#Kegiatan Organisasi

Pendidikan

Mahasiswa PMM 83 UMM Berikan Penyuluhan Bahaya Pornografi Sejak Dini

Malang (5/2) - Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang yang beranggotakan Barnabas Asafah, Afifah Fitriyah Fahmi, Fathul Zannah Istiadi, Avni Amelia Putri dan juga Jasmine Farizqi Fajri yang tengah melaksanakan program Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapang (DPL) Arinta Rezty Wijayaningputri, S.Pd., M.Pd di Yayasan Bina Asih Tunas Unggul, Desa Torongrejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Provinsi Jawa Timur.   Pornografi kian hari kian banyak memakan korban khususnya pada kalangan remaja bahkan anak-anak. Tidak heran kasus pelecehan seksual dan seks bebas makin meningkat tiap harinya, salah satunya disebabkan oleh kurangnya kontrol serta pengawasan orang tua dalam aktivitas gadget anak. Anak menjadi bebas dalam menyaksikan gambar dan tontonan apa saja yang mereka lihat tanpa tahu efek buruk yang akan terjadi kedepannya. Banyak dari usia anak-anak hingga remaja yang mengaku hanya ikut-ikutan teman saja, atau sekedar penasaran dan ingin coba-coba. Maka dari itu dalam kegiatan kami yang dilaksanakan pada Senin 3 Januari 2022 ini bertujuan untuk memberi penyuluhan serta edukasi akan bahaya kecanduan pornografi bagi tubuh dan mental agar menumbuhkan rasa peduli dan waspada pada diri anak akan hal-hal yang mereka lihat dari gadget mereka, dan dengan harapan dapat menurunkan tingkat pelecehan dan penyimpangan seksual, serta mencegah penyakit menular di kemudian hari.   Penyuluhan dilakukan dengan memberi materi yang sebelumnya telah disiapkan melalui tampilan power point yang menarik untuk anak serta video pembelajaran dalam bentuk animasi agar lebih mudah dipahami oleh anak-anak. Kemudian di akhir penyuluhan kami membentuk beberapa kelompok untuk memberikan post test yang tujuannya adalah untuk melihat sudah sejauh mana pemahaman anak-anak tentang materi yang telah disampaikan. Anak-anak pun sangat antusias menyimak materi, terutama saat sesi game anak-anak sampai berebut untuk paling cepat menjawab "ka game nya seru banget besok masih ada lagi kan," ujar salah satu anak. Kegiatan dilaksanakan selama kurang lebih 2 jam, dengan persiapan yang dimulai pukul 12.30 WIB  hingga selesai pukul 15.00 WIB. 

Afifah Fitriyah3 menit
Opini

Why Nation Fail: Kegagalan Mendeskripsikan Negara Gagal

Negara gagal adalah negara yang dianggap gagal memenuhi persyaratan dan tanggung jawab dasar suatu pemerintahan berdaulat. Tidak ada kesepakatan umum tentang definisi negara gagal. Definisi negara menurut Fund for Peace sering digunakan untuk mencap suatu negara yang memiliki ciri-ciri berikut:   Kehilangan kontrol atas wilayahnya sendiri, atau monopoli pengerahan pasukan fisik sah di wilayahnya Tergerusnya kewenangan yang sah dalam pembuatan keputusan bersama Tidak mampu menyediakan layanan public Tidak mampu berinteraksi dengan negara lain sebagai anggota penuh komunitas Internasional.   Ciri-ciri yang umum dari suatu negara adalah pemerintah pusatnya sangat lemah atau tidak efektif sampai-sampai kekuasaan praktis di sebagian besar wilayahnya begitu kecil; buruknya layanan publik; korupsi dan tindak kejahatan yang meluas;  intervensi aktor negara dan non-negara; adanya pengungsi atau perpindahan penduduk tak terkendali; memburuknya ekonomi secara tajam; dan intervensi militer baik dari dalam maupun luar negara dapat terjadi.     Negara gagal dalam Why Nations Fail disebabkan karena faktor ekonomi, tapi Ron Smith dalam The RIUS Journal punya pendapat yang berbeda, tulisannya di tahun 2012 itu menunjukkan faktor lain, faktor apakah itu? Faktor lain yang adalah faktor sosial, politik, dan alam.   Nah, apakah negara Indonesia termasuk negara gagal? Menurut saya Indonesia tidak akan menjadi negara gagal jika negara Indonesia memanfaatkan sumber daya alam dengan baik. Tetapi ketergantungan negara akan sumber daya alam cenderung mengarah pada korupsi, dan inflasi. Negara-negara gagal itu karena lembaga-lembaganya merungkah,  dan korupsinya amat banyak. Negara dengan lembaga yang ekonomi yang inklusif cenderung kaya. Misalnya, Korea Selatan dan Jerman Barat. Sedangkan negara dengan lembaga ekonomi yang ekstraktif seperti Jerman Timur dan Korea Utara cenderung miskin. Selain faktor lembaga, Why Nations Fail juga menunjukkan “pembalikan keberuntungan” (reversal of fortune) dan “kutukan sumber daya alam” (the curse of natural resources) sebagai faktor penentu kekayaan suatu negara. Faktor pembalikan keberuntungan menjelaskan negara-negara non-Eropa eks jajahan Eropa, semacam Indonesia dan Peru, yang mulanya kaya dan maju sekarang lebih miskin sebab Eropa memperkenalkan lembaga ekonomi ekstraktif kepada mereka.   Kesimpulan dari opini saya negara Indonesia masih berada di level aman dari kategori negara gagal. Selama negara Indonesia masih berjalan berdasarkan sistem dasar negara yaitu Pancasila, Insha Allah negara Indonesia akan terus berkembang mengikuti zaman. Dan selama rakyat Indonesia patuh dan taat kepada pemimpinnya, dan pemimpin juga masih mengutamakan kepentingan rakyatnya.

Faiz Mochammad3 menit
Pendidikan

Adakan Kegiatan Cek Kesehatan Gratis, Mahasiswa PMM 82 Disambut Baik Oleh Masyarakat.

Malang (8/10) - Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang didampingi oleh kader lansia melakukan kegiatan cek kesehatan gratis untuk lansia dan pra lansia. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) yang diadakan oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (DPPM) kelompok 82 gelombang 13. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Posyandu lansia RW 4 desa Jatikerto, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang. Pemeriksaan yang dilakukan meliputi pemeriksaan tekanan darah, kadar asam urat dan kadar gula darah. Masyarakat yang hadir dalam kegiatan ini sekitar 40 lansia dan pra lansia.   Mahasiswa yang tergabung dalam Program Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) kelompok 82  antara lain Entressa Alief, Resi Puguh Prihantono, Mochamad Zidane Ubaidillah, Sisca Aulia Sari, dan Muhamad Ridhoi.  Dengan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Nur Putri Hidayah, A.Md., SH., MH.   Sebelumnya, pada hari Selasa, 21 September 2021 Tim PMM berkoordinasi dengan Ibu Lia selaku bidan Poskesdes (Pos Kesehatan Desa) Jatikerto terkait dengan teknisan pelaksanaan kegitan dan sasaran yang dituju. Pemeriksaan Kesehatan yang kami adakan antara lain pemeriksaan tekanan darah, kadar asam urat, dan kadar gula darah.  Kegiatan cek kesehatan yang kami lakukan mengikuti protocol Kesehatan covid 19 seperti memakai masker, menjaga jarak serta menyediakan hansanitizer.   Dalam masa pandemic seperti sekarang ini, Entressa Alief selaku penanggung Jawab kegiatan menjelaskan bahwa kegiatan ini diselenggarakan sebagai upaya untuk mengantisipasi resiko keberadaan penyakit didalam tubuh masyarakat sehingga masyarakat bisa sadar akan pentingnya Kesehatan dan diharapkan mampu mengubah pola hidup sehat mereka. dan salah satu kader kegiatan tersebut ibu sulastri mengatakan "Kegiatan Tersebut sangat bermanfaat sekali bagi masyarakat dan membantu kami dalam pemeriksaan kesehatan pra dan para lansia" (SA).                                                                                                  

Sisca Aulia Sari3 menit
Pendidikan

Mahasiswa PMM UMM Meningkatkan Literasi di TPQ Asy Syafiiyah

Malang (16/9) - Bahasa Arab adalah salah satu bahasa yang digunakan banyak orang di sebagian belahan dunia bahkan telah mencapai bahasa internasional. Bahasa Arab juga sangatlah penting karena dengan berbahasa Arab kita dapat memahami agama seutuhnya.   Kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) yakni mitradosen dari Universitas Muhammadiyah Malang yang diselenggarakan selama 1 bulan dimulai pada tanggal 16 Juli 2021 dengan sasaran santri  TPQ As Syafiiyah Sengkaling Malang. Kegiatan ini mengusung tema "Membangun Generasi Qurani dengan Semangat Membaca".   PMM Mitra Dosen bersama dosen pengabdi yakni Lailatul Mauludiyah, S.S., M.Pd.I dan Nabila salsabila sebagai koordinator yang beranggotakan Qurrota Ayun Azhari, Zulfa Lailatus Syarifah, Afrizal dan Khadijah Nurul Fitri dari jurusan Pendidikan Bahasa Arab Universitas Muhammadiyah Malang.   Salah satu program kerja yang kami lakukan adalah Lomba Peringatan 17 Agustus HUT RI yang ke-76 sekaligus peringatan Muharram 1443 H dengan tujuannya adalah sebagai rasa syukur terhadap kemerdekaan Negara Republik Indonesia dan menumbuhkan ketakwaan kepada Allah SWT.   Adapun bentuk program kerja utama kami adalah mengajar dan kampanye gerakan literasi diTPQ As-Syafiiyah. Program ini melibatkan para santri. Aktifitas yang dilakukan adalah mengenal warna, menggambar, mewarnai, membaca dan percakapan dalam belajar bahasa arab. Dalam pengabdian ini kami memperkenalkan metode bermain sambil belajar.   Terlihat respon para santri TPQ Asyyafiiyah sangat antusias mengikuti kegiatan dan mengalami banyak kemajuan. Di setiap harinya, ada beberapa santri yang mulai menghapal dan mengenal banyak kosa kata dalam berbahasa Arab, mulai dari kosa kata tubuh, warna, barang-barang disekitar kelas hingga percakapan dalam kelas. Untuk kelas atas mereka dapat mengenalkan diri dengan baik dan saling bercakapan satu sama lain dalam berbahasa arab. Model pembelajaran seperti ini menjadi para santri lebih aktif dan semangat dalam kegiatan pembelajaran berlangsung.   Dari serangkaian program kerja PMM Mitra Dosen diatas, harapan kami kepada para santri TPQ As-Syafiiyah adalah dapat berliterasi dengan baik dan benar. Seperti dalam slogannya yakni “Hayabina hayyanasma' hamasah!” yang artinya “Mari bersama kami, mari kita dengarkan, semangat!”.

Khadijah Nurul Fitri3 menit
Hukum

Pengalaman Akademik Dan Non Akademik Yang Diperoleh Dalam Kegiatan Magang Di DPRD Kota Mojokerto

Malang (11/9) - Saya Ade Estri Eni salah satu anggota kelompok magang Mahasiswa Fakultas Hukum, Universitas Muhammadiyah Malang, Melaksanakan Magang di DPRD Kota Mojokerto yang berada di Jl. Gajah Mada No. 145, Mergelo, Balongsari, Kec. Magersari, Kota Mojokerto, Jawa Timur 61314   Kegiatan ini dibimbing langsung oleh penjabat Kepala Bagian Umum dan Keuangan Sekretariat DPRD Kota Mojokerto ,yaitu Ibu Nesie Anies Faizah, S.Sos, M.M Kegiatan magang ini berlangsung  sekitar 6 minggu dari 26 Juli sampai dengan 2 September 2021.   Dalam salah satu diskusi kami bersama pembimbing dalam magang ini menjelaskan secara singkat pembentukan perda yang baik ialah ‘’Inisiatif Pembentukan Perda Rancangan Peraturan Daerah dapat berasal dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) maupun dari Bupati. Apabila dalam satu kali masa sidang Bupati dan DPRD menyampaikan rancangan Perda dengan materi yang sama, maka yang dibahas adalah rancangan Perda yang disampaikan oleh DPRD, sedangkan rancangan Perda yang disampaikan oleh Bupati dipergunakan sebagai bahan persandingan. Program penyusunan Perda dilakukan dalam satu Program Legislasi Daerah, sehingga diharapkan tidak terjadi tumpang tindih dalam penyiapan satu materi Perda.” Ujar Ibu Nesie Anies Faizah, S.Sos, M.M   Dalam kegiatan magang ini kami mendapat banyak pengalaman baru dan ilmu yang bermanfaat, Sejauh saya melaksanakan kegiatan magang di DPRD Kota Mojokerto, saya belum menemukan hambatan – hambatan. Justru saya diberikan kebebasan untuk melakukan kegiatan yang sesuai dengan apa yang saya targetkan. Saya juga sangat berterimakasih karena pembimbing di Instansi sangat perhatian dan juga memberikan kami bekal ilmu sebelum kami memulai magang. Jadi saya kira, tidak terdapat hambatan selama kami melakukan magang.   Kegiatan magang ini diharapkan bisa memberikan wawasan yang dalam terhadap pengetahuan saya dikarenakan banyak sekali pengalaman akademik maupun non akademik yang bisa saya peroleh dari kegiatan magang di DPRD Kota Mojokerto. Dari kegiatan magang ini bisa memberikan pemikiran yang lebih luas dan cara berfikir yang lebih Panjang.

Ade Estri Eni3 menit