi setiap produknya. Dengan mengembangkan inovasi berdasarkan kreativitas, kesempurnaan hasil, dan ketepatan waktu dalam proses aktivitas ptoduksinya demi menjaga kepuasan konsumen. Indi Soulart ini siap memberikan solusi terbaik sebagai mitra kerja di bidang kebutuhan resin dan fiberglass. Pelaksanaan kegiatan PMM ini dilakukan di Workshop Indisoulart tepatnya Gang 1 Jalan Klayatan, Bandungrejosari, Kec. Sukun, Kota Malang, Jawa Timur. Kelompok kami merasa sangat senang atas kelancaran kegiatan kami disana, ditambah kami dapat membantu UMKM dalam mendesain, merapikan workshop, dan juga memasarkan Indisoulart di akun media sosial.

raihan sukma792 menit
Pendidikan

Mahasiswa PMM Kelompok 90 Gelombang 13 UMM Memberikan Wadah Untuk Melatih Kreativitas Anak-anak Panti Ar Ridlwan Kota Batu Melalui Program Creativity Day

Kegiatan Pengabdian pada Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) dengan Skema Bhaktimu Negeri ini adalah untuk mengaplikasikan Hilirisasi hasil Penelitian Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Mahasiswa PMM Kelompok 90 Gelombang 13 melakukan kegiatan “Pendampingan Pembelajaran dan Melatih Kreativitas Anak-anak Panti Asuhan Ar Ridlwan” selama satu bulan di salah satu panti asuhan Kota Batu. Kegiatan yang disusun oleh mahasiswa memfokuskan pada program pembelajaran serta mengembangkan kreativitas anak yang berada di Panti Asuhan Ar Ridlwan.    Mahasiswa PMM Kelompok 90 Gelombang 13 Universitas Muhammadiyah Malang dengan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Sofyan Arifianto, S.Si., M.Kom mengadakan kegiatan Creativity Day yang diselenggarakan di Panti Asuhan Ar Ridlwan Batu pada hari Sabtu, 2 November 2022. Creativity Day merupakan serangkaian kegiatan dari mahasiswa UMM yang melakukan pengabdian pada masyarakat di Desa Junrejo, Kota Batu. Acara ini merupakan kerjasama antara Panti Asuhan Ar Ridlwan dengan mahasiswa PMM UMM untuk mengisi waktu luang anak-anak di Panti. Antusiasme dalam acara ini sangat tinggi, sebanyak 20 anak yang duduk dibangku kelas 1-3 SMP berpartisipasi.    Dalam kegiatan ini peserta dibagi menjadi beberapa kelompok yang beranggotakan 3 orang. Peserta diberikan waktu kurang lebih satu jam untuk menuangkan kreativitasnya dalam pot bunga yang dijadikan sebagai kanvas melukis. Gambar yang dilukiskan sangat beragam, diantaranya pemandangan, taman bunga, hewan, hingga melukis gambar galaksi. Kegiatan ini disambut positif oleh pihak panti asuhan. Menurut pihak panti kegiatan melukis ini merupakan salah satu cara supaya anak-anak tidak bosan ketika sedang libur sekolah. “Kegiatan ini bagus dilakukan, anak-anak bisa mengisi waktu luang mereka supaya tidak bosan saat mereka libur sekolah” jelas Ulya selaku pengurus Panti Asuhan Ar Ridlwan.   “Kegiatan Creativity Day ini kami lakukan dalam rangka mengisi waktu luang anak-anak Panti Asuhan Ar Ridlwan dan juga kami ingin menyiapkan wadah untuk menuangkan kreativitas anak-anak dalam bidang seni sehingga diharapkan mereka bisa menyalurkan bakatnya melalui kegiatan ini” ujar Mario Rizky, ketua PMM Bhaktimu Negeri Kelompok 90 Gelombang 13.   Di akhir kegiatan acara ini, panitia memilih 3 hasil karya terbaik dari para peserta yang telah dinilai. Selain menjadi wadah kreativitas anak-anak Panti Asuhan Ar Ridlwan, diharapkan kegiatan ini juga dapat menjadi media untuk melatih kerjasama dan rasa menghargai satu sama lain.

Ovi Yalania3 menit
Motivasi

Langkah Awal Kebermanfaatan bersama Penerima Manfaat Beasiswa Bakti Nusa.

"Kalau Allah menciptakan kita dengan sebaik-baiknya serta memiliki sebuah tujuan dan tidak main-main, lalu kenapa kita leha-leha dan terserah apa kata dunia?” - M Adnan Fatron   Berbicara mengenai Future Leader Challenge (FLC) yang merupakan sebuah rangkaian orientasi dan internalisasi program serta pengukuhan calon penerima manfaat BAKTI NUSA sebanyak 50 orang yang terdiri dari 14 kampus ternama di Indonesia, FLC dilakukan secara hybrid (daring melalui zoom meeting pada tanggal 21-22 Januari 2023 dan luring yang bertempat di kota solo pada tanggal 27-29 Januari 2023). Agenda utama FLC ini yaitu pelatihan orientasi program, public event, penandatanganan akad, leadership sharing, dan team building.   Alhamdulillah, dengan menjadi salah satu dari 50 orang Penerima Manfaat (PM) terpilih dengan latar belakang kepemimpinan yang berbeda-beda, membuat aku mendapatkan banyak pelajaran di setiap kegiatan orientasi FLC yang menjadi langkah awal kebermanfaatan selanjutnya. Tema FLC kali ini yaitu “We Create, Build, and Preserve” yang mengambil inspirasi dari kondisi sejarah Bangsa Indonesia yang sarat akan nilai-nilai budaya. “We Create” berarti kami mendorong terciptanya inovasi gagasan karya dari PM BAKTI NUSA angkatan 12. “We Build” berarti FLC berorientasi pada pembangunan dan kolaborasi melalui rangkaian program dan leadership project. “We Preserve”, berarti menjaga yang dalam kamus Oxford berarti to keep something safe or in good condition; menjaga nilai-nilai, budaya, dan cita-cita luhur bangsa ini. FLC 2023 berfokus pada penciptaan inovasi pembaharuan untuk memberikan solusi pada permasalahan sosial sesuai dengan zamannya secara terbuka dan progresif berdasarkan jalan kepemimpinan masing-masing Penerima Manfaat BAKTI NUSA. Hal ini sesuai dengan hadits bukhari & muslim yang berbunyi :   الْمُؤْمِنُ لِلْمُؤْمِنِ كَالْبُنْيَانِ يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضًا “Seorang mukmin yang satu dengan mukmin yang lain bagaikan satu bangunan, satu dengan yang lainnya saling mengokohkan.’ Kemudian beliau menganyam jari-jemarinya.” [HR. Al Bukhari & Muslim. Dari Abu Musa radhiyallahu ‘anhu]   Profil utama yang ingin diharapkan berada pada diri setiap penerima PM adalah pemimpin yang Berintegritas, Cendekia, Transformatif, dan Melayani masyarakat. Pada FLC daring, profil tersebut disampaikan melalui Seminar, Talkshow dan Diskusi yang interaktif yang menghadirkan pemateri yang luar biasa. Salah satu materi yang aku highlight yaitu materi kedua “Young and The Future of Zakat Movement” yang disampaikan oleh bapak Bambang Suherman yang merupakan (Ketua Umum FOZ), Beliau menyampaikan bahwasannya seorang pemuda adalah masa depan dari gerakan kebaikan yang ada, produktivitas dari diri pemuda dapat dilihat dari kehadiran nya pada setiap kebaikan serta gerakan yang akan dibuat juga ajakan untuk terus berbuat kebaikan pada sekitar, “Selalu sediakan hati kita untuk peduli kepada sesama, gunakan semua kompetensi, ruang kendali dan ruang pengaruh kita untuk itu” - Bambang Suherman.    Hari kedua adalah Public Event “Walk The Talk” yang terbuka untuk umum, dengan menghadirkan 3 pemateri yaitu pak Aminum Amin (CEO Biomagg Sinergi Internasional), mas Adhika Widya Sena (Direktur HRD P&G) dan pak Muhammad Syafi’ie (Kepala LPI_dd 2017-2022), diskusi yang terbangun sangat menarik dan mendapatkan banyak insight positif dari setiap jawaban yang dilontarkan, seperti saat ditanya tentang “Menjadi berdampak itu seperti apa?” pak amin menjawab, berdampak itu dapat terlihat dari kebermanfaat yang kamu dapat hasilkan dalam lingkungan rumahmu terlebih dahulu, dan menjadi berdampak maka kamu harus bisa menciptakan sebuah inovasi dan menjadi seorang visioner yang dapat melihat sesuatu yang tidak dapat dilihat orang lain (peluang kebermanfaatan). Pesan dari kak Adhika untuk kita yaitu “Just do good, rezeki ikut” dan temukan Reason we build dari diri kalian masing-masing. Pak Syafi’ie juga memberikan kita tips agar bisa mengelola waktu lebih baik lagi dengan menjadikan kita sebagai subjek bukan objek, dengan menjadikan diri kita sebagai subjek maka kita bisa mengelola semua waktu itu sesuai dengan jadwal kita.   Saat FLC luring kita para PM dari seluruh indonesia menginap di asrama haji Boyolali, Solo. asrama haji inilah yang menjadi saksi dari keretakan ukhuwah/persaudaraan, kerekatan dengan Allah dan semangat pada pemuda untuk menjadi bermanfaat, banyak kejadian yang bisa diceritakan saat FLC luring ini salah satunya aku yang tergabung pada kelompok 10 bersama teman-teman yang berasal dari solo yaitu (Hasna), makassar (Faudzul), palembang (Rahma) dan padang (Habibie) yang di fasilitatori oleh kak poppy sebagai fasil dari BA 11, mencoba berbagi cerita dan menyelesaikan misi yang ditugaskan para panitia.     Kejadian tak terlupakan adalah saat hari pertama FLC, kita diwajibkan untuk bangun jam 3 pagi dan melakukan sholat tahajud bersama di masjid kompleks asrama haji, dengan suasana yang masih dingin kita berbondong-bondong menuju masjid, sholat tahajud yang biasanya hanya 10-20 menit kini menjadi 1 jam sendiri, yang biasanya imam hanya membaca setengah halaman atau surat dari juz 30, yang biasanya setelah tahajud kita membaca al-quran sambil menunggu adzan subuh, kini agak berbeda masyaallah sekali, semoga keberkahan selalu menyelimuti kita semua.    Di malam puncak, juga ada penampilan dari setiap regional yang membawakan khas budayanya masing-masing, seperti pada regional palembang membawakan tarian khas pada palembang yang menggambarkan kecantikan dari perempuan-perempuan palembang, dengan pakaian dan aksesoris yang digunakan mendukung tarian seakan-akan kita berada di palembang langsung. kemudian ada penampilan dari regional malang yaitu penampilan drama musikal yang mengangkat isu tragedi kanjuruhan dan memperkenalkan tarian topeng serta bahasa walean yang menjadi ciri khas dari kota malang.  dan masih banyak lagi penampilan-penampilan khas budaya masing-masing regional yang patut kita acungkan jempol dan perlu kita cari tahu secara mendalam filosofi dan sejarah budaya indonesia tersebut, agar terus lestari dan bisa kita wariskan pada anak cucu kita kelak.   Hari terakhir kita diajak untuk menelusuri bangunan-bangunan bersejarah kota solo, yang mana setiap kelompok memiliki jalur destinasi nya masing-masing, dan kelompok ku kelompok 10 mendapatkan jalur destinasi ke pasar keris&cinderamata-pasar klewer-keraton kasunanan. Banyak hal-hal menarik yang bisa aku simpulkan dari kegiatan, yang awalnya kita hanya diberikan bekal uang sebanyak 50.000 rupiah harus mengunjungi 3 tempat tersebut, yang mana kalau di hitung uang tersebut gak akan cukup jika kita memakai gojek online (khas anak muda). Dengan berbekal kerjasama dengan kelompok lain, kita mencoba untuk menumpang pada kendaraan-kendaraan yang lewat di setiap jalan. ahaha kalau di ingat-ingat bikin takjub karena sebagian orang udah pesimis gak bakal ada yang bantu, karena daerah ini adalah daerah minim begituan.    Tapi dengan tekat, usaha dan keberuntungan akhirnya kita coba meminta tolong dengan khas tangan jempol, alhamdulillah ada 2 pengemudi pick-up yang mau menampung kita, pengemudi pick-up pertama mengantarkan kita ke pemberhentian BST (Bus Solo Trans) yang nantinya sesuai arahan, BST tersebut akan mengantarkan kita ke titik pertama yaitu pasar keris&cinderamata, tapi karena ada beberapa teman kelompokku yang tidak mempunyai e-money sehingga kita mencoba keberuntungan lagi dengan menyetop pick-up, alhamdulillah ada yang mau bantuin, seorang pengemudi yang sedang mengantarkan tempe ke distributor membantu kita, usut punya usut ternyata bapak pengemudinya adalah seorang relawan juga yang tahu bagaimana susahnya mencari tumpangan.    Memang benar ya, kadang kita cuma harus terus optimis dan mengusir pikiran-pikiran negatif akan ketidakmungkinan sesuatu itu terjadi, masih banyak orang baik di luaran sana, kita hanya perlu husnudzan dan mencoba untuk mencari orang baik itu lalu kemudian kebaikan yang ditularkan itu kita implementasikan nanti.   Lanjut setelah di titik pertama kita bertemu dengan panitia dan diberi tugas untuk mewawancarai salah satu pedagang dan mengulik sejarah dari pasar ini, dari sini aku banyak menemukan keindahannya dari seorang kakek yang berumur 85 tahun. lanjut ke titik kedua yaitu pasar klewer (namanya unik banget) karena jarak yang lumayan dekat kelompok kita memutuskan untuk jalan kaki ke titik tersebut, sekalian olahraga. Disini kita dikasih tugas untuk menjalankan projek sosial yang sudah kelompok kita susun yaitu “pohon harapan untuk indonesia”, di sini projek nya lebih kearah edukasi apa sih harapan warna buat indonesia, apalagi di tahun ini adalah tahun politik yang mana adalah tahun pergantian presiden indonesia.    Titik terakhir yaitu Keraton Kasunanan, di titik ini kita diperlihatkan tempat keraton solo, dan alhamdulillah karena waktu yang sudah menunjukkan pergantian petugas, kita di kasih tontonan bagaimana bapak-bapak penjaga keraton melakukan pergantian tugas kepada petugas yang lainnya, ahh indah banget. Hikmah yang dapat aku diambil dari perjalan expedisi ini adalah “kadang kita acuh tak acuh pada sekitar, coba renungkan sambil jalan-jalan menggunakan kaki mu sendiri dan tatap setiap jengkal perjalananmu dari titik satu ketitik lain, lihat perbedaannya, keajaiban itu pasti ada”   Kata penutup untuk FLC 2023, keren bangett, dan makasih sudah membuat aku belajar banyak. Mari kita renungkan jargon BA 12 yang kita bikin yaitu "Pemuda bermartabat, Membantu Ummat", sebuah jargon yang memiliki makna mendalam, sebuah tugas penting untuk menjadi pembantu dari “Ummat” atau peradaban ini.  semua itu ada di pundak kita bersama seorang “Pemuda Bermartabat”.    Semangatt ya untuk kita semua, BA 12. yeyyy

Aida Safira11 menit
Pendidikan

Mahasiswa PMM UMM Memberikan Wadah Untuk Melatih Kreativitas Anak-anak Panti Ar Ridlwan Kota Batu

Pengabdian pada Masyarakat oleh Mahasiswa atau PMM merupakan sebuah program dari kampus Universitas Muhammadiyah Malang yang memberikan kesempatan kepada mahasiswanya untuk melakukan kegiatan yang berdampak positif bagi masyarakat. Hal tersebut dimanfaatkan oleh mahasiswa PMM kelompok 90 untuk melakukan kegiatan “Pendampingan Pembelajaran dan Melatih Kreativitas Anak-anak Panti Asuhan Ar Ridlwan” selama satu bulan di salah satu panti asuhan Kota Batu. Kegiatan yang disusun oleh mahasiswa memfokuskan pada program pembelajaran serta mengembangkan kreativitas anak.    Mahasiswa PMM Kelompok 90 Gelombang 13 Universitas Muhammadiyah Malang mengadakan kegiatan Creativity Day yang diselenggarakan di Panti Asuhan Ar Ridlwan Batu pada Sabtu (11/2). Creativity Day merupakan serangkaian kegiatan dari mahasiswa UMM yang melakukan pengabdian pada masyarakat di Desa Junrejo, Kota Batu. Acara ini merupakan kerjasama antara Panti Asuhan Ar Ridlwan dengan mahasiswa PMM UMM untuk mengisi waktu luang anak-anak di Panti. Antusiasme dalam acara ini sangat tinggi, sebanyak 20 anak yang duduk dibangku kelas 1-3 SMP berpartisipasi.    Dalam kegiatan ini peserta dibagi menjadi beberapa kelompok yang beranggotakan 3 orang. Peserta diberikan waktu kurang lebih satu jam untuk menuangkan kreativitasnya dalam pot bunga yang dijadikan sebagai kanvas melukis. Gambar yang dilukiskan sangat beragam, diantaranya pemandangan, taman bunga, hewan, hingga melukis gambar galaksi. Kegiatan ini disambut positif oleh pihak panti asuhan. Menurut pihak panti kegiatan melukis ini merupakan salah satu cara supaya anak-anak tidak bosan ketika sedang libur sekolah. “Kegiatan ini bagus dilakukan, anak-anak bisa mengisi waktu luang mereka supaya tidak bosan saat mereka libur sekolah” jelas Ulya selaku pengurus Panti Asuhan Ar Ridlwan.   “Kegiatan Creativity Day ini kami lakukan dalam rangka mengisi waktu luang anak-anak Panti Asuhan Ar Ridlwan dan juga kami ingin menyiapkan wadah untuk menuangkan kreativitas anak-anak dalam bidang seni sehingga diharapkan mereka bisa menyalurkan bakatnya melalui kegiatan ini” ujar Mario Rizky, ketua PMM Bhaktiku Negeri kelompok 90.   Di akhir kegiatan acara ini, panitia memilih 3 hasil karya terbaik dari para peserta yang telah dinilai. Selain menjadi wadah kreativitas anak-anak Panti Asuhan Ar Ridlwan, diharapkan kegiatan ini juga dapat menjadi media untuk melatih kerjasama dan rasa menghargai satu sama lain.  

Kurnia Fadillah3 menit
Pendidikan

Future Leader Challenge : Membangun Pemuda Bermartabat, Sebagai Pelayan Umat

Dewasa kini, ditengah derasnya arus globalisasi dan seiring berjalannya perubahan banyak budaya di dunia yang terus berjalan, membuat eksistensi pemuda mulai luntur dari nilai-nilai luhur yang telah dicontohkan oleh para leluhur. Faktanya, saat ini banyak problematika yang tak kunjung reda dikalangan para pemuda, seperti kasus kehamilan diluar nikah, penggunaan obat-obatan terlarang, penipuan yang dijalankan oleh sekelompok pemuda, dan masih banyak lainnya. Sungguh sangat disayangkan bila fenomena tersebut terus memiliki ruang untuk bertumbuh dan menghiasi Indonesia. Namun disisi lain, ada sebuah ikhtiar yang luar biasa dilakukan oleh Lembaga Pendidikan Insani Dompet Dhuafa (LPI DD) melalui program Beasiswa Aktivis Nusantara (Bakti Nusa) yang akan memberikan berbagai pendampingan untuk para mahasiswa/i tingkat akhir dari berbagai universitas di Indonesia dalam bentuk berbagai aktivitas yang akan dijalankan selama kurang lebih satu tahun lamanya. Tak hanya sekedar pendampingan, 50 aktivis yang telah terpilih melalui rangkaian seleksi panjang tersebut juga memiliki leadership project yang menjadi salah satu tanggung jawab untuk bisa dijalankan dan dikembangkan dalam rangka memberikan peran nyata sebagai pemuda untuk masyarakat. Agenda beasiswa ini dimulai melalui agenda Future Leader Challenge yang dilaksanakan secara bertahap, yakni dimulai dari tanggal 20-21 Januari 2023 secara daring. Pada agenda daring tersebut, ada berbagai pembahasan yang diangkat sebagai langkah awal internalisasi para calon penerima manfaat lebih mengenal ‘wadah bertumbuh’ yang akan menaungi selama satu tahun kedepan, serta menyamakan satu semangat yang sama untuk terus berperan sebagai seorang ‘aktivis’ yang dimaksudkan oleh Bakti Nusa itu sendiri.  Secara daring, para calon penerima manfaat mendapatkan materi pembuka pertama oleh Bapak Bambang Suherman selaku Ketua Umum Forum Zakat yang membagikan pelajaran mengenai pergerakan zakat yang bisa memberikan dampak luar biasa, sehingga para pemuda sudah seharusnya mengambil peran pada sektor ini untuk mampu mengoptimalkan potensi yang dimiliki dan terus bersama menghadapi problematika yang ada saat ini. Sebab, zakat merupakan salah satu filantropi ekonomi islam yang dihukumi wajib bagi setiap muslim. Oleh karena itu, menjadi penting bagi para calon penerima manfaat Bakti Nusa memiliki pemahaman mengenai ilmu zakat. Kemudian, materi selanjutnya diisi oleh Bapak Dian Mulyadi selaku General Manager Dompet Dhuafa yang menyampaikan mengenai berbagai profil dari Dompet Dhuafa, yakni sejarah, visi misi hingga ragam pencapaiannya yang luar biasa hingga saat ini. Terakhir sebagai penutup pada kesempatan hari itu, dibakar api semangat oleh Bapak Adnan Fatron yang membahas mengenai islamic self development sebagai bekal untuk 50 aktivis terpilih dalam mengembangkan life plan yang telah disusun. Harapannya dari FLC hari pertama ini bisa menjadi sebuah langkah awal untuk mencintai wadah bertumbuh dan mampu memiliki kesamaan visi sebagai seorang muslim dalam membangun Indonesia yang lebih baik bersama Bakti Nusa. Hari berikutnya, para CPM (Calon Penerima Manfaat) diberikan tantangan untuk bisa mengajak kawan-kawannya mengikuti agenda publik berupa walk the talk yang diisi oleh Mas Adhika Widya Sena, Bapak M. Syafi’ie el Bontanie, dan juga Mas Aminudi Amin. Pembahasan pada sesi tersebut cukup memberikan gambaran secara lebih dalam mengenai esensi kepemimpinan dan sebuah perjuangan dalam menjajaki karir yang bukan sebatas berorientasi pada diri sendiri. Para calon penerima manfaat serta para publik yang hadir disuguhkan dengan cerita dan dinamika masing-masing pembicara yang memiliki makna dan semangat untuk bisa berkontribusi pada bidangnya masing-masing. Sesi terakhir pada hari itu yang bertajuk get inspired diisi oleh alumni Bakti Nusa yakni Ka Adie dan Ka Wulan yang telah melanjutkan masa kepemimpinan tingkat dua dalam bingkai rumah tangga. Harapannya ini menjadi bekal pemahaman bagi para calon penerima manfaat mengenai nilai transformatif yang dimiliki Bakti Nusa sehingga nantinya ini akan sangat berguna bagi para calon penerima manfaat Bakti Nusa untuk bersungguh-sungguh mempersiapkan diri untuk merawat kebermanfaatan di masyarakat dan peran-peran kebaikan yang lebih luas melalui kolaborasi antar dua insan yang memiliki nilai dan visi yang sama.  Tak berhenti sampai disana, Future Leader Challenge juga kembali diadakan secara luring pada 27-29 Januari 2023 di kota Solo. Pada agenda luring ini, para calon penerima manfaat diberi kesempatan untuk bertemu dan bercengkrama secara langsung. Tak hanya berfokus kepada internalisasi nilai-nilai yang dimiliki oleh Bakti Nusa, agenda FLC di Solo juga diharapkan menjadi langkah awal untuk para penerima manfaat membuka jaringan dan relasi antar sesama penerima manfaat yang berasal dari berbagai daerah di nusantara. Pada hari kedua setelah dilaksanakannya grand opening serta mengenal lebih jauh mengenai Bakti Nusa melalui penyampaian oleh Teh Fitri, ke-50 aktivis calon penerima manfaat Bakti Nusa ini melanjutkan dengan penandatanganan akad beasiswa sebagai salah satu bentuk konkrit bahwa mereka sudah menyetujui untuk mengikuti rangkaian pembinaan serta memenuhi seluruh kewajiban penerima manfaat Bakti Nusa selama satu tahun kedepan. Kemudian dilanjutkan oleh materi yang disampaikan oleh berbagai narasumber mengenai LPI DD dalam segi media design dan media sosial. Para penerima manfaat juga mendapatkan pelajaran secara tidak langsung mengenai pentingnya personal branding pada sesi tersebut. Kemudian, pada sesi selanjutnya diadakan sebuah Activist Leader Forum guna menentukan Leaders of The Leaders atau ketua angkatan untuk Bakti Nusa 12. Setelah melalui serangkaian diskusi yang cukup menegangkan dan menyimak pemaparan visi misi dari masing-masing calon ketua angkatan, pada akhirnya terpilihlah saudara Maulana Habibi yang berasal dari regional Padang untuk membersamai Bakti Nusa 12. Hari terakhir sebagai penutup dari agenda ini, ke-50 penerima manfaat Bakti Nusa diberikan tantangan untuk bisa mencapai  lokasi wisata budaya yang harus ditempuh dalam waktu singkat sebelum waktu dzuhur datang. Berbekal peta Bus Trans Solo dan sejumlah uang tunai, setiap tim yang berisikan 5 orang dalam bekerja sama mencapai setiap lokasi check point yang telah ditentukan oleh panitia. Selain itu, dalam perjalanan memecahkan tantangan tersebut, para penerima manfaat juga dituntut untuk mengadakan sebuah social project. Serangkaian agenda yang bertajuk Culture Expedition ini harapannya menjadi sebuah wadah untuk para penerima manfaat mengenal lebih dekat mengenai budaya yang ada di kota Solo, sekaligus sebagai wadah untuk kembali menghadirkan diri bisa belajar lebih dekat dengan masyarakat dan melihat realita di lapangan yang mereka temui di Balai Kota Surakarta, Benteng Vastenburg, Masjid Agung Surakarta, Keraton Kasunanan, dan juga Pasar Klewer Surakarta.  Melalui rangkaian agenda orientasi nilai-nilai Bakti Nusa yang cukup panjang ini, merupakan ajang bagi para penerima manfaat mempersiapkan diri untuk mampu memiliki bekal semangat dan tekad yang kuat dalam mewakafkan dirinya demi sebuah kemaslahatan ditengah masyarakat. Serta sebagai sebuah ikhtiar besar dari seluruh elemen LPI DD bersama alumni Bakti Nusa angkatan 11 untuk bisa mempersiapkan kader-kader pemimpin dimasa depan yang mampu melahirkan berbagai inovasi sebagai sebuah solusi konkrit atas berbagai problematika yang ada, membentuk lingkungan pemuda-pemudi bermartabat, yang nantinya akan siap mengambil peran menjadi para pelayan umat. Sesuai dengan semangat yang dibawa oleh agenda Future Leader Challenge tahun ini yang tertuang pada temanya yakni, “We Create, Build and Preserve”.  

Asyila Muthiah Syamsuri9 menit