#Minat & Bakat

Pendidikan

Mahasiswa PMM UMM Meningkatkan Literasi di TPQ Asy Syafiiyah

Malang (16/9) - Bahasa Arab adalah salah satu bahasa yang digunakan banyak orang di sebagian belahan dunia bahkan telah mencapai bahasa internasional. Bahasa Arab juga sangatlah penting karena dengan berbahasa Arab kita dapat memahami agama seutuhnya.   Kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) yakni mitradosen dari Universitas Muhammadiyah Malang yang diselenggarakan selama 1 bulan dimulai pada tanggal 16 Juli 2021 dengan sasaran santri  TPQ As Syafiiyah Sengkaling Malang. Kegiatan ini mengusung tema "Membangun Generasi Qurani dengan Semangat Membaca".   PMM Mitra Dosen bersama dosen pengabdi yakni Lailatul Mauludiyah, S.S., M.Pd.I dan Nabila salsabila sebagai koordinator yang beranggotakan Qurrota Ayun Azhari, Zulfa Lailatus Syarifah, Afrizal dan Khadijah Nurul Fitri dari jurusan Pendidikan Bahasa Arab Universitas Muhammadiyah Malang.   Salah satu program kerja yang kami lakukan adalah Lomba Peringatan 17 Agustus HUT RI yang ke-76 sekaligus peringatan Muharram 1443 H dengan tujuannya adalah sebagai rasa syukur terhadap kemerdekaan Negara Republik Indonesia dan menumbuhkan ketakwaan kepada Allah SWT.   Adapun bentuk program kerja utama kami adalah mengajar dan kampanye gerakan literasi diTPQ As-Syafiiyah. Program ini melibatkan para santri. Aktifitas yang dilakukan adalah mengenal warna, menggambar, mewarnai, membaca dan percakapan dalam belajar bahasa arab. Dalam pengabdian ini kami memperkenalkan metode bermain sambil belajar.   Terlihat respon para santri TPQ Asyyafiiyah sangat antusias mengikuti kegiatan dan mengalami banyak kemajuan. Di setiap harinya, ada beberapa santri yang mulai menghapal dan mengenal banyak kosa kata dalam berbahasa Arab, mulai dari kosa kata tubuh, warna, barang-barang disekitar kelas hingga percakapan dalam kelas. Untuk kelas atas mereka dapat mengenalkan diri dengan baik dan saling bercakapan satu sama lain dalam berbahasa arab. Model pembelajaran seperti ini menjadi para santri lebih aktif dan semangat dalam kegiatan pembelajaran berlangsung.   Dari serangkaian program kerja PMM Mitra Dosen diatas, harapan kami kepada para santri TPQ As-Syafiiyah adalah dapat berliterasi dengan baik dan benar. Seperti dalam slogannya yakni “Hayabina hayyanasma' hamasah!” yang artinya “Mari bersama kami, mari kita dengarkan, semangat!”.

Khadijah Nurul Fitri3 menit
Ekonomi

Frescura, Inovasi Shower Filter Kesehatan di Tengah Pandemi Covid-19

Malang (25/8) - Sebuah tim dari Universitas Negeri Malang yang beranggotakan lima mahasiswa berhasil menciptakan teknologi berupa Shower Filter Kesehatan di tengah Pandemik COVID-19 dengan nama Frescura. Lucky Meisya Wandreina sebagai ketua tim mengungkapkan terciptanya produk ini berawal dari adanya permasalahan sanitasi yang buruk di Jawa Timur khususnya Kota Surabaya dan Kabupaten Sidoarjo.   “ditengah Pandemi COVID-19 masyarakat menjadi lebih sadar akan pentingnya kesehatan dan kebersihan kulit. Hal tersebut juga menjadi aspek pendorong terciptanya produk kami,”tambah Mahasiswa jurusan Ekonomi Pembangungan ini.   Dampak negatif berupa infeksi pada kulit oleh bakteri dari pencemaran air dan sanitasi yang buruk menjadi momok tersendiri bagi masyarakat di kota-kota besar, seperti Jawa timur. Frescura Shower Filter hadir sebagai produk yang tidak hanya dapat menutrisi kulit, melainkan juga dapat mencegah dan mengobati iritasi pada kulit serta meningkatkan kebersihan air melalui proses filtrasi. Frescura Shower Filter kami dilengkapi dengan filter PP sediment yang dapat memfiltrasi air, bola ionik negatif dan white ceramic balls, serta water beads essence yang mengandung tiga bahan utama yaitu ekstrak Aloe Vera, ekstrak Centella Asiatica dan Lactobacillus Ferment Lysate.   “bahan yang digunakan dalam produk kami sudah teruji klinis dan halal untuk digunakan” sambung ketua tim PKM Kewirausahaan ini.   Mahasiswa bimbingan Ibu Ermita Yusida S. E., M. E., M. B. A. ini, menciptakan produk shower filter pertama di Indonesia yang memiliki key ingridients Lactobacillus Ferment Lysate. Essence dari Frescura Shower filter memiliki banyak manfaat, diantaranya adalah merawat kulit iritasi, melembabkan dan memperbaiki regenerasi sel kulit serta mejadi agen anti bakteri pada kulit. Bola ionik negatif dan white ceramic balls yang ada di dalam Frescura Shower Filter dapat melepaskan ion negatif dan merelaksasi tubuh serta mempertahakan pH air tetap bagus.   Saat ini produk telah diperkenalkan melalui berbagai media soail seperti instagram @frescuraofficial, website resmi , Youtube ‘Frescura Official’ dan tiktok @frescuraofficial . Selain itu Frescura shower filter telah dipasarkan melalui beberapa market place dan outlet kecantikan.

Andiani Salsa3 menit
Motivasi

Menulis Jadi Hobi, Dosen FH UMM Ditunjuk Sebagai Reviewer Jurnal Bereputasi Terindeks Scopus

Malang (12/8) - Alhamdulillah, biasanya cuman bisa mantau postingan @siddiqinz dosen hits @ugm.yogyakarta, konco ngopi saya yang berkali kali ngereview artikel di jurnal terindeks Scopus, Qadarallah awal Agustus ini dapat kesempatan mereview di Jurnal Terindeks Scopus Q3, sejak 2013-sekarang, SJR 0.204, Negara Afsel, subject areanya hukum, sosiologi dan ilmu politik, publishernya North-West University.   Karena newbie, dengan kemampuan bahasa enggres yang ala kadarnya, isi reviewnya harus saya konsulkan ke istri dan grammarly berkali kali, biar gak malu-maluin tata bahasanya, wkekkwk. Karena norak, saya sampai harus pastikan ini benar jurnal bereputasi atau abal-abal, saya bukain itu Scopus dan Scimago, valid.   Yang saya review artikel dengan topik tentang akuntabilitas penegak hukum yang menangani kasus pelanggaran HAM di Kamerun. Maunya saya kasih rekomendasi decline, tapi kok ya gak tega kalo keinget berdarah-darahnya nulis artikel di Scopus. Akhirnya saya kasih rekomendasi resubmit for review. Dan bener dong, tadi malem ada notif lagi kalo sudah di resubmit sama authornya dan saya disuruh ngereview lagi, wkwk, wagilaseh cepet banget euy (kalo kebiasaan kita nih, disuruh revisi baliknya bisa berbulan-bulan).   Ada pelajaran berharga yang saya dapet, dimana Editor mempercayakan kepada reviewer atas rekomendasi yang dia berikan. Base on pengalaman saya mereview jurnal di Indonesia, biasanya ya sekali lalu aja reviewer kerjanya, tidak dikembalikan lagi begitu ada revisi dari author karena editornya baik hati "take over" artikel hasil revisian dari author, disitulah norak saya muncul sambil manggut-manggut, wkwk.   Tanpa bermaksud untuk sombong, riya, ujub de el el, saya berharap semoga semakin banyak akademisi kita yang menjadi reviewer dan editor di jurnal internasional bereputasi (aamiin in yak), jangan jago kandang saja, tatap dengan gahar dunia luar sana, belajar kayak Witan Sulaeman yang jauh-jauh maen bola di Radnik Surdulnica atau Asnawi Mangkualam Bahar yang ke Ansan Greeners bukan untuk nontonin oppa-oppa, tapi maen bola, ya iyalah masa ya iyadong.   Akhirnya, saya berdoa semoga dalam waktu dekat ada rejeki lainnya, kalo ngikut model postingannya Gresyia Polii pas dapet gold medal olympic kemarin, jadi gini,Author di Jurnal Terindeks Scopus 2020 ✔Reviewer di Jurnal Terindeks Scopus 2021 ✔Editor di Jurnal Terindeks Scopus 2022 ?   Bismillah, semoga

Sholahuddin Al-Fatih3 menit
Pendidikan

Gerakan Literasi di Era Digital Bersama Komunitas Beranibaca.id

Malang (27/7) - Era digital saat ini merupakan hal yang cukup digadang-gadangkan sebagai era disrupsi, dimana jika kamu tidak melakukan inovasi dan perubahan-perubahan maka kamu sendiri yang akan terdisrupsi oleh keadaan yang dibuat oleh orang lain. Era digital saat ini, membuat orang-orang harus melihat jauh kedepan agar tidak terlindas oleh cepatnya peralihan zaman. Hal-hal yang dianggap mustahil, justru malah terwujud saat ini. Contohnya saja dalam dunia bisnis transportasi, Blue Bird menjadi raja nya dengan aset sekian banyaknya mobil taksi, namun siapa sangka dalam waktu singkat terguling oleh Gojek yang bahkan tidak punya aset kendaraan satupun.   Begitu juga dengan literasi, saat ini tengah dimarakkannya gerakan literasi digital oleh pemerintah. Logika sederhananya yaitu agar era digital ini dapat mempercepat sektor literasi sehingga memiliki dampak positif bagi masyakarat di Indonesia. Seperti yang kita ketahui bersama bahwasanya telah cukup banyak survei yang menyatakan betapa rendahnya minat baca di Indonesia. Misalnya saja survei terbaru terkait tingkat literasi di Indonesia, salah satunya adalah Programme for International Student Assessment (PISA) 2018 yang dirilis oleh Organisation for Economic Co-Operation and Develompent (OECD) pada 2019, menunjukkan Indonesia berada pada posisi 6 dari bawah alias peringkat 74 dari 79 negara dalam kategori kemampuan membaca. Dari penelitian ini semakin menunjukkan bahwasanya kondisi Indonesia memang tidak sedang baik-baik saja dalam hal minat dan daya baca. Hal ini seolah-olah paradoks dengan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2019 yang menunjukkan bahwa tingkat melek huruf masyarakat indonesia sudah berada di atas 98 persen, seakan-akan data ini mengatakan bahwa "kita mampu membaca, namun rendah minat untuk membaca."   Sehingga dalam mewujudkan tujuan yang mulia tersebut, tidak cukup hanya pemerintah saja yang bergerak, namun juga dari masyarakat Indonesia itu sendiri. Karena jika kita belajar dari sejarah, bahwasanya gerakan-gerakan besar itu, dimulai oleh segelintir orang yang terus konsisten dalam bergerak. Maka dari itu, salah satu peran dari masyarakat Indonesia yang dapat kita lihat saat ini adalah melalui gerakan komunitas literasi, salah satunya seperti yang dijalankan oleh Komunitas Berani Baca. Komunitas ini didirikan sejak 17 April 2018 oleh 7 orang pemuda yang resah dengan kondisi literasi indonesia yang sangat memprihatinkan. Sehingga melalui inovasi penggabungan antara dunia literasi dan teknologi, komunitas Beranibaca.id ini dapat menjangkau jutaan generasi millenial Indonesia yang sangat akrab dengan teknologi dan meningkatkan kemampuan literasi mereka terutama dalam membaca buku. Dalam mencapai cita-cita tersebut Beranibaca.id telah melakukan beberapa programnya: 1) Challenge Berani Baca, merupakan tantangan membaca kepada 100 orang setiap bulannya untuk membudayakan membaca buku setiap harinya selama 15 hari dan kemudian menuliskan review dari buku yang telah dibaca tersebut. 2) Bedah buku, merupakan wadah bagi peserta challenge beranibaca yang telah menyelesaikan buku bacaan serta membuat ulasan (book review). Dari 100 orang peserta dipilih lah beberapa  ulasan bacaan (book review) terbaik untuk dibedah melalaui siaran langsung instagram @beranibaca. 3) Kolaborasi Komunitas Literasi, merupakan kolaborasi antar komunitas yang diharapkan dapat memperluas relasi serta saling memberikan support terhadap pergerakan di dunia literasi, contohnya seperti mengadakan seminar / webinar bersama yang berkaitan dengan literasi. 4) Reading Marathon, merupakan aktivitas membaca suatu buku tertentu secara langsung di cafe dengan sejumlah orang untuk menyelesaikan bacaannya dan kemudian membedah buku yang telah dibaca bersama tersebut. 5) Donasi Buku, merupakan kegiatan donasi buku ke daerah tertentu yang sangat membutuhkan sumbangan buku untuk perpustakaan masyarakat di daerah tersebut. 6) Challenge Berani Nulis, merupakan pengembangan sayap gerakan Komunitas Beranibaca.id di dunia literasi yaitu pada ranah menulis. Adapun target dari project ini yaitu pemuda Indonesia diharapkan setelah mampu konsisten dalam membaca dapat menghasilkan karya berupa tulisan. Dalam prosesnya setiap tulisan yang dibuat peserta akan diberi masukan oleh mentor yang sudah berpengalaman, sehingga karya yang dihasilkan setelah challenge dapat semakin berkualitas.   Kedepannya untuk memperluas kebermanfaatan, Komunitas Beranibaca.id berencana untuk memperbanyak kolaborasi bersama komunitas lainnya serta akan dilakukan pengembangan kepengurusan yang awalnya bersifat nasional menjadi kepengurusan pusat dan kepengurusan regional di daerah-daerah Indonesia. Semoga dengan adanya Komunitas Beranibaca.id ini dapat memberikan warna pada dunia literasi di Indonesia serta dapat meningkatkan minat dan daya baca pemuda Indonesia. Jika kamu tertarik untuk bergabung bersama dengan gerakan ini, informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui instagram @beranibaca atau websitenya beranibaca.id.   “Ada kejahatan yang lebih kejam daripada membakar buku. Salah satunya adalah tidak membacanya.” -Joseph Brodsky-(Penyair asal Rusia)

Chaca Nugraha Zaid7 menit
Gaya Hidup

Mahasiswa PMM 30 Gelombang 7 UMM Sosialisasikan tentang Vaksinasi Covid-19 dan Germas (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat) Guna Menghadapi Pandemi COVID-19

Malang (16/7) - 27 Juni dan 28 Juni lalu, Mahasiswa PMM 30 Gelombang 7 UMM melaksanakan sosialisasi mengenai vaksinasi dan germas (gerakan masyarakat hidup sehat) kepada masyarakat Desa Sumbersari, RT 04/RW 02, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang.   Sosialisasi dilakukan secara door to door untuk meminimalisir kerumunan. Target utama dari sosialisasi mengenai vaksinasi COVID-19 dan germas adalah seluruh warga Desa Sumbersari, RT 04/RW 02 terutama pemuda dan pemudi serta orang tua. Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk meningkat kesadaran masyarakat untuk melakukan vaksinasi COVID-19 serta senantiasa berperilaku bersih dan sehat dalam kehidupan sehari agar tubuh memiliki imunitas yang baik untuk melawan virus yang sekarang ini sedang menginfeksi banyak manusia. Siapapun itu bisa menjadi target dari virus tersebut, sehingga dibutuhkan pengetahuan serta kesadaran untuk melindungi dan peduli terhadap diri sendiri.   Isi sosialisasi vaksinasi COVID-19 antara lain definisi vaksinasi, tujuan vaksinasi, macam-macam vaksin, KIPI (kejadian ikutan pasca imunisasi yang mungkin terjadi, serta dimanakah masyarakat bisa mendapatkan vaksinasi. Banyak masyarakat yang baru mengetahui bahwa akan timbul beberapa reaksi respon tubuh setelah dilakukan vaksinasi. “Wah, ternyata ada ya mbak kejadian ikutan pasca imunisasi seperti demam, saya baru mengetahuinya dan ternyata hal tersebut merupakan reaksi dari tubuh kita” ujar Santi, salah satu target sosialisasi.   Selain itu, kami juga melakukan sosialisasi tentang germas. Isi dari sosialisasi adalah cara menjaga diri dan keluarga agar tetap sehat dari COVID-19. Salah satunya adalah selalu menggunakan masker bila keluar rumah, melakukan etika batuk ketika batuk, selalu menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun, makan makanan yang sehat dan bergizi, dan selalu berdoa supaya diberikan kesehatan oleh Yang Maha Kuasa.   Respon warga Desa Sumbersari, RT 04/RW 02, Malang begitu baik dan terbuka terhadap kegiatan ini. Semoga kita senantiasa diberikan kesehatan oleh yang Maha Kuasa. Mari peduli dan lindungi diri sendiri serta keluarga dari virus Corona.

fesli fadhila3 menit