#Ide Kreatif

Saintek

Strategi Pengembangan Durian Musang King & Durian Sarikerto : Mahasiwa PMM UMM Menerapkan Teknik Stek Dalam Meningkatkan Varietas

Durian adalah salah satu buah yang sangat populer di Asia Tenggara, terkenal karena rasa dan aromanya yang khas. Durian Musang King dan Durian Sarikerto merupakan dua varietas durian yang memiliki citarasa yang istimewa dan sangat dicari oleh para pecinta durian. Mahasiswa Pengabdian Masyarakat Oleh Mahasiswa (PMM) di Universitas Muhammadiyah Malang  telah merancang strategi pengembangan untuk meningkatkan varietas kedua jenis durian ini dengan menerapkan teknik stek di wilayah Dusun Mendalan Kecamatan Kasembon Kabupaten Malang. Durian Musang King (Durio zibethinus 'Musang king'), juga dikenal sebagai Durian Raja atau Mao Shan Wang, adalah salah satu varietas durian paling terkenal di Malaysia dan Singapura. Durian ini memiliki daging buah yang tebal, lembut, dan beraroma kuat, dengan rasa yang manis dan sedikit pahit. Untuk mengembangkan varietas Durian Musang King, mahasiswa PMM UMM dapat menerapkan teknik stek. Durian Sarikerto (Durio zibethinus Murr) adalah varietas durian lokal yang berasal dari daerah Dusun Mendalan Kabupaten Malang durian sarikerto. Durian Sarikerto adalah salah satu varietas durian yang memiliki status sebagai "durian leluhur". Istilah "durian leluhur" mengacu pada varietas durian yang diyakini memiliki akar atau sejarah yang sangat tua dan memiliki peranan penting dalam perkembangan varietas-varietas durian modern.  Strategi pengembangan varietas Durian Sarikerto dengan menerapkan teknik stek dapat membantu mempertahankan karakteristik unggul dari varietas ini. Teknik Stek adalah metode perbanyakan tanaman di mana bagian tertentu dari tanaman yang diinginkan (stek) dipotong dan ditanam secara langsung di tanah atau media tumbuh lainnya. Pada durian, teknik stek dapat diterapkan dengan cara memotong ranting atau cabang yang sehat dari pohon Durian Musang King yang memiliki karakteristik unggul, seperti produksi buah yang baik, rasa yang istimewa, dan ketahanan terhadap penyakit. Ranting atau cabang tersebut kemudian akan ditanam dalam media yang sesuai, dijaga kelembaban dan nutrisinya, sehingga dapat tumbuh menjadi pohon baru dengan karakteristik yang sama seperti pohon induknya. Penerapan Teknik Stek pada Durian akan melibatkan langkah-langkah serupa dengan yang dijelaskan sebelumnya. Cabang atau ranting dari pohon Durian Musangking yang memiliki ciri-ciri yang diinginkan akan dipotong sebagai tunas untuk tumbuh sedangkan Durian Sarikerto sebagai  media batang yang akan di steak dan ditanam. Perawatan yang baik akan membantu cabang tersebut tumbuh menjadi pohon baru yang memiliki rasa dan aroma yang unik dan menciptakan variestes yang baru.

Angga Nur Rahmat4 menit
Pendidikan

Pentingnya Pendampingan Pemasaran Roti Jhon Auna LKSA Robbani Malang

Malang 20 Agustus 2023. Pengabdian Masyarakat Oleh Mahasiswa (PMM) Bhaktiku Negeri Universitas Muhammadiyah Malang dilaksanakan oleh Kelompok 59 gelombang 2 dengan tujuan melakukan pendampingan pemasaran dalam peningkatan penjualan produk Roti Jhon Auna. Pelaksanaan PMM ini dilakukan di LKSA Robbani Perumahan Jl Bumi Raya Blok BA, 41 Watu Gede Kecamatan Singosari Kabupaten Malang. Pengabdian Kepada Masyarakat oleh Mahasiswa dilaksanakan selama 31 hari yang dimulai pada tanggal 17 Juli sampai 18 Agustus dan didampingi oleh DPL yaitu bapak Dedik Fitra Suhermanto, S.IP.,M. Hub. Int. Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) gelombang 2 tahun 2023 diselenggarakan oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (DPPM) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Program Pengabdian Masyarakat Oleh Mahasiswa ini dilakukan dengan pengenalan serta pendampingan dalam pemasaran produk Roti Jhon Auna. Seperti yang dikatehui, di era pasca pandemi banyak sekali perusahaan kecil ataupun menengah seperti UMKM bersaing ketat untuk meningkatkan penjualan produk mereka sendiri terutama di LKSA Robbani. Di LKSA Robbani terdapat beberapa produk unggulan, salah satunya produk Roti Jhon Auna yang dikelola oleh pihak LKSA Robbani sendiri dibawah naungan UMKM dengan nama Auna Bakery. Auna Bakery sendiri tidak hanya menjual roti jhon saja melainkan beberapa produk roti homemade lainnya yang dijamin sehat tanpa pengawet sehingga memiliki cita rasa yang unik dan penyimpanan yang tidak tahan lama. Kegiatan pertama yang kami lakukan yakni memaparkan beberapa materi penting terkait dalam peningkatan penjualan produk Roti Jhon Auna, salah satunya terkait market selling. Market selling itu sendiri merupakan proses mempromosikan dan penjualan suatu produk dengan suatu perencanaan supaya produk yang di jual menarik perhatian konsumen. Materi yang disampaikan berupa mengetahui tren pasar, analisis pesaing, rencana penjualan, promosi online dan offline, serta melakukan inovasi dan adaptasi terhadap keinginan pasar di era pasca pandemi. Selanjutnya, Kelompok 59 Gelombang 2 melakukan pembuatan roti Jhon dengan tujuan membuat foto dan video promosi untuk dijadikan bahan dalam langkah penjualan produk Roti Jhon Auna. Foto dan video promosi sangatlah penting sekali dikarenakan suatu produk akan memikat konsumen banyak apabila produk yang dijual terlihat fresh dan menarik. Setelah itu, Kelompok 59 Gelombang 2 membuat dan memperbarui beberapa market shop seperti pembuatan ShopeeFood, pembaruan GrabFood dan GoFood seperti penentuan harga baru, penggantian foto dan penambahan diskon. Selanjutnya, bersama pihak LKSA Robbani melakukan penjualan selama 5 hari dengan beberapa inovasi dan pembaruan yang diciptakan oleh kelompok 5 gelombang 2 dengan tujuan untuk meningkatkan penjualan produk Roti Jhon Auna. Pendampingan pemasaran produk roti jhon yang diadakan oleh mahasiswa PMM Universitas Muhammadiyah Malang ini diharapkan terus berjalan agar UMKM Auna Bakery terutama produk Roti Jhon Auna semakin berkembang dan dikenal oleh masyarakat. Artikel ini disusun oleh Kelompok PMM 59 Gelombang 2 Universitas Muhammadiyah Malang dengan anggota Kasmaran Hak, Zuhair Sufiyan Lisyanto, Habibi Yusuf, Almentari Dean Tama Rahardi, dan M. Imam Al-Fahri.  

Habibi Yusuf5 menit
Pendidikan

TIM PMM 179 UBAH MINYAK JELANTAH MENJADI LILIN AROMA TERAPI BERSAMA IBU PKK

Minyak jelantah adalah minyak yang telah digunakan lebih dari dua atau tiga kali penggorengan, dan dikategorikan sebagai limbah karena dapat merusak lingkungan dan dapat menimbulkan sejumlah penyakit. Menurut Julianus (2006) bila ditinjau dari komposisi kimianya, minyak jelantah mengandung senyawa-senyawa bersifat karsinogenik, yang terjadi selama proses penggorengan Untuk menanggulangi masalah limbah minyak jelantah,Tim PMM 179 melakukan inovasi untuk mengubah minyak jelantah menjadi lilin aroma terapi yang memiliki banyak manfaat dan nilai jual. Kegiatan sosialisasi tersebut dilakukan pada hari Sabtu (12/08) bertempat di Balai Desa Wringinanom Kecamatan Poncokusumo Bersama Ibu-Ibu PKK. Untuk mengubah limbah minyak jelantah menjadi lilin aroma terapi alat dan bahan yang dibutuhkan sangatlah mudahh diantaranya ; minyak jelantah,stearin,pewarna, dan pewangi essensial. Hal pertama yang dilakukan adalah dengan merendam arang ke dalam minyak jelantah selama 1 hari. Tujuan dari perendaman tersebut yaitu untuk menghilangkan bau amis dan tidak sedap dari minyak bekas penggorengan. Langkah selanjutnya yaitu memanaskan minyak pada panci lalu campurkan stearin yang berfungsi untuk memadatkan minyak dan campurkan juga pewarna untuk memberi kesan estetika dan campurkan pewangi essensial. Aduk sampai merata lalu tuangkan ke dalam wadah dan beri sumbu untuk menyalakan lilin. Gambar Lilin Aromaterapi Dari Minyak Jelantah     Foto Bersama Ibu Ibu PKK Desa WringinanomDari kegiatan sosialisasi ini diharapkan dapat memberikan wawasan edukasi tentang bahaya dari minyak jelantah jika digunakan terus menerus. Serta dapat menjadi inovasi ide bisnis  peningkatan ekonomi rumah tangga dengan menjual lilin aroma terapi dengan berbahan dsasar minyak jelantah.    

Revandy Ahmad Fahrezi879 menit
Saintek

EDUKASI HERBAL BERSAMA PMM UMM KELOMPOK 16

Pengabdian Masyarakat Oleh Mahasiswa (PMM) menjadi program yang wajib ditempuh oleh seluruh mahasiswa UMM sebagai bentuk dharma bakti kepada masyarakat. PMM bertujuan untuk mengaplikasikan hilirisasi hasil penelitian Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Seperti program edukasi herbal yang dilaksanakan oleh kelompok 16 gelombang 3 beranggotakan Della Ayu Cahya Ningrum, Nila Susantika, Anissa Rahmawati Paramudita, Amelia Nurfitria dan Risqi Eka Umi Wardani dengan Dosen Pembimbing Lapang Ibu Laela Hikmah Nurbatra, S.Pd.,M.A, M.EdLead.             Rempah - rempah Indonesia memiliki banyak manfaat terutama bidang kesehatan. Namun, masih banyak masyarakat yang belum bisa memanfaatkannya dengan baik. Oleh karena itu, tim PMM UMM kelompok 16 berinisiatif untuk memberikan edukasi pemanfaatan tanaman herbal menjadi produk yang bisa digunakan sehari – hari seperti sabun batang dan hand sanitizer. Kegiatan ini dilaksanakan di Panti Asuhan Putri ‘Aisyiyah Dau dengan melibatkan 23 anak asuh yang mayoritas berada pada jenjang SD kelas 5 hingga SMA.             Tanaman herbal yang digunakan untuk pembuatan hand sanitizer sangat mudah ditemui di lingkungan sekitar. Tanaman tersebut adalah daun sirih dan jeruk nipis. Kandungan antibakteri yang ada pada 2 bahan tersebut bisa dimanfaatkan menjadi hand sanitizer. Proses pembuatannya cukup mudah dan bisa dilakukan dirumah yaitu daun sirih diambil ekstrak air rebusannya lalu ditambahkan dengan perasan air jeruk nipis kemudian disaring dan sudah dapat dikemas ke dalam botol spray. Namun perlu diketahui bersama, hand sanitizer ini hanya dapat bertahan kurang lebih 2 minggu saja dikarenakan tidak ditambahkan pengawet apapun.             Selain membuat hand sanitizer, tim PMM kelompok 16 bersama adik – adik Panti Asuhan Putri ‘Aisyiyah Dau juga memanfaatkan rempah Temugiring menjadi sabun batang herbal. Temugiring memiliki kandungan Imunomodulator ( kurkuminoid, seskuiterpen, minyak atsiri, flavonoid ) yang berkhasiat untuk mencerahkan dan melembabkan kulit hingga anti aging. Bahan yang diperlukan untuk pembuatan sabun batang ini yaitu serbuk temugiring, NaOH, Aquadest, Coconut Oil, Palm Oil, Olive Oil, pewarna dan pewangi (Fragrance) Proses pembuatan sabun herbal ini membutuhkan waktu sekitar 1 minggu dalam proses pemadatan hingga siap dikemas dan digunakan             Selama berkegiatan adik – adik Panti Asuhan Putri ‘Aisyiyah Dau fokus membantu setiap proses pembuatan hand sanitizer dan sabun padat yang dilakukan. Diharapkan kegiatan ini dapat menambah pengetahuan dan memberikan pengalaman terkait pemanfaatan herbal.

Della Ayu Cahya Ningrum4 menit
Pendidikan

Mengenal Manajemen Waktu Sejak Dini oleh Mahasiswa Pmm Universitas Muhammadiyah Malang

Manajemen Waktu Sejak Dini Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang dalam program Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa Kelompok 213 Gelombang 7 memberikan kontribusi posistif kepada masyarakat. Kesadaran tentang pentingnya Manajemen Waktu dengan baik sejak dini menjadi fokus utama bagi mahasiswa PMM UMM.  Kelompok yang diketuai Aditya Pratana, dan terdiri dari 4 anggota yaitu Iva Wanda Ratna Devi, Aprifia Maharani, Aliffiyana InsanKamil, dan Mohammad Farhan Azizi melakukan kegiatan tersebut pada tanggal 31 Juli 2023 tentunya dengan dukungan dan bimbingan Dosen Pembimbjng Lapang kami yaitu bapak Agung Prasetyo Nughroho Wicaksono S.E., M.A. Kegiatan tersebut berlangsung di SDN Dadaprejo 02 Kota Batu.  Kegiatan tersebut tidak hanya memberikan edukasi tentang Manajemen Waktu, tetapi juga melibatkan mereka dalam proses kreatif membuat jadwal kegiatan sehari hari. Mahasiswa menyiapkan kertas Buffalo warna warni dan spidol warna warni. Kemudian anak-anak menuliskan kegiatan sehari hari yang dilakukan masing-masing dengan detail jam nya  pada kertas buffalo yang sudah di bagikan, kemudian dihias/digambar sesuai kreativitas masing-masing. Sehingga merasa antusias dan bangga dengan hasil karya mereka sendiri. Diharapkan bahwa kegiatan semacam ini akan terus berlanjut dan melibatkan lebih banyak anak-anak di wilayah sekitar. Langkah awal untuk membentuk generasi yang cerdas mengatur waktu sejak dini dapat memberikan dampak positif dalam jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat. Iva, salah satu anggota PMM UMM, menyatakan, “Melalui kegiatan ini, kami belajar bagaimana berkomunikasi dengan anak-anak dengan cara yang efektif dan menarik. Pengalaman ini sangat berharga bagi kami.” Mahasiswa UMM terus berkomitmen untuk memberikan kontribusi positif kepada masyarakat melalui berbagai kegiatan edukatif yang bermanfaat. Kegiatan ini juga mendorong nilai-nilai kedisiplinan terhadap waktu.Tidak hanya anak-anak yang mendapatkan manfaat dari kegiatan ini, tetapi mahasiswa juga merasa mendapat banyak pelajaran berharga.

Iva Wanda Ratna Devi3 menit