#Ide Kreatif

Ekonomi

Mahasiswa PMM UMM Lakukan Pengolahan Limbah Peternakan Menjadi Pupuk Organik

Dalam upaya untuk mengatasi permasalahan limbah peternakan dan mendukung  pertanian yang berkelanjutan, inovasi baru telah muncul di industri pertanian. Salah satu inovasi yang menarik adalah pengolahan limbah peternakan kambing menjadi pupuk organik berkualitas tinggi merupakan salah satu fokus utama kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) kelompok 42 gelombang 2. Peternakan kambing seringkali menghasilkan limbah organik dalam jumlah besar, yang jika tidak dikelola dengan baik dapat menjadi sumber polusi lingkungan. Namun, melalui pendekatan yang kreatif dan ramah lingkungan, limbah peternakan kambing kini dapat diubah menjadi sumber daya bernilai yaitu pupuk organik.   Proses pengolahan limbah peternakan kambing menjadi pupuk organik dimulai dengan pengumpulan limbah tersebut dari peternakan. Limbah ini kemudian dipilah dan diolah secara manual menggunakan cairan yang memungkinkan dekomposisi bahan organik menjadi bahan yang lebih sederhana dan mudah diserap oleh tanah. Selama proses penguraian, mikroorganisme mengurai materi organik dalam limbah peternakan, menghasilkan nutrisi yang kaya dan ramah lingkungan bagi tanaman. Setelah proses fermentasi dan dekomposisi selesai, limbah peternakan yang semula menjadi masalah lingkungan berubah menjadi pupuk organik yang berkualitas tinggi. Inovasi ini tidak hanya membantu mengatasi masalah limbah peternakan, tetapi juga memberikan manfaat ganda dengan memperbaiki kesuburan tanah dan mendukung pertanian organik yang berkelanjutan. Dengan adanya upaya seperti ini, diharapkan bahwa industri pertanian dapat terus berkembang menuju arah yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.   Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa atau yang disebut PMM Kelompok 42 Gelombang 2 Universitas Muhammadiyah Malang melakukan kegiatan di Desa Ampeldento Kecamatan Karangploso Kabupaten Malang. Kegiatan PMM ini adalah wujud pengaplikasian hilirisasi hasil penelitian Universitas Muhammadiyah Malang. Melalui kegiatan PMM ini, mahasiswa melakukan beragam kegiatan positif yang melibatkan Masyarakat yang ada di Desa Ampeldento. PMM kelompok 42 gelombang 2 yang beranggotakan Ahmad Afif Zain, Arika Putri Febrianti, Rizkymustafa, Fataahu Anita Putri Arnin yang berasal dari program studi manajemen dan diketuai oleh Hany Iga Wartanti yang juga berasal dari program studi manajemen Universitas Muhammadiyah Malang yang didampingi oleh Ibu Agustin Dwi Haryanti, SE,.MM.Ak selaku dosen pembimbing lapangan (DPL) kelompok 42 gelombang 2 yang berlokasi di desa Ampeldento ini.   Keunggulan utama dari pupuk organik yang dihasilkan dari limbah peternakan kambing adalah kemampuannya untuk meningkatkan kesuburan tanah tanpa mencemari lingkungan dengan bahan kimia berbahaya. Selain itu, penggunaan pupuk organik ini juga membantu mengurangi ketergantungan petani pada pupuk kimia, yang seringkali memiliki dampak negatif bagi lingkungan dan kesehatan manusia. Melalui kegiatan ini, kelompok 42 gelombang 2 mengajak masyarakat desa terutama peternak kambing untuk belajar bagaimana cara mengolah limbah menjadi sesuatu yang lebih berguna dan bermanfaat.   Selain itu, limbah ternak kambing yang tidak diolah juga dapat menjadi sumber penyakit dan penyebaran patogen. Limbah tersebut mengandung bakteri, virus, dan parasit yang berpotensi menimbulkan masalah kesehatan bagi manusia dan hewan. Oleh karena itu, pengolahan limbah ternak kambing menjadi penting untuk menjaga kesehatan masyarakat. Selanjutnya, pengolahan limbah ternak kambing juga memiliki manfaat ekonomis dan pertanian. Dengan mengubah limbah menjadi pupuk organik berkualitas tinggi, petani dapat memanfaatkannya untuk meningkatkan kesuburan tanah secara alami. Ini membantu mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia yang mahal dan merugikan lingkungan. Selain itu, pupuk organik juga dapat meningkatkan produktivitas pertanian dan kualitas hasil panen, sehingga berpotensi meningkatkan pendapatan petani. Kami harap melalui kegiatan ini masyarakat di Desa Ampeldento khususnya pemilik peternakan kambing dapat menciptakan lingkungan yang lebih sehat, mencegah penyebaran penyakit, dan mendukung pertanian yang berkelanjutan bagi masa depan.

Arika Putri6 menit
Gaya Hidup

Mahasiswa PMM UMM 46 Berhasil Menggunakan Media Tiktok Untuk Memperkenalkan Wisata Sumber Jenon

MALANG, (15/2/2024) PMM merupakan kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa UMM Universitas Muhammadiyah Malang baik secara perorangan atau kelompok yang bertujuan untuk memberikan manfaat kepada masyarakat. Kegiatan yang dikelola oleh Departemen Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (DPPM) sebagai bentuk Darma Pengabdian Kepada Masyarakat yang dilakukan oleh mahasiswa.   Kegiatan Ini Dilakukan Mahasiswa PMM UMM Universitas Muhammadiyah Malang 46 Gelombang 1 Dengan 5 Mahasiswa Nya Yaitu Zidane Akbar Zamzamy, Satria Kusuma Risky, Dicky Wahyudi, Firda A.N, Rizki N.A Dengan Dosen Pendamping Lapangan Pak Syariful Alam, S.HI.,MH.    Mahasiswa UMM berhasil Menarik Banyak Peminat Masyarakat Luar Untuk Datang Mengunjungi Sumberjenon Dengan Platform Media Sosial Tiktok.Hal Ini Dengan Ide Kreatif Mahasiswa UMM yang menjalani Kegiatan PMM Baktiku Negeri dan Dengan Menampilkan Keindahan Alam yang Di tawarkan Wisata Air sumber Jenon yang berada di Desa Gunungronggo Kecamatan tajinan kabupaten Malang Jawa Timur.   Hal ini Ditunjukan Dengan Banyaknya Penonton Dan Antusiasme Masyarakat Yang berminat Mengunjungi Wisata Sumber Jenon melalui Kolom Komentar atau Bagikan Dan save Di Platform Tiktok.Di AKun Media Sosial Tiktok Yaitu @wisata_sumberjenon Telah Mendapatkan 220 Followers, 150.000 Views atau Tayangan, 80 Komentar, 300 SaveVideo Dan 100 Share atau dibagikan.   Oleh Karena Itu Pengunjung Yang datang Pada Saat Hari libur meningkat Karena Penasaran bagaimana Wisata Sumberjenon,Bagaimana Air di Wisata SumberJenon Dan bagaimana Keindahan Alam yang Ditawarkan Oleh Wisata Sumberjenon.   Dapat Kita Ketahui Air Disumber Jenon Merupakan Mata Air asli tanpa Campuran Zat Kimia Yang membuat Air nya sangat Segar Dan tidak Membuat Mata sakit saat Berenang.Sumber Air jenon Juga Dikelola SeBaik Mungkin Karena Menjaga Kelestarian Alam Yang ada Sehingga Alam diSumber Jenon Masih terjaga Dengan Baik.  

004 Dicky wahyudi2 menit
Gaya Hidup

Program Pengabdian Masyarakat Oleh Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang Di Wisata Sumber Jenon Resmi Di Buka

MALANG, (19/1/2024) PMM merupakan kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa UMM baik secara perorangan atau kelompok yang bertujuan untuk memberikan manfaat kepada masyarakat. Kegiatan yang dikelola oleh Departemen Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (DPPM) sebagai bentuk Darma Pengabdian Kepada Masyarakat yang dilakukan oleh mahasiswa.   Kegiatan Ini Dilakukan Mahasiswa PMM UMM Universitas Muhammadiyah Malang 46 Gelombang 1 Dengan 5 Mahasiswa Nya Yaitu Zidane Akbar Zamzamy, Satria Kusuma Risky, Dicky Wahyudi, Firda A.N, Rizki N.A Dengan Dosen Pendamping Lapangan Pak Syariful Alam, S.HI.,MH.    Kegiatan Pengabdian Masyarakat Ini Resmi Dibuka Oleh Kepala Desa Gunungronggo Pak Asmuri, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang, Jawa Timur Selaku Pengelola Atau Bumdes Wisata Air Sumber Jenon.mahasiswa UMM yang ingin Mengabdikan Diri di Desa Gunungronggo di Wisata Sumber jenon Disambut Hangat Oleh pihak Desa Dengan Besar Harapan Mahasiswa UMM dapat Memperkenalkan Wisata Sumber Jenon Ke berbagai Kalangan Dan Kemasyarakat Luas Dengan Ide kreatif ke Lima Mahasiswa UMM Tersebut.   Dalam Hal Ini Mahasiswa UMM yang melakukan Pengabdian Masyarakat Ingin MenyebarLuaskan Wisata Sumber Jenon Melalui Media Sosial Yaitu Tiktok untuk Menarik Peminat atau wisatawan lokal Maupun MancaNegara Untuk Datang ke Wisata Air Sumber Jenon yang terletak Di desa Gunungronggo Karena Wisata Ini Tersembunyi atau Hidden Gem.Besar Harapan Untuk Menjadikan Kegiatan Ini Sukses Dan dapat menarik banyak wisatawan dan dapat membantu Desa Gunungronggo Dan Bumdes Desa Melalui Wisata Air Sumber Jenon.    

004 Dicky wahyudi2 menit
Gaya Hidup

Mahasiswa UMM PMM 46 Bersama Mahasiswa KKN Universitas Wisnu Wardhana Malang Melakukan Kegiatan Acara Kebudayaan Di Wisata Sumber Jenon

Malang Pada Minggu, 28 Januari 2024 Mahasiswa PMM UMM kelompok 46 Gelombang 1 Bersama Mahasiswa KKN Universitas Wisnu Wardhana Mengadakan Acara Kebudayaan Di Wisata Sumber Jenon Di Desa Gunungronggo, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang, Jawa Timur   Kegiatan Ini Dilakukan Mahasiswa PMM UMM Universitas Muhammadiyah Malang 46 Dengan 5 Mahasiswa Nya Yaitu Zidane Akbar Zamzamy, Satria Kusuma Risky, Dicky Wahyudi, Firda A.N, Rizki N.A Dengan Dosen Pendamping Lapangan Pak Syariful Alam, S.HI.,MH.    Kegiatan Ini juga dilakukan Dengan Mahasiswa KKN Universitas Wisnu Wardhana Malang Di Tempat Wisata Air Sumber Jenon Di Desa Gunungronggo Kecamatan Tajinan,Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur   Kegiatan Acara Kebudayaan Ini diselanggarakan Untuk Menarik Peminat Masyarakat Luar dan Sekitar Bahkan Luar Daerah Dan Juga Untuk Melestarikan Budaya Jawa Timur Yaitu Bantengan   Dalam Acara Budaya Ini Banyak Sekali Antusiasme Warga Dan masyarakat Yang datang ke Wisata Sumber Jenon Yang Dimana Mata Pengunjung Di Manjakan Dengan Pentas seni yang Di Selanggarakan Dan Keindahan Alam Yang ada di sumber Jenon.   Selain Untuk Melihat Pentas Seni Pengunjung Banyak Juga Melakukan Kegiatan Berenang Karena Air Yang ada di sumber Jenon merupakan Mata Air asli Tanpa Menggunakan Bahan Kimia Untuk Menjernihkan Airnya sehingga Dapat Membuat Badan Terasa Lebih Segar dan Tidak Membuat mata sakit    Di lain sisi kami dari Mahasiswa UMM Universitas Muhammadiyah Malang yang melakukan Kegiatan PMM Mendokumentasikan acara Tersebut dan Mengupload Nya Kesosial Media Dengan tujuan Wisata Sumber Jenon Dapat dikunjungi Wisatawan Dari lokal maupun Manca Negara.Dan Tak Disangka Banyak Mendapatkan respon Positif Dari berbagai Kalangan Yang tertarik Untuk Datang Mengunjungi Wisata Sumber Jenon.

004 Dicky wahyudi2 menit
Pendidikan

Mahasiswa PMM UMM Mendirikan Taman Baca sebagai Wadah untuk Meningkatkan Literasi di Desa Kedungrejo

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat oleh mahasiswa (PMM) bekerjasama dengan pemerintah desa kedungrejo, Kecamatan Pakis Kabupaten Malang bersama mendirikan Taman Baca sebagai wadah untuk meningkatkan pendidilan non formal di desa tersebut. Kelima mahasiswa yang berada di bawah bimbingan Winda Hardyanti S.Sos M.Si merupakan kelompok 17 gelombang 3 yang beranggotakan M Arham Khibar, Adinda Balqis, Rizkita Arum Larasati, Elok Rahma Fajria Kamal, dan Audia Octavi Aristya.   Pendirian taman baca ini adalah salah satu wujud kepedulian mahasiswa PMM UMM kelompok 17 untuk meningkatkan mutu Pendidikan di desa kedungrejo, mengingat rendahnya minat literasi masyarakat yang ada di desa kedungrejo maka mendirikan taman baca adalah salah upaya kami untuk meningkatkan literasi yang berbasis pada Pendidikan non formal tersebut. "Kita menginginkan adanya taman baca di desa ini semacam perpustakaan yang nantinya akan membantu masyarakat mengakses pengetahuan dari buku-buku yang disediakan disana" Ungkap Satryo selaku aparat desa kedungrejo saat kami melakukan survey (20/10/2023). Seperti yang kita semua ketahui bahwa buku adalah pusat dari segala pengetahuan, dimana para ilmuan bahkan mencari rujukan dalam penemuan ataupun penelitian mereka melalui buku. Ibarat kata pepatah bahwa "buku adalah jendela ilmu", pepatah inilah yang menjadi alasan Satryo mengharapkan adanya taman baca di desa kedungrejo.   Dengan berbagai macam kegiatan yang ada di taman baca kami mendapat feedback yang cukup baik dari warga sekitar yang sempat turut berpartisipasi dalam kegiatan kami. "Melihat antusiasme anak-anak saat mengikuti kegiatan di taman baca saya berharap mas dan mbak KKN nantinya setiap bulan dapat meluangkan waktunya untuk datang kesini dan meramaikan taman baca Bersama anak-anak" ucap  Betri Indriati selaku kepala desa kedungrejo   "Semoga pihak-pihak yang diberi Amanah untuk meneruskan taman baca dapat menjalankan taman baca dengan sebaik-baiknya sebagaimana adik-adik kkn kemarin karena sayang sekali jika program-program yang sudah dilaksanakan kemarin tidak dilanjutkan." Ucap Bu Tyah selaku kepala sekolah TK Muslimat NU Desa Kedungrejo usai berpartisipasi Bersama kami dalam program senin ceria.   Proses pendirian taman baca berlangsung sekitar 3 hari yang dimulai dengan mendekorasi taman baca hingga mengisinya dengan berbagai macam buku bacaan yang tersedia untuk semua kategori umur mulai dari orang dewasa hingga anak-anak. Sehingga nantinya taman baca dapat dijangkau oleh semua kalangan masyarakat yang ada di desa kedungrejo. Untuk menarik minat masyarakat kami mengadakan berbagai kegiatan di taman baca seperti membacakan dongeng bagi anak-anak, terapi kelompok yang mana pada kegiatan ini kami membentuk kelompok untuk bermain games Bersama seperti games pengetahuan umum yang jawabannya dapat mereka ketahui setelah membaca buku yang menjadi referensi pada games tersebut. Selain itu pada bagian depan taman baca kami menambahkan lukisan mural yang kami harapkan dapat membantu kami untuk menarik perhatian masyarakat yang melintas.

Muh. Rafli Tarambi_0895 menit