#Ide Kreatif

Politik

Adakan Koordinasi Lanjutan, PPK ORMAWA KSR PMI UM Semakin Mantapkan Lokasi Sasaran

Senin (18/07/2023) Tim PPK ORMAWA KSR PMI UM adakan koordinasi lanjutan mengenai program PPK Ormawa yang telah lolos pendanaan. Koordinasi ini bertempat di Ruang Sekdes Desa Pagersari dan dihadiri langsung oleh pihak mitra desa yakni sekretaris desa dan dosen pembina tim PPK ORMAWA KSR PMI UM yakni ibu Rany Ekawti S.K.M., M.P.H. Dalam koordinasi ulang ini membahas mengenai lanjutan observasi desa yang telag dilakukan pada 17/07/2023 lalu. Koordinasi membahas kesiapan desa dalam mendukung program PPK ORMAWA  ini. Sekretaris desa menyampaikan bahwa sangat mendukung program yang akan dijalankan terutama masalah stunting. Sekretaris desa juga menambahkan bahwa dengan adanya program ini berharap dapat menurunkan dan mencegah laju angka stunting di Desa Pagersari. Menurut dosen pembina PPK ORMAWA KSR PMI UM, beliau juga berharap akan terlaksana dan hasil yang memuaskan bagi mitra desa. Beliau juga menekankan pada pentingnya sinkronisasi data baik desa hingga kecamatan dan pusat kabupaten. Tampak juga antusiasme tim ppk dalam koordinasi ulang dengan mitra desa. Turut hadir Ketua ORMAWA KSR PMI UM yakni Mohammad Rofik dan tim ppk berjumlah 10 orang yang hadir. Koordinasi ini dimulai pukul 09.30 WIB dan berakhir pada 12.30 WIB. Berjalan lancar dan tanpa halangan apapun. Tim Humas PPK ORMAWA KSR PMI UM 2023.

PPK ORMAWA KSR PMI UNIT UM2 menit
Pendidikan

Meningkatkan Loose Part Untuk Menumbuhkan Kreativitas Siswa

Malang-Siswa sebagai pelaku belajar harus aktif dan kreatif dalam mengikuti perkembangan zaman yang semakin tidak pasti. Kreativitas itu harus direalisasikan, terutama dalam menghadapi masalah lingkungan yang ada. Masalah lingkungan menjadi hal yang tidak bisa dipisahkan dari kemajuan teknologi yang pesat. Oleh karena itu, tim pengabdian masyarakat yang diinisiasi oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Negeri Malang mengambil inisiatif untuk mengoptimalkan kreativitas siswa dengan tema “Pemanfaatan BABE (Barang Bekas) berbasis Loose Parts menggunakan Pengalaman Frugal untuk Mendorong Kesadaran Lingkungan Siswa SMP Negeri 4 Malang” pada Kamis, 20 Juli 2023.      Melalui pengabdian ini, siswa diharapkan untuk mengeksplorasi pengalaman belajarnya untuk mengembangkan media pembelajarannya dengan memakai bahan-bahan yang tersedia dan menghemat biaya yang dikeluarkannya (frugal). Pemanfaatan ini dimodifikasi sedemikian rupa, sehingga bisa disebut sebagai Loose Parts. Pada tahap awal, siswa diminta untuk membentuk kelompok belajar. Lalu tiap kelompok dari mereka memilih mata pelajaran yang dikehendaki. Setelah itu, mereka diminta untuk merancang ide-ide yang inovatif yang terkait dengan mata pelajaran mereka. Respon mereka sangat beragam. Secara umum, mereka sangat antusias dengan proyek yang diminta oleh tim pengabdi. “Saya sangat suka, karena bisa memilih mata pelajaran yang kami mau” kata salah satu siswa. Ketua tim pengabdian masyarakat menyatakan bahwa konsep pengabdian ini didasari atas kegelisahan terhadap masalah lingkungan yang berkembang akhir-akhir ini dan menunjukkan tren yang negatif. Baginya, mendidik siswa sejak dini tentang kesadaran lingkungan merupakan kunci utama jika alam ini ingin terus terpelihara. “Kami menekankan pentingnya konsep memanfaatkan lingkungan untuk menjaga lingkungan. Maksudnya mereka (siswa) perlu memakai alam sekitarnya, sehingga lingkungan yang kita huni ini selalu terjaga keindahannya” ujar Zahid Zufar At Thaariq, selaku ketua pengabdian masyarakat.  Keistimewaan dari pengabdian ini adalah melibatkan siswa secara keseluruhan dengan aktif. Mereka ditantang untuk bisa berkreasi sebaik mungkin dengan bahan-bahan yang ada sebagai media untuk mata pelajarannya. “Bagi kami, partisipasi aktif itu penting. Siswa harus tertanam karakternya sejak dini. Nah, kerucut pengalaman Edgar Dale bilang bahwa pengalaman langsung merupakan fondasi dasarnya. Maka kami berikan pengalaman secara langsung dan praktis terkait bagaimana menjaga lingkungan secara nyata kepada siswa.” tegas Zahid. “Harapannya, program ini akan selalu berkelanjutan, tidak hanya dari kami, tapi juga bagi pengabdi maupun guru-guru di luar sana tentang pentingnya partisipasi aktif untuk menjaga lingkungan” tutup Zahid.

Devi Mariya Sulfa4 menit
Politik

PPK ORMAWA KSR PMI UM 2023 Observasi Ulang Desa Pagersari Untuk Suksesi Kesiapan Program

Minggu (17/07/2023) TIM PPK ORMAWA KSR PMI UNIT UM melakukan observasi ulang ke desa Pagersari Kecamatan Ngantang Kabupaten Malang. Observasi ini bertujuan untuk memantapkan kesiapan lokasi program PPK ORMAWA KSR PMI UM tahun 2023. Observasi ini dihadiri 9 Orang. Turut hadir Dosen Pembina yakni Bu Rany Ekawati S.K.M., M.P.H., dan ketua ORMAWA KSR PMI UM 2023 yakni Mohammad Rofik. Observasi ini dilakukan dengan meninjau beberapa tempat seperti balai desa, 4 dusun, 17 RT dan 4 RW yang ada di Desa Pagersari Kecamatan Ngantang Kabupaten Malang. Dengan adanya observasi ini diharapkan semakin mantap dan tepatnya lokasi sasaran yang dituju.  Observasi dilakukan pada pukul 10.00 WIB sampai 13.00 WIB. Diawali dengan berangkat dari UM pada pukul 08.00 WIB menggunakan akomodasi bersama dengan waktu tempuh 2 jam. Setelah sampai di lokasi, langsung obersvasi balai desa dan dilanjutkan dengan berjalan menyusuri dusun yang ada. Kegiatan observasi diakhiri pukul 13.00 WIB dilanjutkan untuk pulang dan koordinasi lanjutan besoknya di balai desa.   - Tim Humas PPK ORMAWA KSR PMI UM Tahun 2023

PPK ORMAWA KSR PMI UNIT UM2 menit
Ekonomi

50 Tenant Bazaar Dan Pagelaran Seni Budaya Ramaikan Sepanjang Jalan Kertanegara Kota Malang

Bertujuan untuk membuktikan bahwa UMKM Kota Malang bisa berdaya dan mempunyai dampak yang luar biasa untuk warga Malang.iKM & UKM Nusantara DPD kota Malang akan menggelar acara bazar sebanyak 50 tenant dari UMKM se-kota Malang. Termasuk clothing hasil karya teman-teman disabilitas kota Malang juga yang akan berpartisipasi dalam bazar tersebut Selain itu akan ada penampilan-penampilan spesial dari Ludruk Lodra Budaya,, flashmob Tari Topeng Bapang, Wahyu GV Music, barongsai ,Mbois Band masih banyak lagi. Bahkan lebih menarik lagi juga akan ada cosplay competition untuk untuk masyarakat kota Malang acara ini ini akan diadakan dua hari berturut-turut pada tanggal 10 dan 11 Juni 2023 di sepanjang Jalan Kertanegara Kota Malang acara ini didukung oleh. Jade Indopratama, Jaya Show, Asosiasi Pengusaha Kafe Restoran Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, Bank Jatim, Wikacell, IBOE dan Smartfren.

Razan Hafidz 1 menit
Motivasi

Langkah Awal Kebermanfaatan bersama Penerima Manfaat Beasiswa Bakti Nusa.

"Kalau Allah menciptakan kita dengan sebaik-baiknya serta memiliki sebuah tujuan dan tidak main-main, lalu kenapa kita leha-leha dan terserah apa kata dunia?” - M Adnan Fatron   Berbicara mengenai Future Leader Challenge (FLC) yang merupakan sebuah rangkaian orientasi dan internalisasi program serta pengukuhan calon penerima manfaat BAKTI NUSA sebanyak 50 orang yang terdiri dari 14 kampus ternama di Indonesia, FLC dilakukan secara hybrid (daring melalui zoom meeting pada tanggal 21-22 Januari 2023 dan luring yang bertempat di kota solo pada tanggal 27-29 Januari 2023). Agenda utama FLC ini yaitu pelatihan orientasi program, public event, penandatanganan akad, leadership sharing, dan team building.   Alhamdulillah, dengan menjadi salah satu dari 50 orang Penerima Manfaat (PM) terpilih dengan latar belakang kepemimpinan yang berbeda-beda, membuat aku mendapatkan banyak pelajaran di setiap kegiatan orientasi FLC yang menjadi langkah awal kebermanfaatan selanjutnya. Tema FLC kali ini yaitu “We Create, Build, and Preserve” yang mengambil inspirasi dari kondisi sejarah Bangsa Indonesia yang sarat akan nilai-nilai budaya. “We Create” berarti kami mendorong terciptanya inovasi gagasan karya dari PM BAKTI NUSA angkatan 12. “We Build” berarti FLC berorientasi pada pembangunan dan kolaborasi melalui rangkaian program dan leadership project. “We Preserve”, berarti menjaga yang dalam kamus Oxford berarti to keep something safe or in good condition; menjaga nilai-nilai, budaya, dan cita-cita luhur bangsa ini. FLC 2023 berfokus pada penciptaan inovasi pembaharuan untuk memberikan solusi pada permasalahan sosial sesuai dengan zamannya secara terbuka dan progresif berdasarkan jalan kepemimpinan masing-masing Penerima Manfaat BAKTI NUSA. Hal ini sesuai dengan hadits bukhari & muslim yang berbunyi :   الْمُؤْمِنُ لِلْمُؤْمِنِ كَالْبُنْيَانِ يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضًا “Seorang mukmin yang satu dengan mukmin yang lain bagaikan satu bangunan, satu dengan yang lainnya saling mengokohkan.’ Kemudian beliau menganyam jari-jemarinya.” [HR. Al Bukhari & Muslim. Dari Abu Musa radhiyallahu ‘anhu]   Profil utama yang ingin diharapkan berada pada diri setiap penerima PM adalah pemimpin yang Berintegritas, Cendekia, Transformatif, dan Melayani masyarakat. Pada FLC daring, profil tersebut disampaikan melalui Seminar, Talkshow dan Diskusi yang interaktif yang menghadirkan pemateri yang luar biasa. Salah satu materi yang aku highlight yaitu materi kedua “Young and The Future of Zakat Movement” yang disampaikan oleh bapak Bambang Suherman yang merupakan (Ketua Umum FOZ), Beliau menyampaikan bahwasannya seorang pemuda adalah masa depan dari gerakan kebaikan yang ada, produktivitas dari diri pemuda dapat dilihat dari kehadiran nya pada setiap kebaikan serta gerakan yang akan dibuat juga ajakan untuk terus berbuat kebaikan pada sekitar, “Selalu sediakan hati kita untuk peduli kepada sesama, gunakan semua kompetensi, ruang kendali dan ruang pengaruh kita untuk itu” - Bambang Suherman.    Hari kedua adalah Public Event “Walk The Talk” yang terbuka untuk umum, dengan menghadirkan 3 pemateri yaitu pak Aminum Amin (CEO Biomagg Sinergi Internasional), mas Adhika Widya Sena (Direktur HRD P&G) dan pak Muhammad Syafi’ie (Kepala LPI_dd 2017-2022), diskusi yang terbangun sangat menarik dan mendapatkan banyak insight positif dari setiap jawaban yang dilontarkan, seperti saat ditanya tentang “Menjadi berdampak itu seperti apa?” pak amin menjawab, berdampak itu dapat terlihat dari kebermanfaat yang kamu dapat hasilkan dalam lingkungan rumahmu terlebih dahulu, dan menjadi berdampak maka kamu harus bisa menciptakan sebuah inovasi dan menjadi seorang visioner yang dapat melihat sesuatu yang tidak dapat dilihat orang lain (peluang kebermanfaatan). Pesan dari kak Adhika untuk kita yaitu “Just do good, rezeki ikut” dan temukan Reason we build dari diri kalian masing-masing. Pak Syafi’ie juga memberikan kita tips agar bisa mengelola waktu lebih baik lagi dengan menjadikan kita sebagai subjek bukan objek, dengan menjadikan diri kita sebagai subjek maka kita bisa mengelola semua waktu itu sesuai dengan jadwal kita.   Saat FLC luring kita para PM dari seluruh indonesia menginap di asrama haji Boyolali, Solo. asrama haji inilah yang menjadi saksi dari keretakan ukhuwah/persaudaraan, kerekatan dengan Allah dan semangat pada pemuda untuk menjadi bermanfaat, banyak kejadian yang bisa diceritakan saat FLC luring ini salah satunya aku yang tergabung pada kelompok 10 bersama teman-teman yang berasal dari solo yaitu (Hasna), makassar (Faudzul), palembang (Rahma) dan padang (Habibie) yang di fasilitatori oleh kak poppy sebagai fasil dari BA 11, mencoba berbagi cerita dan menyelesaikan misi yang ditugaskan para panitia.     Kejadian tak terlupakan adalah saat hari pertama FLC, kita diwajibkan untuk bangun jam 3 pagi dan melakukan sholat tahajud bersama di masjid kompleks asrama haji, dengan suasana yang masih dingin kita berbondong-bondong menuju masjid, sholat tahajud yang biasanya hanya 10-20 menit kini menjadi 1 jam sendiri, yang biasanya imam hanya membaca setengah halaman atau surat dari juz 30, yang biasanya setelah tahajud kita membaca al-quran sambil menunggu adzan subuh, kini agak berbeda masyaallah sekali, semoga keberkahan selalu menyelimuti kita semua.    Di malam puncak, juga ada penampilan dari setiap regional yang membawakan khas budayanya masing-masing, seperti pada regional palembang membawakan tarian khas pada palembang yang menggambarkan kecantikan dari perempuan-perempuan palembang, dengan pakaian dan aksesoris yang digunakan mendukung tarian seakan-akan kita berada di palembang langsung. kemudian ada penampilan dari regional malang yaitu penampilan drama musikal yang mengangkat isu tragedi kanjuruhan dan memperkenalkan tarian topeng serta bahasa walean yang menjadi ciri khas dari kota malang.  dan masih banyak lagi penampilan-penampilan khas budaya masing-masing regional yang patut kita acungkan jempol dan perlu kita cari tahu secara mendalam filosofi dan sejarah budaya indonesia tersebut, agar terus lestari dan bisa kita wariskan pada anak cucu kita kelak.   Hari terakhir kita diajak untuk menelusuri bangunan-bangunan bersejarah kota solo, yang mana setiap kelompok memiliki jalur destinasi nya masing-masing, dan kelompok ku kelompok 10 mendapatkan jalur destinasi ke pasar keris&cinderamata-pasar klewer-keraton kasunanan. Banyak hal-hal menarik yang bisa aku simpulkan dari kegiatan, yang awalnya kita hanya diberikan bekal uang sebanyak 50.000 rupiah harus mengunjungi 3 tempat tersebut, yang mana kalau di hitung uang tersebut gak akan cukup jika kita memakai gojek online (khas anak muda). Dengan berbekal kerjasama dengan kelompok lain, kita mencoba untuk menumpang pada kendaraan-kendaraan yang lewat di setiap jalan. ahaha kalau di ingat-ingat bikin takjub karena sebagian orang udah pesimis gak bakal ada yang bantu, karena daerah ini adalah daerah minim begituan.    Tapi dengan tekat, usaha dan keberuntungan akhirnya kita coba meminta tolong dengan khas tangan jempol, alhamdulillah ada 2 pengemudi pick-up yang mau menampung kita, pengemudi pick-up pertama mengantarkan kita ke pemberhentian BST (Bus Solo Trans) yang nantinya sesuai arahan, BST tersebut akan mengantarkan kita ke titik pertama yaitu pasar keris&cinderamata, tapi karena ada beberapa teman kelompokku yang tidak mempunyai e-money sehingga kita mencoba keberuntungan lagi dengan menyetop pick-up, alhamdulillah ada yang mau bantuin, seorang pengemudi yang sedang mengantarkan tempe ke distributor membantu kita, usut punya usut ternyata bapak pengemudinya adalah seorang relawan juga yang tahu bagaimana susahnya mencari tumpangan.    Memang benar ya, kadang kita cuma harus terus optimis dan mengusir pikiran-pikiran negatif akan ketidakmungkinan sesuatu itu terjadi, masih banyak orang baik di luaran sana, kita hanya perlu husnudzan dan mencoba untuk mencari orang baik itu lalu kemudian kebaikan yang ditularkan itu kita implementasikan nanti.   Lanjut setelah di titik pertama kita bertemu dengan panitia dan diberi tugas untuk mewawancarai salah satu pedagang dan mengulik sejarah dari pasar ini, dari sini aku banyak menemukan keindahannya dari seorang kakek yang berumur 85 tahun. lanjut ke titik kedua yaitu pasar klewer (namanya unik banget) karena jarak yang lumayan dekat kelompok kita memutuskan untuk jalan kaki ke titik tersebut, sekalian olahraga. Disini kita dikasih tugas untuk menjalankan projek sosial yang sudah kelompok kita susun yaitu “pohon harapan untuk indonesia”, di sini projek nya lebih kearah edukasi apa sih harapan warna buat indonesia, apalagi di tahun ini adalah tahun politik yang mana adalah tahun pergantian presiden indonesia.    Titik terakhir yaitu Keraton Kasunanan, di titik ini kita diperlihatkan tempat keraton solo, dan alhamdulillah karena waktu yang sudah menunjukkan pergantian petugas, kita di kasih tontonan bagaimana bapak-bapak penjaga keraton melakukan pergantian tugas kepada petugas yang lainnya, ahh indah banget. Hikmah yang dapat aku diambil dari perjalan expedisi ini adalah “kadang kita acuh tak acuh pada sekitar, coba renungkan sambil jalan-jalan menggunakan kaki mu sendiri dan tatap setiap jengkal perjalananmu dari titik satu ketitik lain, lihat perbedaannya, keajaiban itu pasti ada”   Kata penutup untuk FLC 2023, keren bangett, dan makasih sudah membuat aku belajar banyak. Mari kita renungkan jargon BA 12 yang kita bikin yaitu "Pemuda bermartabat, Membantu Ummat", sebuah jargon yang memiliki makna mendalam, sebuah tugas penting untuk menjadi pembantu dari “Ummat” atau peradaban ini.  semua itu ada di pundak kita bersama seorang “Pemuda Bermartabat”.    Semangatt ya untuk kita semua, BA 12. yeyyy

Aida Safira11 menit