#Ide Kreatif

Pendidikan

Pelatihan Edukasi Kepada Warga Desa Girimoyo Terkait Pemilahan Sampah Yang Baik dan Praktik Menanam Bibit Tumbuhan Oleh Mahasiswa PMM UMM

Kegiatan Pengabdian Masyarakat Oleh Mahasiswa (PMM) Universitas Muhammadiyah Malang merupakan suatu agenda yang wajib dilakukan bagi semua mahasiswa yang sedang aktif di universitas tersebut. Kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi mahasiswa kepada masyarakat. Kegiatan pengabdian ini dilakukan oleh  kelompok 82 gelombang 1. PMM ini menjadi sarana bagi para mahasiswa untuk menyalurkan berbagai kegiatan positif kepada masyarakat. Kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) ini adalah untuk mengaplikasikan Hilirisasi hasil Penelitian Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Pengabdian masyarakat oleh mahasiswa merupakan kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang dalam rangka untuk mengabdikan diri ke masyarakat umum, yaitu dengan cara terjun langsung ke lapangan. Sama seperti yang dilakukan oleh kelompok 82 gelombang 1 yang sedang mengabdikan diri di masyarakat khususnya di desa girimoyo RT 04 RW 02.   Yang Dimana beranggotakan terdiri dari Joan Rachgi Naldo, Naswah Y. Yunus, Muhammad Alvarizy D., Hilda Diah Rahmawati, dan Novita Meiliyana serta dibimbing oleh Ibu I'anatut Thoifah, S.Pd.I., M.Pd.I, selaku Dosen Pembimbing Lapangan.   Dalam rangka kegiatan ini kami memberikan edukasi memilah sampah dengan baik dan menanam bibit tumbuhan untuk keperluan masyarakat desa setempat agar dapat di gunakan untuk keperluan memasak. contoh yang kami tanam yaitu daun seledri, terong, jeruk purut dan cabai.  Sesuai program kelompok 82 yaitu tentang pemilahan sampah, yang kita ketahui memilah sampah dari awal menjadi pilihan yang baik untuk dapat pengelolaan berkelanjutan yang baik untuk lingkungan. Permasalahan sampah yang hingga kini menjadi salah satu persoalan yang perlu ditangani cepat oleh masyarakat. Produksi sampah di masyarakat setiap tahunnya meningkat namun pengelolaannya belum bisa diimbangi dengan peningkatkan produksi sampahnya sehingga menggunungnya sampah di Tempat pembungaan Akhir (TPA), maka dari itu kami memberikan edukasi kepada warga desa girimoyo cara memilah sampah di rumah yaitu dengan cara Pisahkan sampah organik dan anorganik yang dihasilkan oleh sampah rumah tangga.  

joan aldo1049 menit
Saintek

Kaji Kesiapan Wajib Halal, Pusat Halal UNAIR Gelar Konferensi

Wajib Halal di Indonesia   Indonesia dengan mayoritas penduduk muslim menjadi pasar potensial produk halal dunia. Laporan Dinar Standard (2023) menyebutkan bahwa Indonesia telah melakukan import atas produk halal sebesar US$ 30.29 triliun pada 2022. Lebih khusus pada sektor industri pangan, Indonesia tercatat menghabiskan sebesar US$ 25.82 triliun untuk impor produk halal. Hal ini menjadikan Indonesia sebagai importer terbesar atas produk halal dunia. Namun demikian Indonesia juga bergerak aktif dalam meningkatkan penawaran dan daya saing atas produk halalnya ke pasar global, guna berkompetisi dengan Malaysia dan Turkey   Pemerintah Indonesia memberikan respon serius atas fenomena tersebut. Konstitusi Indonesia mengamanatkan kewajiban pemerintah untuk memberikan perlindungan serta jaminan kepada seluruh konsumen (Undang-undang No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen). Terkait konsumen Muslim, bahkan lebih khusus lagi. Pemerintah telah melegalisasi Undang- Undang (UU) Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal (JPH) yang mewajibkan adanya dukungan sertifikat halal atas barang yang berdar dan diperdagangkan di seluruh wilayah Indonesia. Pada 18 Oktober 2024, penahapan mandatory halal mulai diberlakukan secara efektif. Banyak pihak yang memangku kepentingan terhadap pemberlakuan mandatory halal.   Oleh karena itu, perlu dilakukan sinergi dan kolaborasi sehingga dapat terwujud ekosistem halal nasional yang holistik. Hal tersebut di atas menjadi latar belakang dari penyelenggaraan konferensi nasional oleh Pusat Halal Universitas Airlangga  (UNAIR) tahun 2024 dengan judul “Peran dan Sumbangsih Stakeholder dalam Menyongsong Wajib Halal 2024 Guna Mewujudkan Indonesia sebagai Global Halal Hub”.   “Kegiatan ini dihadiri oleh sekitar 300 orang praktisi, akademisi, serta pemangku kepepentingan lainnya baik dari kalangan institusi pemerintah maupun professional. Acara digelar secara hybrid dari Hall Majapahit, ASEEC Tower Lantai 4 Kampus B UNAIR” tutur Abdul Rahem, Ketua Pusat Halal UNAIR.   Jalannya Konferensi   Berkenan hadir dalam kegiatan ini Dr. M. Aqil Irham, M.Si, Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama RI sebagai keynote speaker secara daring dari luar negeri. Pada paparannya, Kepala BPJPH menjelaskan tentang perkembangan sertifikasi halal di Indonesia.   “Total sudah terdapat 4.386.970 produk bersertifikat halal sejak 2019-2024. Jumlah ini naik 526% dari kurun waktu 2012-2018” ungkapnya.   Aqil juga menjelaskan bahwa terdapat 114 perusahaan dengan produk bersertifikat halal yang telah mengembangkan pemasaran produknya ke mancanegara. Hal ini membuktikan bahwa sertifikasi halal menjadi salah satu nilai tambah.   Pasca Keynote Speech oleh Kepala BPJPH, kegiatan dilanjutkan oleh seremonial penyerahan sertifikat halal gratis kepada pelaku usaha mikro dan kecil dampingan Lembaga Pendamping Proses Produk Halal (LP3H) UNAIR yang saat ini sudah mendampingi sekitar 6000an pelaku usaha se-Indonesia.   Kemudian diikuti oleh penandatangan 10 hibah penelitian unggulan Universitas Airlangga.    “Sejak 2019-2024 Universitas Airlangga berkontribusi aktif dalam upaya penelitian dan pengembangan produk halal. Tercatat 26 proyek riset di bidang halal. Belum termasuk proyek mandatory seperti vaksin merah putih (Inavac) dan pengembangan cangkang kapsul halal” tutur Abdul Rahem, Ketua Pusat Halal.   Kegiatan plenary session melibatkan 4 narasumber utama yang membahas peran para pemangku kepentingan dalam menyukseskan wajib halal.   Pembahasan dari sisi kebijakan yang diwakili oleh Dr. Subandriyah (analis kebijakan BPJPH). Sudut pandang pengembangan industri halal yang diwakili Siti Chasanah, M. PE (Ketua Sertifikasi Halal Kementerian Perindustrian). Terkait outlook potensi pasar halal yang diwakili oleh Prof. Dr. M. Nafik Hadi Riyandono (pakar Ekonomi dan Keuangan Syariah) serta perkembangan riset halal yang diwakili oleh Dr. Abdul Rahem, M. Kes.    Kegiatan ini ditutup oleh parallel session yang mempresentasikan 20 karya ilmiah di bidang halal. Tidak hanya dari dosen/peneliti/mahasiswa UNAIR, turut hadir presenter dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Universitas Surabaya, Universitas Jendral Soedirman, Universitas Negeri Malang, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan UIN Sunan Ampel Surabaya.    Pada kegiatan ini juga hadir bazar oleh 20 pelaku UMK dan fasilitasi pengurusan Nomor Induk Berusaha oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu (DPMPTSP) Pemerintah Kota Surabaya) serta pendampingan sertifikasi halal gratis oleh LP3H UNAIR. 

Adistiar Prayoga11 menit
Opini

PMM UMM 48: Pendampingan Posyandu dan Sosialisasi Pencegahan Stunting di RW 04 dan RW 05 Desa Tunggulwulung, Kota Malang

Sejumlah mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang melakukan pengabdian kepada masyarakat (PMM) melalui pendampingan dan sosialisasi di kegiatan posyandu RW 04 dan RW 05, Desa Tunggulwulung, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Di bawah bimbingan dosen Ir. Lourina Evanale Orfa, S.T., M.Eng ini merupakan kelompok 48 dari gelombang 1 yang beranggotakan lima orang yaitu Wida Nour Ratri sebagai ketua koordinasi kelompok, Firsty Gianafra Elsaniyya, Rossydah Hanum Dyah Sukma Ayu Saputri, Tabhita Gerbra Louis Daniar, dan Zakiya Amaliya Qurana. Kegiatan dilaksanakan pada hari Rabu, 21 Februari 2024 di balai RW 4 dan RW 5, Desa Tunggulwulung dengan total masyarakat yang hadir sekitar kurang lebih dua ratus orang. Kegiatan pendampingan ini dilakukan dengan membantu kader posyandu menimbang berat badan anak, mengukur tinggi badan anak, mengisi buku KIA (Kesehatan Ibu dan Anak), serta melakukan sosialisasi edukasi singkat kepada orang tua tentang bahaya stunting dan pembagian brosur. Brosur yang dibagikan berisi tentang informasi pencegahan stunting dan inovasi camilan sehat yang disukai oleh anak-anak.  Stunting merupakan kondisi yang sangat perlu perhatian khusus di Indonesia saat ini. Stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak karena kurangnya gizi yang diberikan oleh orang tua dengan gejala seperti berat badan dan tinggi badan yang tidak sesuai dengan standar yang ditetapkan. Permasalahan ini kadang dilupakan oleh masyarakat karena banyaknya faktor lingkungan. Namun, tidak semua penyebab stunting adalah kelalaian orang tua dalam memberikan gizi untuk anaknya. Beberapa kasus juga terjadi saat keadaan stunting ini terjadi karena orang tua tidak dapat melalui proses GTM yang terjadi pada anak-anak. Padahal, setiap anak pasti akan melewati periode golden age. Dimana pada periode itu, sangat penting bagi orang tua untuk memperhatikan secara khusus pertumbuhan anaknya. Oleh karena itu, perlu adanya tambahan gizi yang diberikan untuk penunjang masa pertumbuhan anak.  Tujuan dari sosialisasi dan pembagian brosur ini adalah meningkatkan kesadaran pada setiap orang tua bahwa pentingnya pencegahan stunting dalam rangka menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas. Selain itu, pencegahan stunting sejak dini juga diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan pada orang tua/masyarakat tentang resiko tinggi pada tumbuh kembang anak. Oleh karena itu, perlu ditunjang dengan makanan yang sehat juga. Salah satu hal yang dapat dilakukan untuk mengatasi anak-anak saat GTM adalah dengan memberikan olahan makanan atau camilan sehat. Camilan sehat yang dimaksud adalah camilan yang memiliki bentuk tampilan seperti menarik tetapi memiliki kandungan manfaat untuk menyehatkan anak. Dengan adanya brosur yang dibagikan secara merata ini, diharapkan dapat membantu orang tua untuk lebih kreatif dalam menginovasi aneka bentuk makanan sehat dalam bentuk camilan. Jika anak-anak susah makan, maka orang tua sangat perlu untuk mengakali bagaimana agar gizi mereka tetap terpenuhi. Dan salah satunya dengan inovasi camilan sehat ini. Dengan pemberian makanan camilan sehat, anak-anak akan tetap terpenuhi gizinya. 

Firsty Gianafra Elsaniyya4 menit
Pendidikan

Mahasiswa PMM UMM Mendirikan Taman Baca untuk Meningkatkan Literasi di Desa Kedungrejo yang merupakan Implementasi dari Catur Dharma Perguruan Tinggi Muhammadiyah

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat oleh mahasiswa (PMM) bekerjasama dengan pemerintah desa kedungrejo, Kecamatan Pakis Kabupaten Malang bersama mendirikan Taman Baca sebagai wadah untuk meningkatkan pendidilan non formal di desa tersebut. Kelima mahasiswa yang berada di bawah bimbingan Winda Hardyanti, S.Sos, M.Si (PMM)  ini adalah untuk mengaplikasikan Hilirisasi hasil penelitian Universitas Muhammadiyah Malang (UMM)   Pendirian taman baca ini adalah salah satu wujud kepedulian mahasiswa PMM UMM kelompok 17 untuk meningkatkan mutu Pendidikan di desa kedungrejo, mengingat rendahnya minat literasi masyarakat yang ada di desa kedungrejo maka mendirikan taman baca adalah salah upaya kami untuk meningkatkan literasi yang berbasis pada Pendidikan non formal tersebut. "Kita menginginkan adanya taman baca di desa ini semacam perpustakaan yang nantinya akan membantu masyarakat mengakses pengetahuan dari buku-buku yang disediakan disana" Ungkap Satryo selaku aparat desa kedungrejo saat kami melakukan survey (20/10/2023). Seperti yang kita semua ketahui bahwa buku adalah pusat dari segala pengetahuan, dimana para ilmuan bahkan mencari rujukan dalam penemuan ataupun penelitian mereka melalui buku. Ibarat kata pepatah bahwa "buku adalah jendela ilmu", pepatah inilah yang menjadi alasan Satryo mengharapkan adanya taman baca di desa kedungrejo.   Dengan berbagai macam kegiatan yang ada di taman baca kami mendapat feedback yang cukup baik dari warga sekitar yang sempat turut berpartisipasi dalam kegiatan kami. "Melihat antusiasme anak-anak saat mengikuti kegiatan di taman baca saya berharap mas dan mbak KKN nantinya setiap bulan dapat meluangkan waktunya untuk datang kesini dan meramaikan taman baca Bersama anak-anak" ucap  Betri Indriati selaku kepala desa kedungrejo   "Semoga pihak-pihak yang diberi Amanah untuk meneruskan taman baca dapat menjalankan taman baca dengan sebaik-baiknya sebagaimana adik-adik kkn kemarin karena sayang sekali jika program-program yang sudah dilaksanakan kemarin tidak dilanjutkan." Ucap Bu Tyah selaku kepala sekolah TK Muslimat NU Desa Kedungrejo usai berpartisipasi Bersama kami dalam program senin ceria.   Proses pendirian taman baca berlangsung sekitar 3 hari yang dimulai dengan mendekorasi taman baca hingga mengisinya dengan berbagai macam buku bacaan yang tersedia untuk semua kategori umur mulai dari orang dewasa hingga anak-anak. Sehingga nantinya taman baca dapat dijangkau oleh semua kalangan masyarakat yang ada di desa kedungrejo. Untuk menarik minat masyarakat kami mengadakan berbagai kegiatan di taman baca seperti membacakan dongeng bagi anak-anak, terapi kelompok yang mana pada kegiatan ini kami membentuk kelompok untuk bermain games Bersama seperti games pengetahuan umum yang jawabannya dapat mereka ketahui setelah membaca buku yang menjadi referensi pada games tersebut. Selain itu pada bagian depan taman baca kami menambahkan lukisan mural yang kami harapkan dapat membantu kami untuk menarik perhatian masyarakat yang melintas.

Muh. Rafli Tarambi_0895 menit
Pendidikan

Kriminalitas Medsos Tinggi, PMM UMM 9 Gencarkan Edukasi Bijak Bermedia

Pengabdian Mahasiswa Masyarakat (PMM) merupakan kegiatan Pengabdian mahasiswa kepada masyarakat yang di canangkan oleh Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dengan harapan mahasiswa ikut ambil andil dalam mengaplikasikan Hilirisasi hasil Penelitian Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Anggota kelompok 9 terdiri dari Ahmad Chaidar Isat, Erik Dwi Prasetya, Evinna Puspitasari, M. Firdaus Ibadi F., dan Nadiva Ayun A., yang dibimbing oleh Bapak Widianto S.T., M.T.,  selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL).Tahun 2020 sudah menjadi titik mulai perkembangan teknologi digital berkembang amat pesat, pandemi menjadi salah satu faktor mengapa teknologi dapat berkembang sangat pesat, terutama pada usia dini, maka dari itu Kami Mahasiswa PMM kelompok 9 Universitas Muhammadiyah Malang Gelombang 2 Tahun 2024 melaksanakan kegiatan sosisalisasi Bijak Media Sosial di SDN Jodipan, Kota Malang. dengan harapan nantinya siswa siswi penerus bangsa ini terhindar dari tindak kejahatan kriminal dalam bermedia sosial. Kegiatan ini menarget siswa-siswi kelas 4&5 SDN Jodipan dengan harapan kedepannya mereka dapat bisa lebih bijak dalam menggunakan Media Sosial. dengan total 6 Rombongan Belajar jumlah siswa yang kami ajar kurang lebih mencapai 180 anak dengan presentase 96% dari siswa tersebut memiliki gawai pribadi di rumah masing-masing sehingga mengakibatkan presentase kemungkinan terjadinya kejahatan kriminal akibat dari mereka tidak bijak dalam menggunakan media sosial semakin besar. Dalam kegiatan ini, siswa diberikan materi tentang pentingnya bijak bermedia sosial, yang dapat membantu mereka terhindar dari kejahatan siber dari media sosial yang mereka gunakan, selain materi, siswa juga diberikan asesmen terkait materi untuk menanamkan poin penting dalam bijak agar mereka lebih memahami konsekuensi apabila tidak bijak dalam bermedia sosial. Hasil dari asesmen tersebut juga bertujuan untuk mengetahui seberapa paham siswa dengan pemberian materi menggunakan platform quizizz yang interaktif sehingga dapat membantu akademisi SDN Jodipan dalam menyusun materi pelajaran dengan baik, dengan ini kami berharap siswa SDN Jodipan dapat lebih bijak dalam bermedia sosial sehingga mereka terhindar dari tindak kejahatan siber.

Ahmad Chaidar Isat3 menit